Pelatihan CBS Desember 2015 - Visi dan Misi






Pada tanggal 5 Desember 2015 yang lalu KAIL mengadakan kembali pelatihan Cara Berpikir Sistem. Pelatihan ini diadakan di Rumah KAIL, Desa Cigarugak, Kabupaten Bandung. Pelatihan kali ini dipandu oleh para fasilitator Deta Ratna Kristanti, Melly Amalia, Agustein Okamita dari KAIL, dan Jessisca Fam dari YPBB.


peserta pelatihan System Thinking kali ini berasal dari beberapa organisasi dan beberapa orang yang berasal dari perorangan. Pada pelatihan ini para peserta diperkenalkan dengan konsep Cara Berpikir Sistem dan manfaatnya dalam pembuatan visi dan misi pribadi atau organisasi mereka. Selain itu, peserta juga belajar tentang konsep BOT, CLD, dan Leverage Point. Lewat permainan, peserta diajak untuk memahami tentang Open Loop, Closed Loop, dan Leverage Point. Setelah memahami, peserta diajak untuk mencoba membuat grafik Behavior Over Time (BOT), Causal Loop Diagram, dan mencari Leverage Point  dari CLD yang mereka peroleh.





Dari hasil belajar hari itu, para peserta diharapkan dapat membuat langkah-langkah praktis untuk menerapkan Cara Berpikir Sistem di organisasi maupun untuk visi dan misi pribadi.




Info Kegiatan: [Hari Belajar Anak] Kreasi Daun Kelapa


Hari Belajar KAIL datang lagi. Kali ini kita akan berkreasi dengan daun kelapa, bersama Kak Asep Suhendar dari Rumah Pelangi.

Minggu, 29 November 2015
Pk 10.00-12.00 di Rumah KAIL Kp. Cigarugak, Desa Girimekar
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Kontribusi Rp10.000/anak (sudah termasuk snack sehat) Acara ini terbuka untuk umum.
Informasi dan pendaftaran: Kak Deta Ratna Kristanti (0813 211 93234)

Ditunggu kedatangannya di Rumah KAIL..

Info Kegiatan: Pelatihan Cara Berpikir Sistem


Cara Berpikir Sistem adalah cara pandang dan cara pikir yang lebih holistik untuk memahami kompleksitas realita yang kita jumpai dalam hidup kita sehari-hari. Salah satu bentuk penerapan Cara Berpikir Sistem pemetaan hubungan sebab akibat berbagai elemen sistem sehingga kita dapat melihat dan mempelajari kompleksitas sistem secara keseluruhan, membuat analisis dan menentukan tindakan-tindakan strategis untuk menangani persoalan yang ingin kita selesaikan.

Jika Anda ingin mengubah realitas dunia ini, Cara Berpikir Sistem dapat sangat membantu anda memetakan dan menganalisis persoalan yang ingin Anda selesaikan. Jika Anda terlatih untuk berpikir secara holistik dan menentukan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan persoalan yang lebih kompleks yang ingin Anda selesaikan.

KAIL akan mengadakan Pelatihan CARA BERPIKIR SISTEM pada: 
Sabtu, 5 Desember 2015,
pk. 8.30-17.30
di Rumah KAIL, Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Info dan pendaftaran: 
Melly Amalia 082127253087
kail.informasi@gmail.com

Petualangan Menuju Kerajaan Jamur Tiram

Oleh: Navita Kristi

Cuaca cerah di pagi hari Minggu, tanggal 25 Oktober 2015 sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Belajar Anak di Rumah Kail. Tema belajar hari ini adalah “Petualangan Menuju Kerajaan Jamur Tiram”. Seru sekali, lho!

Kegiatan belajar anak-anak dimulai pada pukul 10 pagi. Menjelang dimulainya kegiatan, anak-anak mulai berdatangan ke Rumah Kail, baik anak-anak warga sekitar Cigarugak maupun yang datang dari luar Cigarugak. Mereka menunggu dimulainya kegiatan Hari Belajar Anak dengan membaca buku di perpustakaan anak Kail. Ada juga yang mengambil kertas dan pensil dan menggambar apapun yang mereka sukai sembari menunggu dimulainya kegiatan.

Pukul 10, kegiatan dimulai dengan dongeng yang dibawakan oleh Kak Deta, yaitu tentang Jack dan Pohon Buncis. Dongeng yang dibawakannya sangat seru, sehingga anak-anak menjadi terpukau oleh dongeng yang dibawakannya.




Setelah dongeng yang dibawakan oleh Kak Deta selesai, maka masuklah kepada inti acara, yang dibawakan oleh Kak Debby dan dua relawan dari Grow School Bandung. Pertama-tama, Kak Debby mengajak anak-anak untuk bermain menjadi penjelajah hutan dan jamur-jamur kecil yang pemalu. Anak-anak dibagi ke dalam kelompok penjelajah, kelompok anak jamur berwarna pink, kuning dan biru.

Dari permainan tersebut, anak-anak yang menjadi peserta HBA kemudian terbagi ke dalam kelompok penjelajah, kelompok jamur pink, jamur kuning dan jamur putih.
Setelah kelompok terbagi, anak-anak diajak untuk mengenal bagian tubuh jamur tiram. Mereka diberi kesempatan untuk memegang jamur tiram, membelahnya dan memperhatikan letak sporanya dengan cara membuat jejak spora jamur tiram. Kemudian, mereka diberi kesempatan untuk menggambar jamur tiram di kertas berwarna-warni dan menempelkannya di kertas besar Kerajaan Jamur Tiram.






Terakhir, setelah anak-anak puas bermain dan mengenal kerajaan jamur tiram, Kak Debby membagikan beberapa kotak berisi bibit jamur tiram yang siap dibudidayakan di media tumbuh yang sudah disiapkan. Anak-anak hanya perlu mengiris lapisan plastik pembungkus media tumbuh tersebut dan menyiramnya dengan alat siram yang sudah disediakan, selama dua kali sehari. Ternyata mudah saja!

Anak-anak peserta Hari Belajar Anak hari ini pulang dengan semangat membudidayakan jamur tiram yang bergizi dan sehat. Terima kasih, Kak Debby! Terima kasih kakak-kakak dari Grow School Bandung! Terima kasih, Growbox!


[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Kerajaan Jamur Tiram


Yuk, kita sama-sama bermain sambil belajar tentang jamur bersama Kak Debby dan kakak-kakak dari Growbox!


Hari Minggu, 25 Oktober 2015, pk. 10.00 - 12.00 WIB
di Rumah KAIL (Peta Lokasi : http://bit.ly/1RvPkRw)
Kontribusi Rp 10.000/ orang (sudah termasuk snack sehat)

Info dan Pendaftaran: Deta Ratna Kristanti: 0813 2119 3234 (SMS/WA)

KAIL RAYAKAN ULANG TAHUN & HUT RI


Rumah Kail tampak semarak di hari Minggu, 9 Agustus 2015. Ada hiasan kain merah putih di atap teras depan. Ada banyak orang berkerumun di halaman depan. Ada banyak anak-anak berkeliaran di lantai atas dan bawah Rumah KAIL. Semua bergembira karena pada hari itu, mereka semua merayakan ulang tahun KAIL yang ke 13 dan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70. 

Ini adalah kali kedua KAIL menyelenggarakan acara serupa. Berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya yang dirancang untuk umum, perayaan tahun ini difokuskan untuk anak-anak Kampung Cigarugak, kampung tempat Rumah KAIL berada. Selama perayaan ini, anak-anak bisa mendapatkan perlengkapan sekolah dengan harga murah di tempat bazaar. Anak-anak juga diundang untuk mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi oleh para relawan dan mitra KAIL, di antaranya membaca buku di perpustakaan anak, mendengarkan dongeng, membuat lukisan daun, membuat teropong, membuat topi serdadu rumput dan masih banyak lagi. Selama acara berlangsung, para pengunjung dapat menikmati hidangan yang disediakan.

Kegiatan ini dapat berlangsung atas dukungan dari para donatur barang-barang untuk bazaar, para relawan yang mempersiapkan dan melaksanaan kegiatan dan dukungan dari pemerintah dan warga setempat. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung perayaan ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat, khususnya untuk anak-anak Kampung Cigarugak!

[INFO KEGIATAN] Hari Ulang Tahun Kail ke-13 dan HUT Kemerdekaan RI ke-70

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KAIL ke-13 dan HUT Kemerdekaan RI ke-70, Kuncup Padang Ilalang (KAIL) akan mengadakan kegiatan sebagai berikut:

  • Bazaar Murah Perlengkapan Sekolah, Buku dan Mainan Anak (khusus untuk warga Cigarugak dan sekitarnya)
  • Pojok Permainan Anak (untuk umum)
  • Perpustakaan Anak dan Ibu (untuk umum)

Kegiatan ini akan diadakan pada

Hari/Tanggal: Minggu, 9 Agustus 2015
Waktu: Pk14.00-16.30WIB
Tempat: Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab Bandung.
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dan bagi yang berminat untuk menjadi relawan kegiatan, silakan hubungi Deta (kail.kerjasama@gmail.com atau HP 081809977225)

Berikut adalah poster undangan kegiatan untuk Warga Cigarugak.



[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Mendengarkan Dongeng dan Bermain Permainan Papan

Yuk, mendengarkan dongeng dan bermain permainan papan, pada Hari Belajar KAIL,
Minggu, 28 Juni 2015
Pk. 10.00-12.00
Di Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung. Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw



Kontribusi Rp5000/anak
Contact person: Deta Ratna Kristanti, 0818 0997 7225 (SMS/WA)

Menonton Film Whispers dan Berkarya di Rumah KAIL

Hari Minggu, 31 Mei 2015, anak-anak kembali berkumpul di Rumah KAIL untuk mengikuti Hari Belajar Anak (HBA) bulan Mei. Kegiatan kali ini adalah menonton film “Whispers”, yang menceritakan kehidupan seekor gajah bernama Whispers sejak baru lahir hingga menjadi gajah dewasa. Beberapa anak Cigarukgak antusias sekali, sampai-sampai mereka sudah tiba di Rumah KAIL sebelum jam 9 pagi. Padahal kegiatan baru akan dimulai pukul 10 pagi. Menjelang pukul 10, anak-anak Cigarukgak berdatangan. Tapi, tunggu dulu! Rupanya tidak hanya anak-anak Cigarukgak yang ingin mengikuti kegiatan di Rumah KAIL pada hari ini. Ada anak-anak lain yang datang dari Giri Mekar Permai, dari Cihampelas, Cibiru dan bahkan ada kakak beradik yang jauh-jauh datang dari Soreang untuk ikut kegiatan HBA ini. Asyik, tambah banyak teman!


Mendekati pukul 10, kakak-kakak relawan KAIL terlihat sibuk menyiapkan cat poster aneka warna di dalam baki-baki kecil. Wah…, untuk apa ya? Anak-anak yang sudah ramai berkumpul agak penasaran. Tapi kakak-kakak relawan tidak mau memberitahu dulu. Masih RAHASIA, kata mereka. Meskipun tambah penasaran, tapi anak-anak bisa menunggu dengan sabar.

Pukul 10 tepat, Kak Deta mengajak anak-anak untuk berkumpul di depan Rumah KAIL. Wah, peserta HBA kali ini cukup banyak, 24 orang anak dengan beragam usia dan tempat tinggal. Kak Deta mengajak anak-anak bergandengan tangan membuat lingkaran yang sangat besaaaar, yang besar dan yang keciiil. Sesekali Kak Deta mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati dan memperhatikan teman di sebelahnya. Setelah bermain membuat lingkaran, kak Deta lalu menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan anak-anak.




Sebelum menonton film, anak-anak diajak berkarya membuat cap tangan di kain. Rupanya itulah guna cat aneka warna yang sudah dipersiapkan tadi. Anak-anak dipersilahkan mencelupkan telapak tangan mereka pada baki berisi cat, kemudian menempelkannya pada kain belacu yang sudah disediakan. Mereka boleh mencapkan telapak tangan mereka berkali-kali dengan warna-warna yang berbeda. Ada anak-anak yang awalnya masih ragu-ragu, sehingga sangat berhati-hati memasukkan telapak tangan ke dalam baki berisi cat, ada juga yang dengan bersemangat langsung mencoba. Beberapa menit kemudian, semua anak sudah asyik membuat cap tangan sampai kain penuh.
Setelah kain penuh, Kakak meminta anak-anak melakukan satu tugas berpasangan. Tugasnya adalah mengecapkan tangan mereka di kertas yang Kakak bagikan. Satu tangan dicapkan di kertas sendiri, dan satu tangan lagi dicap di kertas teman. Jadi setiap anak mempunyai dua cap tangan di dalam kertas mereka, satu milik mereka, dan satu lagi milik teman mereka. Setelah melakukan tugas dari Kakak, teman-teman mencuci tangan dan bersiap menonton.

 

Film Whispers diawali dengan cerita bayi gajah Whispers yang baru lahir dari seorang ibu gajah bernama Hati Lembut. Ternyata, untuk melahirkan seekor anak gajah, ibu gajah harus mengandung selama 2 tahun! Selanjutnya, film ini mengisahkan kehidupan dan perjalanan Whispers di hutan Afrika. Durasi film Whispers ini cukup panjang, sekitar satu jam lebih. Kebanyakan anak belum dapat duduk tenang menonton selama satu jam. Jadi banyak anak yang sambil menonton bolak balik mengambil minum, ke toilet atau bercakap-cakap dengan teman. Tapi, ada juga anak-anak yang antusias memperhatikan dari awal sampai akhir cerita.

Setelah film selesai, rupanya kegiatan HBA hari ini belum berakhir. Kakak membagikan kertas berisi cap tangan anak-anak yang catnya sudah kering. Anak-anak disediakan crayon dan spidol, lalu mereka menciptakan gambar gajah dari cap tangan di kertas masing-masing. Bagaimana caranya ya? Kak Deta mulai membuatnya terlebih dahulu dan menunjukkannya pada anak-anak. Tapi tentu saja itu karya Kakak. Anak-anak boleh berkreasi sebebas-bebasnya di dalam kertas gambar mereka.
Setelah anak-anak menyelesaikan gambar mereka, masing-masing anak dengan karyanya difoto oleh Kak Alfred. Hasil karyanya keren-keren lho. Sesudah difoto, anak-anak dipersilahkan mencuci tangan dan makan snack (hari ini snacknya bakpao berisi kelapa dan gula merah J) yang sudah disediakan Ibu Melly. Setelah makan snack, anak-anak pun berpamitan pulang.





Terima kasih untuk semua yang sudah hadir! Bulan depan kita berkegiatan bersama lagi ya! (DRK)

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Nonton Film dan Berkarya

Menonton Film Whispers, an Elephant's Tale, dan Berkarya
Hari: Minggu, 31 Mei 2015
Waktu: Pukul 10.00 - 12.00 WIB
Tempat: Rumah KAIL
Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung



Kontribusi: Rp10.000,-/anak (sudah termasuk snack sehat dan bahan berkarya)

Pendaftaran: 0821 2725 3087

Merajut Yang Mengasyikkan

Merajut itu sulit ga sih? Pertanyaan itu pasti akan muncul di benak setiap orang bila mendengar kata ‘merajut’. Rasa penasaran dan pertanyaan itu berangsur akan berkurang bila kita sudah mencobanya. Bahkan, merajut itu akan membuat ketagihan.  Kenyataannya, kita tidak bisa berhenti menggerakkan tangan untuk terus melanjutkan dan melanjutkan. Itu yang saya alami pasca mengikuti Hari Belajar Kail (HBK). Dan saya mulai merasa merajut itu mengasyikkan. 

Minggu, tanggal 26 April 2015 lalu saya mengikuti Hari Belajar Kail. Temanya adalah Kelas Merajut Sederhana dengan nara sumber Agustein Okamita (Koordinator Divisi Informasi – Kail). Acara dimulai dari jam 10.30 dan diikuti oleh 6 orang peserta.  Mbak Tiitin (begitu biasa dipanggil) menjelaskan beberapa teknik dasar merajut sederhana, mulai dari hakken yang menggunakan satu jarum dan knitting menggunakan dua jarum rajut. Untuk kedua teknik tersebut, ternyata menggunakan jarum yang berbeda.

Target HBK hari ini adalah membuat sarung HP. Awalnya masing-masing peserta belajar menggunakan jarum rajut dan membuat rajutan dasar. Setelah lancar, kemudian kami merajut sesuai dengan tahapan alurnya dan disesuaikan dengan ukuran HP yang diinginkan. Belum terlihat bentuknya, tapi semangat peserta untuk mencoba tidak surut. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 dan perut sudah keroncongan minta diisi.


Akhirnya dengan terpaksa belajar merajut ini dihentikan. Winda, salah satu peserta seperti merasa berat beranjak dari tempat duduknya. Sepertinya masih ada rasa penasaran di wajahnya untuk bisa menyelesaikan rajutan tersebut.  Bagi saya, merajut itu membutuhkan kesabaran, ketelitian dan kreatifitas. Seperti keinginan anak saya, minta dibuatkan bando atau gelang. Mereka terinspirasi dari hasil karya yang dibuat oleh Mbak Titin. Untuk memenuhi harapan anak-anak, sampai di rumah saya coba membuat kembali rajutan tersebut. Meski belum selesai, tapi ini cukup membanggakan diri saya sendiri, bahwa saya bisa merajut. Anggapan selama ini yang tertanam dalam benak saya adalah merajut itu aktivitas perempuan sekali. Ternyata, saya bisa kalau mau belajar. Dan merajut itu memang asyik!

Kami merasa perlu bertemu kembali untuk bisa berbagi dengan teman-teman yang lain.  Bagaimana kelanjutan proses merajutnya, perasaannya saat merajut, pengalaman apa yang didapat dan produk yang dihasilkan. Entah apakah itu bisa difasilitasi atau tidak. Terima kasih Mbak Titin dan Kail. (MA)


***

Lokakarya Permakultur 2

Pada tanggal 7-8 April 2015, KAIL menyelenggarakan Lokakarya Permakultur yang kedua. Lokakarya ini berlangsung di Rumah KAIL dan dipandu oleh Rio dan Dhila Baharudin (Dhila) yang pernah beraktivitas di Bumi Langit.  Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari lokakarya sebelumnya yang berlangsung pada tanggal 10 Maret 2015 yang lalu. Lokakarya ini diikuti seluruh staff dan relawan KAIL dan perwakilan dari YPBB.

Pada hari pertama lokakarya, tim fasilitator lebih banyak mereview materi yang telah diberikan dalam lokakarya sebelumnya. Fasilitator mengulangi beberapa prinsip dalam permakultur, menambahkan dengan berbagai contoh dan hal-hal penting yang belum sempat tuntas terbahas dalam lokakarya sebelumnya.

Materi penting yang menjadi pokok bahasan adalah tentang zonasi dan tahapan-tahapan membangun permakultur, mulai dari membangun kesuburan tanah sampai merancang siklus materi tertutup yang bertujuan untuk mengembalikan keragaman dan kekayaan nutrisi tanah, keanekaragaman hayati, keragaman dan kombinasi tanaman yang dapat bekerjasama untuk memperkaya kesuburan tanah dan kombinasi tanaman tersebut. Fasilitator juga mempresentasikan berbagai teknik mengkompos yang dapat dipilih untuk diterapkan di setiap zona, antara lain teknik Hagel, yang menggunakan lapisan susunan karbon kering, hijauan, dan tanah lokal untuk mengembalikan kesuburan tanah dan juga membangun rumah cacing.
Selain itu, fasilitator juga menunjukkan prinsip-prinsip pengelolaan kebun, dengan menyesuaikan dengan aliran air, cahaya, dan angin. Semua itu dikelola untuk memaksimalkan efek perbaikan alam, yang menjadi sumber kehidupan pertanian yang akan dibangun.

Pada hari selanjutnya, para peserta dibagi menjadi 5 kelompok kerja. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk mendesain permakultur di lokasi yang berbeda, yaitu, sebelah depan, belakang, kiri, kanan rumah KAIL serta satu lokasi tambahan di dekat sungai.  Mereka mendata apa saja yang dibutuhkan oleh Rumah KAIL dan kemudian merancang permakultur berdasarkan kondisi alam lokal untuk memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan Rumah KAIL. Desain dibuat dalam bentuk gambar dan dipresentasikan di pleno untuk mendapatkan masukan dari anggota kelompok yang lain dan disinkronisasi dengan desain kelompok masing-masing.




Setelah itu, para peserta kembali ke kelompok masing-masing dan memutuskan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam dua jam ke depan. Kelompok-kelompok dapat bergabung untuk bekerja di salah satu kelompok. Akhirnya terbentuk empat kelompok kerja. Masing-masing kelompok membuat bed kreasi masing-masing. Sisi bed dibuat dari genteng bekas yang sudah tidak digunakan di Rumah KAIL. Di dalam bed tersebut disusun karbon kering, dedaunan hijau dan tanah yang semuanya diambil dari sekitar Rumah KAIL. Di dalam beberapa bed, sudah dibuat rumah cacing.





Meskipun melelahkan para peserta bekerja dengan gembira dan penuh semangat. Para peserta saling membantu kelompok lainnya dalam bentuk barter sumberdaya dan tenaga kerja. Selesai bekerja para peserta berkumpul kembali di Ruang Tengah dan berbagi pengalaman prakteknya. Setelah itu dilakukan diskusi mengenai tindaklanjut dari lokakarya ini. Para peserta dari KAIL bertanggung jawab untuk memelihara bed masing-masing. Untuk kepraktisan, ada kemungkinan tidak semua yang sudah dituliskan/digambarkan dalam rancangan dapat langsung dilaksanakan. Tim KAIL akan mendiskusikan dan mengambil keputusan sesuai perkembangan kondisi lapangan. Materi selanjutnya dari lokakarya Permakultur ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-13 Mei 2015 yang akan datang dengan pokok bahasan pembibitan dan persemaian.












***

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL 26 April 2015: Merajut Sederhana


Hari Belajar KAIL mengajak teman-teman untuk ikut serta dalam acara:
Kelas Merajut Sederhana
Bersama: Kak Agustein Okamita
Minggu, 26 April 2015
Pk. 10.00-12.00
Di Rumah KAIL Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Kontribusi: Rp20.000/orang (sudah termasuk snack, bahan, dan peminjaman alat rajut)
Terbuka untuk Umum.
Pendaftaran: Melly Amalia (082127253087)


[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak 26 April 2015: Persahabatan di Bibelbin dan Bibelbu


Mendengarkan dongeng dan berkarya bersama Kak Deta Ratna Kristanti
Minggu, 26 April 2015
Pk. 10.00-12.00
Di Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Kontribusi: Rp10.000/anak (sudah termasuk snack dan bahan berkarya)
Terbuka untuk anak usia TK dan SD.

Pendaftaran: Melly Amalia (082127253087)

Lokakarya Permakultur Tahap I untuk staff, relawan dan mitra KAIL

Pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 yang lalu, di Rumah KAIL diadakan Lokakarya Permakultur. Lokakarya ini merupakan tahap pertama dari rangkaian lokakarya untuk memahami dan mempraktekkan permakultur, khususnya di Rumah KAIL. Lokakarya ini diikuti oleh seluruh staf KAIL, tujuh orang dari YPBB, dan relawan KAIL. Awalnya lokakarya ini bertujuan untuk membuat perencanaan kebun di Rumah KAIL dengan prinsip-prinsip selaras alam. Untuk itu para staff KAIL merasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang kebun yang selaras alam tersebut. Dipilihlah metode permakultur (permaculture) untuk digunakan sebagai prinsip perencanaan kebun di Rumah KAIL. 

Lokakarya sehari ini difasilitasi oleh Dhila dan Rio. Mereka berdua pernah belajar dan menerapkan permakultur di Komunitas Bumi Langit Institute, Imogiri, Yogyakarta. Saat ini aktivitas sehari-hari Dhila dan Rio adalah bertani. Mereka menerapkan permakultur untuk diri mereka sendiri dan membantu pribadi-pribadi dan organisasi menerapkan permakultur di dalam konteks masing-masing.



Acara dimulai tepat pada pukul 9.30 pagi dan dibuka dengan pembukaan dan perkenalan yang dipandu oleh Deta Ratna Kristanti sebagai koordinator kegiatan. Setelah pembukaan dan perkenalan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi tentang keberlanjutan (sustainability) dan ekosistem, yang disampaikan oleh Dhila. Pada sesi ini, peserta diajak untuk melihat kembali pemahaman mereka tentang makna keberlanjutan dan sistem yang berkelanjutan keberlanjutan. Pada sesi ini Dhila mengajak peserta untuk berdiskusi tentang ekosistem, unsur-unsur yang ada di dalam ekosistem, hubungan setiap unsur dengan unsur lainnya, dan fungsi masing-masing unsur di dalam ekosistem itu. Diskusi berlangsung dengan seru, karena para peserta menyimak dengan serius, antusias bertanya dan memberikan pendapat mereka. Setelah diskusi yang seru, peserta menemukan bahwa ternyata metode permakultur erat kaitannya dengan manajemen diri, seperti memilah keinginan dan kebutuhan, mengelola disiplin diri dan mengelola rasa tanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan.



Sesi kedua dimulai setelah makan siang. Pada sesi kedua ini, Rio memulai sesi dengan menceritakan tentang faktor-faktor apa saja yang mendorong berkembangnya permakultur, mulai dari krisis ekologi sampai ke faktor ekonomi politik. Rio juga menjelaskan 12 prinsip dasar permakultur dan contoh-contoh penerapannya di berbagai bentuk ekosistem. Sesuai dengan tujuan lokakarya tahap pertama, dalam lokakarya ini, para fasilitator  banyak membuka wawasan dan menggali pemahaman akan prinsip-prinsip permakultur. Meskipun masih banyak hal yang membuat penasaran, akhirnya lokakarya pertama ini harus ditutup pada pukul 5 sore. Semua peserta sepakat untuk bertemu kembali pada tanggal 7 dan 8 April di Rumah KAIL, untuk bersama-sama mempraktekkan teknik permakultur di kebun Rumah KAIL



[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Menyemangati Anak Belajar


Apa yang akan membuat anak senang belajar? Bagaimana mendampingi anak agar bersemangat ketika belajar? Bagaimana menambahkan keinginan belajar mandiri pada anak?
Ikuti sesi berbagi dan dapatkan tips-tips untuk Menyemangati Anak Belajar.
Bersama Kenny Dewi​ Sidkar

Hari/tanggal: Minggu, 22 Februari 2015
Pukul 10-12 WIB
Tempat: Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang,Kab. Bandung
Peta Lokasi: http://bit.ly/1up7ZCc
Kontribusi: Rp20.000,-/peserta

Informasi dan pendaftaran: 
Deta Ratna Kristanti​ 
HP: 0821 2725 3087
email: kail.pelatihan@gmail.com
http://kail-bandung.blogspot.com
FB: Kuncup Padang Ilalang
Twitter: @kail_bandung

[INFO KEGIATAN] HARI BELAJAR ANAK: Gaya Rambut Pascal


Story telling dan workshop bersama Terra Kurnia Desita (Klub Anetta)

Minggu, 22 Februari 2015
Pukul 10-12 WIB
Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta lokasi: http://bit.ly/1oiT6PB
Kontribusi: Rp5.000,-/anak

Informasi dan pendaftaran:
Deta Ratna Kristanti
HP 0821 2725 3087

email: kail.pelatihan@gmail.com
FB: Kuncup Padang Ilalang
Twitter: @kail_bandung