Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Lokakarya Permakultur 2

Pada tanggal 7-8 April 2015, KAIL menyelenggarakan Lokakarya Permakultur yang kedua. Lokakarya ini berlangsung di Rumah KAIL dan dipandu oleh Rio dan Dhila Baharudin (Dhila) yang pernah beraktivitas di Bumi Langit.  Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari lokakarya sebelumnya yang berlangsung pada tanggal 10 Maret 2015 yang lalu. Lokakarya ini diikuti seluruh staff dan relawan KAIL dan perwakilan dari YPBB.

Pada hari pertama lokakarya, tim fasilitator lebih banyak mereview materi yang telah diberikan dalam lokakarya sebelumnya. Fasilitator mengulangi beberapa prinsip dalam permakultur, menambahkan dengan berbagai contoh dan hal-hal penting yang belum sempat tuntas terbahas dalam lokakarya sebelumnya.

Materi penting yang menjadi pokok bahasan adalah tentang zonasi dan tahapan-tahapan membangun permakultur, mulai dari membangun kesuburan tanah sampai merancang siklus materi tertutup yang bertujuan untuk mengembalikan keragaman dan kekayaan nutrisi tanah, keanekaragaman hayati, keragaman dan kombinasi tanaman yang dapat bekerjasama untuk memperkaya kesuburan tanah dan kombinasi tanaman tersebut. Fasilitator juga mempresentasikan berbagai teknik mengkompos yang dapat dipilih untuk diterapkan di setiap zona, antara lain teknik Hagel, yang menggunakan lapisan susunan karbon kering, hijauan, dan tanah lokal untuk mengembalikan kesuburan tanah dan juga membangun rumah cacing.
Selain itu, fasilitator juga menunjukkan prinsip-prinsip pengelolaan kebun, dengan menyesuaikan dengan aliran air, cahaya, dan angin. Semua itu dikelola untuk memaksimalkan efek perbaikan alam, yang menjadi sumber kehidupan pertanian yang akan dibangun.

Pada hari selanjutnya, para peserta dibagi menjadi 5 kelompok kerja. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk mendesain permakultur di lokasi yang berbeda, yaitu, sebelah depan, belakang, kiri, kanan rumah KAIL serta satu lokasi tambahan di dekat sungai.  Mereka mendata apa saja yang dibutuhkan oleh Rumah KAIL dan kemudian merancang permakultur berdasarkan kondisi alam lokal untuk memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan Rumah KAIL. Desain dibuat dalam bentuk gambar dan dipresentasikan di pleno untuk mendapatkan masukan dari anggota kelompok yang lain dan disinkronisasi dengan desain kelompok masing-masing.




Setelah itu, para peserta kembali ke kelompok masing-masing dan memutuskan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam dua jam ke depan. Kelompok-kelompok dapat bergabung untuk bekerja di salah satu kelompok. Akhirnya terbentuk empat kelompok kerja. Masing-masing kelompok membuat bed kreasi masing-masing. Sisi bed dibuat dari genteng bekas yang sudah tidak digunakan di Rumah KAIL. Di dalam bed tersebut disusun karbon kering, dedaunan hijau dan tanah yang semuanya diambil dari sekitar Rumah KAIL. Di dalam beberapa bed, sudah dibuat rumah cacing.





Meskipun melelahkan para peserta bekerja dengan gembira dan penuh semangat. Para peserta saling membantu kelompok lainnya dalam bentuk barter sumberdaya dan tenaga kerja. Selesai bekerja para peserta berkumpul kembali di Ruang Tengah dan berbagi pengalaman prakteknya. Setelah itu dilakukan diskusi mengenai tindaklanjut dari lokakarya ini. Para peserta dari KAIL bertanggung jawab untuk memelihara bed masing-masing. Untuk kepraktisan, ada kemungkinan tidak semua yang sudah dituliskan/digambarkan dalam rancangan dapat langsung dilaksanakan. Tim KAIL akan mendiskusikan dan mengambil keputusan sesuai perkembangan kondisi lapangan. Materi selanjutnya dari lokakarya Permakultur ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-13 Mei 2015 yang akan datang dengan pokok bahasan pembibitan dan persemaian.












***

Lokakarya Permakultur Tahap I untuk staff, relawan dan mitra KAIL

Pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 yang lalu, di Rumah KAIL diadakan Lokakarya Permakultur. Lokakarya ini merupakan tahap pertama dari rangkaian lokakarya untuk memahami dan mempraktekkan permakultur, khususnya di Rumah KAIL. Lokakarya ini diikuti oleh seluruh staf KAIL, tujuh orang dari YPBB, dan relawan KAIL. Awalnya lokakarya ini bertujuan untuk membuat perencanaan kebun di Rumah KAIL dengan prinsip-prinsip selaras alam. Untuk itu para staff KAIL merasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang kebun yang selaras alam tersebut. Dipilihlah metode permakultur (permaculture) untuk digunakan sebagai prinsip perencanaan kebun di Rumah KAIL. 

Lokakarya sehari ini difasilitasi oleh Dhila dan Rio. Mereka berdua pernah belajar dan menerapkan permakultur di Komunitas Bumi Langit Institute, Imogiri, Yogyakarta. Saat ini aktivitas sehari-hari Dhila dan Rio adalah bertani. Mereka menerapkan permakultur untuk diri mereka sendiri dan membantu pribadi-pribadi dan organisasi menerapkan permakultur di dalam konteks masing-masing.



Acara dimulai tepat pada pukul 9.30 pagi dan dibuka dengan pembukaan dan perkenalan yang dipandu oleh Deta Ratna Kristanti sebagai koordinator kegiatan. Setelah pembukaan dan perkenalan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi tentang keberlanjutan (sustainability) dan ekosistem, yang disampaikan oleh Dhila. Pada sesi ini, peserta diajak untuk melihat kembali pemahaman mereka tentang makna keberlanjutan dan sistem yang berkelanjutan keberlanjutan. Pada sesi ini Dhila mengajak peserta untuk berdiskusi tentang ekosistem, unsur-unsur yang ada di dalam ekosistem, hubungan setiap unsur dengan unsur lainnya, dan fungsi masing-masing unsur di dalam ekosistem itu. Diskusi berlangsung dengan seru, karena para peserta menyimak dengan serius, antusias bertanya dan memberikan pendapat mereka. Setelah diskusi yang seru, peserta menemukan bahwa ternyata metode permakultur erat kaitannya dengan manajemen diri, seperti memilah keinginan dan kebutuhan, mengelola disiplin diri dan mengelola rasa tanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan.



Sesi kedua dimulai setelah makan siang. Pada sesi kedua ini, Rio memulai sesi dengan menceritakan tentang faktor-faktor apa saja yang mendorong berkembangnya permakultur, mulai dari krisis ekologi sampai ke faktor ekonomi politik. Rio juga menjelaskan 12 prinsip dasar permakultur dan contoh-contoh penerapannya di berbagai bentuk ekosistem. Sesuai dengan tujuan lokakarya tahap pertama, dalam lokakarya ini, para fasilitator  banyak membuka wawasan dan menggali pemahaman akan prinsip-prinsip permakultur. Meskipun masih banyak hal yang membuat penasaran, akhirnya lokakarya pertama ini harus ditutup pada pukul 5 sore. Semua peserta sepakat untuk bertemu kembali pada tanggal 7 dan 8 April di Rumah KAIL, untuk bersama-sama mempraktekkan teknik permakultur di kebun Rumah KAIL



Liputan PMP04 - Berbagi Tulisan, Berbagi Inspirasi


Pengalaman hidup sehari-hari, terkadang berlalu seolah biasa saja. Namun ketika pengalaman tersebut ditangkap menjadi sebuah tulisan dan dibagikan kepada banyak orang, tak terduga betapa tulisan tersebut bisa menjadi “penyelamat” bagi hidup orang lain.

Pengalaman. Ada pepatah yang mengatakan “Pengalaman adalah guru terbaik”, maksud yang hendak disampaikan adalah bahwa pengalaman hidup tersebut mengandung pelajaran terbaik untuk hidup kita ke depannya. Kesalahan yang kita lakukan, memang terasa buruk pada saat itu, namun ketika kita mampu menangkap maksud baik dari kesalahan tersebut, kita akan tahu bagaimana menghadapi situasi yang sama di depannya.


KAIL mengadakan Pelatihan Menulis untuk Perubahan dengan tema “Mari Berbagi Inspirasi Melalui Tulisan!” karena melihat betapa pengalaman hidup kita dapat membantu hidup orang lain. Buku-buku otobiografi tentang kehidupan seorang tokoh selalu laku terjual, bukan hanya karena sosok tokoh tersebut, namun pengalaman hidupnya yang juga kaya dengan pembelajaran.



Terlebih di saat ini, di mana media menulis dapat dibagikan ke ruang publik, entah melalui blog ataupun Facebook. Pengalaman sehari-hari dapat menjadi bahan tulisan yang dibagikan kepada publik, bahkan pengalaman yang sederhana seperti mengamati aktivitas di sekitar rumah dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan pengamatan di sekitar rumahnya.

Berbagi pengalaman, berbagi tulisan, berbagi inspirasi. Itulah yang hendak didorong melalui pelatihan menulis kali ini.




Tim fasilitator KAIL yang memandu proses pelatihan beranggotakan : Melly Amalia, David Ardes Setiady, Selly Agustina, dan Navita Astuti.
 
Pelatihan ini diikuti oleh rekan-rekan dari GSSI, Walhi, dan juga ada yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Kegiatan berlangsung di Urban Center YPBB pada tanggal 24 Agustus, dibuka pada pukul 9.00 dan ditutup pada pukul 16.00 dengan foto bersama.

[Info Kegiatan] Berbagi Tulisan, Berbagi Inspirasi



Pengalaman sehari-hari bisa menjadi sebuah inspirasi yang menarik, yang bisa dituangkan kedalam bentuk tulisan. Melalui tulisan, kita bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan perubahan.

Ikuti kegiatan Kuncup Padang Ilalang (Kail) :
PELATIHAN MENULIS UNTUK TRANSFORMASI DIRI, 24 Agustus 2013 jam 09.00-16.00 di jl Sidomulyo No.21 Bandung (kantor Ypbb Bandung) *dalam konfirmasi 

Mari, berbagi inspirasi melalui tulisan.

Liputan PMP03 - Menulis Untuk Transformasi Diri

Oleh : Ryan Avriandy


 
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”  Pramoedya Ananta Toer

Pada tanggal 20 April 2013, saya dan Tika Nurmala sebagai perwakilan Kukang ID mengikuti pelatihan menulis untuk transformasi diri yang diselenggarakan oleh “Kuncup padang ilalang” atau yang biasa disebut dengan “Kail” suatu lembaga yang berdiri sejak 19 Juni 2002 ini bergerak di bidang pengembangan kapasitas aktivis dan berupaya menjaring calon aktivis hingga menjadi seorang aktivis. Acara ini berlangsung di daerah Cikutra tepatnya di kantor YPBB. Awalnya kami berdua khawatir tentang apa yang bisa didapatkan dari pelatihan ini, karena judulnya yang tidak biasa.  Jujur saya sendiri awalnya menyangka ini pelatihan supaya kita dapat menulis dengan efektif dan inspiratif.
Jam 09.30 aku sampai di lokasi terlambat 30 menit dari waktu yang dijanjikan, yah telat selalu saja membuat orang pandai mencari cari alasan, tak terkecuali dengan diriku. Saat itu di Jatinangor terjadi kemacetan yang sangat panjang akibat banjir di daerah Rancaekek, akibatnya ekspektasi lama perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh 45 menit menggunakan motor menjadi harus lebih bersabar dengan waktu tambahan 30 menit.
Materi diisi oleh Mbak Navita dan Mas David, materi pertama bercerita tentang kenapa kita perlu menulis dan untuk apa. menurut pengalaman Mbak Navita yang memiliki hobi menulis tentang kehidupan sehari-harinya, apa yang pernah beliau tuangkan dalam tulisan bisa menjadi ajang refleksi diri, serta sebagai titik balik kehidupan kita. Sederhananya begini, ketika kita bermimpi ingin menjadi seorang pengusaha misalnya yang kita tuliskan di catatan kecil kita, lalu beberapa tahun kemudian kita justru masih betah menjadi pegawai di suatu perusahaan ternama, lalu tanpa sengaja kamu membaca tulisan-tulisanmu yang lalu dan “hey 3 tahun yang lalu di tulisanku seharusnya aku sekarang sudah jadi pengusaha sukses!”. Ini  yang aku maksud dengan refleksi diri sejauh mana kita hidup sesuai dengan apa yang kta inginkan.
Selanjutnya kita diinstruksikan untuk menggambar momen-momen membahagiakan dari waktu kita kecil hingga sekarang, Kail menyebutnya dengan istilah “sungai milestone”. Setelah itu gambar tadi harus kita terjemahkan dalam bentuk tulisan. Dengan cara ini menurutku iinspirasi menulis jadi sedikit lebih mudah, hikmahnya pada saat menulis semua itu ternyata dapat membuat saya merasakan nostalgia masa kecilku, dan lagi ternyata momen-momen istimewa baik itu yang menyenangkan atau menyedihkan begitu nyata membentuk karakter dan jati diri kita sekarang.
Menulis juga bisa membuat perasaanmu menjadi sedikit lebih damai, percayalah ketika tak ada orang yang bisa kamu tumbalkan untuk menumpahkan semua kekesalanmu, menulis bisa jadi alternatif yang baik setelah berdoa kepada Tuhan YME tentunya.
Maka tulislah apa yang ingin kamu tulis, tumpahkan saja semua yang ada di benakmu, memulainya memang sulit tapi jika sudah dilakukan maka percayalah semuanya akan mengalir begitu saja kok. Apalagi generasi pemuda sekarang memang dituntut untuk aktif menulis kan, untuk lulus sarjana saja sekarang kita harus menerbitkan jurnal.
Singkat cerita di penghujung acara aku dapet begitu banyak pencerahan dan ilmu baru serta refleksi diri yang begitu terasa.  Aku berterima kasih kepada komunitas pelestari kukang Indonesia yang telah memperkenalkan saya kepada dunia konservasi dan lika-liku serta segala intriknya. Begitu banyak pelajaran berharga yang bisa aku pelajari karena tergabung di komunitas ini terutama tentang tanggung jawab yang masih sering membuat kalian kecewa. maaf yah anak muda ini memang agak susah diajar, juga kepada Kail yang mengadakan kegiatan ini, semoga visi misinya terhadap kesinambungan dinamika keadilan dan kesetaraan komunitas dan semua makhluk hidup terlaksana dengan baik juga makin menularkan energi positifnya kesemua aktivis dan lingkungan sekitar.

Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan




Oleh : Asep Suhendar S.


Tanggal 19-21 Desember saya mengikuti lokakarya yang diadakan oleh Kail, yaitu Lokakarya Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan. Lokasinya di Villa Cikahuripan, jalan Kolonel masturi, Lembang. Lokakarya ini langsung difasilitasi oleh narasumber yang sangat berpengalaman dibidangnya, yaitu Bayu Ludvianto. Lokakarya ini KAIL lakukan sebagai hari ulang tahun yang ke-10 dan mengundang teman-teman anggota, relawan Kail dan jaringan terdekat Kail. Villa tempat kami menginap sangat indah sekali untuk menikmati pemandangan alam yang asri.
Ini pengalaman pertama saya mengikuti lokakarya. Saat pertama datang ke lokasi kami disuguhkan dengan lukisan alam yang begitu menakjubkan. Udara yang begitu dingin ditambah dengan gemercik air hujan yang membasahi bumi ini membuat saya harus memakai baju hangat double. Sore itu kami disugguhkan dengan bubur ketan hitam dan teh hangat. Kemudian kami registrasi dahulu dan pembagian kamar.
Tepat pukul 19.30 kami berkumpul di sebuah aula untuk melakukan lokakarya. Hari pertama itu perkenalan tentang KAIL oleh Mbak Any. Kemudian dilanjutkan ice breaking dan perkenalan seluruh peserta lokakarya. Pesertanya terdiri berbagai kota, ada yang dari Jakarta, Padang, Bogor, dan Bandung. Setelah itu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menceritakan harapan yang akan didapat dari lokakarya ini. Semua orang saling menceritakan harapannya masing-masing di dalam kelompok tersebut. Setelah semuanya selesai menceritakan harapannya, perwakilan dari setiap kelompok merangkum semua harapan dari anggota kelompok tersebut. Dari kesimpulan yang saya dapatkan dari semua peserta yaitu ingin lebih mengenal dirinya sendiri dan bisa berguna untuk orang lain.
Sebelum kegiatan hari pertama selesai ada sambutan dan prakata dari fasilitator lokakarya yaitu Pak Bayu Ludvianto. Pak Bayu sungguh sangat senang sekali bisa hadir dan berbagi ilmu di lokakarya ini. Karena biasanya lokakarya yang difasilitasi oleh beliau ini dilakukan dalam dua hari penuh dan itu biayanya lumayan besar. Lokakarya ini akan dilakukan dalam satu setengah hari dan peserta tidak dipungut biaya. Kemudian Pak Bayu memberikan PR sebelum hari esok belajar Graphologi, peserta harus membaca dahulu buku Analisis Tulisan Tangan. Hari pertama pun ditutup dengan do’a.
Udara yang  begitu dingin menusuk ke dalam tubuh. Mentari mulai muncul di ufuk timur menghangatkan tubuh yang menggigil kedinginan. Setelah mandi dan sudah bersiap untuk belajar grapho kami disediakan sarapan dahulu.
Tepat pukul 08.00 kami masuk ke aula lokakarya dan sambut oleh Pak Bayu dan rekan-rekan. Semua peserta duduk melingkar di sebuah kursi. Pertama-tama diawali oleh Mas Andri memperkenalkan profil tentang Pak Bayu dan sharing sedikit tentang pengalaman Mas Andri saat belajar Grapho. Kemudian Mas Andri mempersilahkan kepada Pak Bayu sebagai fasilitator lokakarya ini. Sesi pertama itu pengenalan tentang Grapho dan sharing pengalaman Pak Bayu.
Pak Bayu itu seorang dosen yang mengundurkan diri sebagai dosen dan sekarang sebagai trainer Grapho. Cerita Pak Bayu begitu inspirasi sekali. Selanjutnya Pak Bayu menanyakan kepada para peserta “Mengapa anda ingin mengikuti lokakarya ini?”
“Karena saya ingin lebih mengenal diri lebih jauh dan bisa berguna bagi orang lain” Jawaban salah satu peserta. Setelah itu Pak Bayu memberikan dua lembar kertas yang berisikan kotak-kotak dan ada gambar yang harus ditambahkan untuk menjadi sebuah gambar yang menarik. Semua peserta berkreasi membuat sebuah gambar yang ada di kertas itu. Gambar pertama itu ada lingkaran di dalam sebuah persegi. Lalu para peserta menggambarkan dalam bentuk macam-macam, ada yang menggambar jadi matahari, bunga, wajah senyum, jam weker, dll. Dari gambar pertama itu menunjukan citra dirinya sendiri.
Para peserta diberi lagi beberapa kertas HVS kemudian Pak Bayu mendiktekan sebuah kalimat. Setelah selesai para peserta disuruh menuliskan kembali kalimat tersebut dengan tekanan yang sangat kuat saat menulis kalimat tersebut. Yang kedua menulisnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Lalu menulis dengan huruf yang sangat kecil sekali, terakhir menulis dengan huruf yang sangat besar sekali. Kemudian Pak Bayu menanyakan “Bagaimana perasaan saat menulis seperti itu?”. Semua peserta menjawab sangat tidak nyaman.
Yah itulah berbagai macam tulisan yang nanti kita akan lihat saat menganalisis tulisan tangan. orang yang menulis dengan kecepatan tinggi dia itu suka berpikir cepat, tetapi kurang komunikatif. Orang yang tulisan begitu besar dia itu ingin mendapatkan perhatian.
Kemudian para peserta disuruh untuk berpasangan untuk membacakan dan menerangkan pola penulisan yang ada di layar secara bergantian. Setelah dua pembahasan para peserta disuruh mencari pasangan baru lagi untuk membacakan dan menjelaskan pola penulisan yang ada di layar secara bergantian lagi. Kemudian para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok berkunjung ke tiap stand, ada tentang margin, base line, ukuran tulisan, dan tekanan tulisan. Para peserta bertanya tentang bagaimana idealnya margin, ukuran dan apa sih karakter seseorang ada yang unik dari tulisan tangannya? Itu dijelaskan di setiap stand. Setelah semua kelompok berkeliling dan bertanya-tanya ke setiap stand lalu istirahat break snack dulu. Selesai break snack kegiatan dilanjutkan kembali seperti tadi peserta berpasangan untuk membacakan dan menjelaskan pola penulisan yang ada di layar. Lalu berkelompok lagi berkeliling dan bertanya di setiap stand. Waktu begitu tidak terasa sudah saatnya makan siang. Semua peserta makan siang dulu, makanannya benar-benar nikmat.





Setelah makan siang sekitar pukul 14.00 kami masuk ke aula lagi untuk melanjutkan kegiatan. Sebelum melanjutkan penjelasan tentang pola penulisan kami melakukan ice breaking dulu. Ice breakingnya semua peserta mengikuti gerakan mentor yang ada di depan. Semua peserta terlihat semangat dan ceria mengikuti gerakan – gerakannya. Semua peserta lebih bersemangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Para peserta berpasangan kembali dan membacakan dan menjelaskan pola penulisan selanjutnya secara bergantian. Saat penjelasan tentang huruf-huruf unik dan tanda tangan, Pak Bayu yang menjelaskannya. Para peserta banyak menanyakan saat penjelasan huruf-huruf unik. Setelah selesai menjelaskan yang terakhir para peserta kembali ke kelompoknya untuk berkeliling dan bertanya kepada stand pola penulisan. Ada sebelas pola penulisan yaitu margin, spasi, baseline, size atau ukuran tulisan, tekanan tulisan, zona penulisan, kemiringan tulisan, jenis huruf dan sambungan, kecepatan penulisan, huruf-huruf unik, dan tanda tangan. Kemudian kami istirahat kembali sholat magrib dan makan malam.  
Sekitar pukul 19.30 kami masuk kembali melanjutkan materi selanjutnya. Sekarang para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Kemudian setiap kelompok mempresentasikan salah satu materi pola penulisan yang tadi dibahas. Kelompok pertama akan mempresentasikan tentang huruf-huruf unik. Kelompok kedua akan mempresentasikan tentang kemiringan tulisan. Kelompok tiga akan mempresentasikan zona penulisan. Presentasinya cukup unik karena presentasinya menggunakan alat peraga. Kelompok pertama dikasih boneka, kelompok kedua alat-alat dapur, dan kelompok ketiga dengan tarian.
Kelompok pertama mempresentasikan menggunakan media boneka untuk menjelaskan pola penulisan huruf-huruf unik, presentasinya sangat seru semua orang pada ceria melihat penampilan dari kelompok pertama.
Kelompok kedua mempresentasikan menggunakan alal-alat dapur untuk menjelaskan pola penulisan kemiringan tulisan. Mereka membuat musik dari alat-alat dapur itu. Suasana semakin rame dengan gembrang-gembrung musik dapur itu.
Terakhir kelompok ketiga mempresentasikan menggunakan tarian untuk menjelaskan zona penulisan. Mereka menari dengan penuh keceriaan dan semua peserta sangat terhibur.
Kemudian kelompok tersebut membuat kolom dari ketas besar tentang pola penulisan. Kolomnya tidak ditulis oleh tulisan tangan tetapi menggunakan gambar yang ada di majalah. Semua peserta menempelkan gambar yang sesuai dengan karakter dari pola penulisan yang sebelas itu. Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 akhirnya kegiatan pun ditutup. Setelah selesai para peserta ngobrol-ngobrol dan ada api unggun sama bakar-bakar jagung. Walaupun hujan gerimis tetapi kegiatan api unggun dan bakar-bakar jagung tetap berlangsung. Suasana kebersamaan dan persaudaraannya begitu terasa saat bercanda sambil bakar jagung di udara yang sangat dingin itu.
Esok harinya kegiatan dilanjutkan kembali. Kemudian Pak Bayu memberikan contoh hasil penelitian tulisan tangan. Lalu Pak Bayu menaruh berbagai macam tulisan tangan untuk diamati oleh semua peserta. Semua peserta pun berkeliling melihat semua tulisan yang ada di depan dan menanyakan karakteristik seseorang tulisannya seperti ini atau seperti itu.
Setelah setengah jam mengamati berbagai macam tulisan saatnya mengamati tulisan para peserta yang sebelum lokakarya diberi PR menulis. Para peserta berpasangan dan mengamati tulisan pasangannya. Kemudian dijelaskan ke pasangannya hasil pengamatan itu. Waktu begitu tidak terasa sudah pukul 11.30 kegiatan lokakarya menggali visi pribadi dengan tulisan tangan diakhiri dengan foto bersama.
Lokakarya ini sungguh sangat berguna sekali bagi saya. Saya lebih mengenal tentang diri saya sendiri. Kemudian saya juga mendapatkan inspirasi dan motivasi dari lokakarya ini.
Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KAIL telah mengundang saya untuk mengikuti lokakarya ini.