Tampilkan postingan dengan label Cara Berpikir Sistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Berpikir Sistem. Tampilkan semua postingan

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 22 September 2019



Permasalahan, fenomena-fenomena, dan pola-pola dunia termuat dalam struktur sistem yang kompleks. Untuk memahami sistem yang kompleks, dibutuhkan cara berpikir yang tidak reduksionis dan tidak linear.

Cara Berpikir Sistem dapat membantu kita melihat realitas lebih utuh dan menganalisisnya untuk merancang perubahan yang mendasar ke arah lebih baik.

Mari mengikuti kesempatan:

Angkatan ke-40
Pelatihan Cara Berpikir Sistem
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat"

Minggu, 22 September 2019
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Pendaftaran:
bit.ly/CBS1909
Paling lambat tanggal Kamis, 19 September 2019 (kuota terbatas)

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL


[INFO KEGIATAN] Cara Berpikir Sistem Lanjut - 31 Agustus-1 September 2019



Di beragam kasus dan konteks, sistem berperilaku mengejutkan. Akibatnya, kita sering salah langkah atau terlambat melakukan antisipasi. Sebetulnya perilaku-perilaku tersebut memiliki pola-pola berulang yang dapat lebih mudah dikenali jika kita memahami Systems Archetypes. Bersama dengan pendalaman pemahaman mengenai 12 jenis leverage points, pemahaman akan Systems Archetypes akan melengkapi koleksi tools anda untuk membuat strategi perubahan radikal di dalam kehidupan pribadi, profesional dan sosial.

CARA BERPIKIR SISTEM LANJUT
Mendalami Systems Archetype & Leverage Points

2 DAYS TRAINING
Sabtu-Minggu, 31 Agustus & 1 September 2019
Pukul 08:00-17:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarukgak RT 03/RW 12, No. 37,
Girimekar, Cilengkrang, Kab. Bandung
(bit.ly/Lokasi_RumahKail)

Kontribusi:
Rp 1.000.000/orang

# Peserta berkesempatan mendapatkan 2 kali coaching pasca-training
# Pendaftar early bird yang memberikan kontribusi sebelum 17 Agustus 2019 mendapatkan diskon 20%
# Pendaftaran berkelompok 4 orang mendapatkan kursi gratis untuk 1 peserta tambahan

Pendaftaran:
bit.ly/CBSLanjut1908

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA)

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 21 Juli 2019



Permasalahan kompleks dalam realitas yang juga kompleks, membutuhkan cara pandang dan berpikir yang berbeda. Sebuah cara berpikir yang bisa membantu kita melihat realitas lebih holistik dan menganalisis permasalahan demi sebuah perubahan yang lebih baik.

Kesempatan terbuka kembali bagi kawan-kawan untuk mengikuti:

Angkatan ke-39
Pelatihan Cara Berpikir Sistem
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat"

Minggu, 21 Juli 2019
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Pendaftaran:
bit.ly/CBS1907
Paling lambat tanggal Senin, 15 Juli 2019 (kuota terbatas)

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Surakarta - Sabtu, 20 April 2019


Untuk kawan-kawan yang ada di Solo, Jawa Tengah dan sekitarnya!

Dalam mewujudkan harapan kita akan dunia yang lebih baik, kita seringkali dihadapkan dengan realitas yang kompleks. Untuk memahami realitas kompleks tersebut, dibutuhkan cara pandang yang bisa membantu kita menangkap dan menganalisis kompleksitas tersebut

Berikut kesempatan bagi kawan-kawan untuk mengikuti

Pelatihan Cara Berpikir Sistem

Sabtu, 20 April 2019
Pukul 08:00-18:00

di @yadisinispace | YADISINI Public Space, Jl. Yosodipuro No.122 Mangkubumen SOLO
(Timur Kimia Farma Solo Paragon Mall)
Lokasi: bit.ly/YADISINI

Patungan:
Umum: Rp 150.000,00/orang
Mahasiswa S1: Rp 75.000/orang
(Termasuk makan siang dan snack)

Pendaftaran: bit.ly/CBS1904
Maks 17 April 2019, pukul 12.00

Informasi:
085725344197 (SMS/WA) / kukuhsamudra.kail@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 24 Maret 2019


Pelatihan #systemsthinking kembali diadakan di Rumah Kail! Mari belajar dan berpraktek bersama, untuk mengasah kemampuan dalam memahami dan mempengaruhi kompleksitas di sekitar kita.

Angkatan ke-38
Pelatihan Cara Berpikir Sistem
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Minggu, 24 Maret 2019
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0319
Paling lambat tanggal Kamis, 21 Maret 2019 (pukul 12:00, kuota terbatas). Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 24 Februari 2019


Dalam dunia yang semakin kompleks, dibutuhkan kemampuan untuk melihat realita secara lebih holistik. Kemampuan tersebut dapat membantu kita memahami persoalan dan menyusun rencana yang lebih strategis dalam aksi-aksi kita mendorong perubahan.

Untuk mempelajari maupun meningkatkan kemampuan tersebut, mari mengikuti:

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-37

"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”
Minggu, 24 Februari 2019
Pukul 08:00-18:00


di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail


Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.


Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0219
Paling lambat tanggal Kamis, 21 Februari 2019 (Pukul 12:00), kuota terbatas.


Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com


Salam,
Perkumpulan KAIL


[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 20 Oktober 2018



Dalam keseharian kita sering mendengar istilah sistem. Mulai dari sistem pencernaan, sistem pendidikan, hingga sistem alam semesta. Sistem adalah kumpulan elemen yang saling terhubung, dengan fungsi dan tujuan tertentu.

Dengan berlatih Cara Berpikir Sistem, kita akan memiliki cara pandang yang lebih holistik untuk memahami realita sebagai sistem kompleks. Penerapan Cara Berpikir Sistem dapat membantu kita menganalisis persoalan dan menyusun rencana yang lebih strategis.

Mari belajar dan berlatih bersama di kegiatan:

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-36
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Sabtu, 20 Oktober 2018
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, RT 03/RW 12, No. 37,
Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta: bit.ly/rumahkail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS1810
Paling lambat tanggal Rabu, 17 Oktober 2018 (Pukul 09.00), kuota terbatas.

Informasi lebih lanjut:
0813-9429-0336 (SMS/WA)
kail.informasi@gmail.com

Terima kasih atas perhatian yang diberikan.

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 15 September 2018


Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-35
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Sabtu, 15 September 2018
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta: bit.ly/rumahkail

Kontribusi:
Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0918
Paling lambat tanggal 13 September 2018 (pukul 09.00), kuota terbatas.

Informasi:
0813-9429-0336(SMS/WA)
kail.informasi@gmail.com

Mari kita belajar berpikir sistem bersama untuk menghadapi tantangan-tantangan dunia. Sampai jumpa di Rumah KAIL.

Salam,
Perkumpulan KAIL

#systemsthinking #KailBandung #caraberpikirsistem #bandung #workshop #workshopbandung

[INFO KEGIATAN] Klub Cara Berpikir Sistem 28 Juli 2018: Mengenal Leverage Point



Dear alumni Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL,

Bagaimana perasaan rekan-rekan setelah mengikuti pelatihan CBS dasar? Merasa masih bingung atau ingin belajar lebih lanjut? 
Tahukah rekan, jika pada pelatihan dasar, kita hanya belajar beberapa dari 12 tipe leverage point?

Bagi rekan yang masih penasaran, mari belajar bersama di kegiatan:

Klub CBS Juli 2018:
Mengenal Leverage Point
(Trainer: Any Sulistyowati)

Hari: Sabtu, 28 Juli 2018
Waktu: 08.00-17.30
Tempat: Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, RT 03/RW 12 No. 37,
Girimekar, Cilengkrang,
Kab. Bandung (bit.ly/rumahkail)

Biaya Kontribusi:
Rp 50.000,00/peserta
(Termasuk makan siang dan snack. KAIL juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menyumbang secara sukarela agar kegiatan ini dapat terus berlanjut.)
.
Pendaftaran bit.ly/klubcbsleveragepoint
Maks. Rabu, 25 Juli 2018

(Kegiatan ini terbatas untuk alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL semua angkatan.) Informasi: 0813-9429-0336 (SMS/WA)

#systemsthinking #caraberpikirsistem #KlubCBS

[LIPUTAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 8 April 2018

Pelatihan Cara Berpikir Sistem (CBS) angkatan ke-34 diadakan pada tanggal 8 April 2018 di Rumah KAIL. Jumlah peserta kali ini sebanyak 23 orang. Pelatihan ini didukung oleh 3 orang trainer, yaitu Fransiska Damarratri (Siska), Deta Ratna Kristanti (Deta), Debby Josephine (Debby), dan Kukuh Samudra (Kukuh). dan ada 6 orang mentor, yaitu Siska, Debby, Deta, Navita Astuti (Vita), Fikri Amri (Fikri), dan Jenal Mustofa (Jenal), serta satu relawan notulen (Linda) dan satu relawan dokumentasi foto (Tini M. Tapran).

Pelatihan CBS ini diawali dengan Sesi Perkenalan antara peserta, mentor dan trainer yang dilaksanakan di kebun KAIL, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan KAIL dan kegiatan-kegiatan KAIL yang dibawakan oleh Kukuh Samudra.


Perkenalan dan Pengantar tentang KAIL oleh Kukuh Samudra

Sesi Perkenalan CBS dibawakan oleh Fransiska Damarratri, mengenai empat kebijaksanaan dalam Cara Berpikir Sistem, yaitu : (1) Melihat realita apa adanya, (2) Fokus pada keseluruhan, (3) Solusi jangka panjang, (4) Mengenali konsekuensi yang tidak direncanakan (unintended consequences).
Beberapa pertanyaan menarik dilontarkan oleh peserta, terkait : “Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita sudah melihat secara keseluruhan atau belum? Bagaimana keseluruhan didefinisikan?” Trainer menjawab, “Model atau sistem yang kita lihat, pada dasarnya tidak akan pernah mencapai fase ‘lengkap’. Yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki model atau cara pandang kita sehingga lebih lengkap dalam memandang realitas. Yang perlu kita lakukan adalah rendah hati mengakui limitasi kita.” Trainer juga menambahkan, “Oleh karena itu, untuk mendapatkan model yang lengkap, diharapkan setiap orang dapat saling berjejaring dan bekerjasama.”


Pengantar Cara Berpikir Sistem dibawakan oleh Fransiska Damarratri

Sesudah sesi Perkenalan CBS, Debby membawakan Sesi Visioning atau Menggambar Visi. Dua puluh tiga peserta selanjutnya dibagi dalam beberapa kelompok. Pembagian kelompok dimaksudkan agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif.
Setelah itu, peserta diminta berdiskusi dan menyepakati sebuah kasus. Dari kasus tadi lantas digambar visi kolektif. Sesi ini dimaksudkan untuk memudahkan peserta bekerja di sesi selanjutnya.



Sesi Visioning dan Menggambar Visi

Setelah proses menggambar visi, peserta berlatih merumuskan indikator yang menjadi turunan visi di dalam kelompok. Untuk memastikan setiap peserta paham, masing-masing peserta di dalam kelompok membuat tiga buah indikator lengkap dengan grafik behaviour over time (BoT)-nya.


Merumuskan indikator dan membuat Behavior Over Time (BOT)

Setelah lancar membuat indikator dan BoT, peserta melakukan permainan merangkai kata yang merupakan simulasi penalaran hubungan sebab akibat.
Kemudian, peserta bermain games tentang segitiga idola sebagai pengantar pemahaman kepada istilah leverage points. Kemudian dilanjutkan dengan permainan living loops yang menggambarkan tipe-tipe sistem antara lain : (1) Sistem Terbuka dan (2) Sistem Tertutup, yang terdiri dari reinforcing loop dan balancing loop.

Permainan untuk mengenali tentang sistem terbuka dan tertutup

Setelah permainan, peserta melanjutkan memperluas CLD, berlatih menemukan loop dari CLD yang telah diperluas, hingga menentukan rencana kegiatan strategis dari loop yang ditemukan.



Pelatihan CBS hari ini diakhiri dengan sharing dari setiap peserta maupun mentor dan trainer menyebutkan satu kata yang mewakili keseluruhan hari itu menurut masing-masing.

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem (Angkatan 34) - 8 April 2018


Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-34
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Minggu, 8 April 2018
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar
Kec. Cilengkrang,
Kab. Bandung
(bit.ly/rumahkail)

Kontribusi:
Rp 100.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 200.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)

*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS1804
paling lambat tanggal 4 April 2018, kuota terbatas.

Informasi:

0813-9429-0336(SMS/WA)
kail.informasi@gmail.com

Mari kita belajar berpikir sistem bersama untuk menghadapi tantangan-tantangan dunia. Sampai jumpa di Rumah KAIL.

Salam,
Perkumpulan KAIL

[LIPUTAN] Pelatihan Mentor Cara Berpikir Sistem 24 Maret 2018

Akhir-akhir ini pelatihan Cara Berpikir Sistem semakin ramai diminati. Hampir selalu pendaftar melebihi kuota. Alasannya sederhana, kapasitas Rumah KAIL yang tidak memungkinkan untuk menampung lebih dari 20 peserta.

"Untuk melayani lebih banyak peminat, mengapa tidak diadakan lebih sering?" begitu kira-kira pertanyaan yang tidak jarang muncul. Untuk masalah ini, kendala ada pada jumlah manusia. Kendala kesibukan staf (yang tidak hanya berkegiatan di KAIL) dan jumlah mentor yang terbatas. Agenda empat kali Pelatihan selama satu tahun merupakan agenda optimal.

KAIL memiliki impian agar Cara Berpikir Sistem dipelajari lebih banyak orang. KAIL ingin Cara Berpikir Sistem dapat digunakan seluas-luasnya sebagai alat analisis masalah untuk dunia yang lebih baik. KAIL ingin lebih sering mengadakan pelatihan Cara Berpikir Sistem. KAIL memiliki impian agar pelatihan Cara Berpikir Sistem berkembang menjadi lebih inovatif. Dan KAIL berharap pelatihan Cara Berpikir Sistem dapat disampaikan secara efektif dan optimal.

Itulah kira-kira alasan KAIL mengadakan Pelatihan Mentor Pelatihan (Training for Trainers) Cara Berpikir Sistem. Pelatihan ini baru diadakan lagi setelah dua tahun vakum.

Jika Anda mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem, sesi ceramah merupukan sesi dengan porsi yang sedikit. Desain pelatihan lebih banyak memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar dan bekerja di dalam kelompok maupun mandiri. Kerja di dalam kelompok didampingi oleh para mentor. Mentor adalah bagian penting dari pembelajaran peserta CBS. KAIL pun percaya bahwa dari alumni-alumni pelatihan berpotensi menjadi mentor bagi peserta di masa depan.

Tanggal 24 Maret yang lalu, KAIL mengundang kembali para alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk mengikuti pelatihan Mentor Pelatihan Cara Berpikir Sistem. Pelatihan Mentor dihadiri delapan orang alumni: Lindawati Sumpena, Stefie H. Alexander, Fikri H. M. Amri, Jeremia B. Manurung, Jenal Mustofa, Dimas A. Negara, Tini Martini Tapran, dan Dwi Yulianto.

Sesi sharing di awal antara KAIL dan alumni Pelatihan CBS




Foto bersama

Pelatihan berlangsung dalam suasana santai dari pukul 09.00-16.00 bertempat di Rumah KAIL. Materi yang diberikan secara garis besar adalah pendalaman konsep Cara Berpikir Sistem, dasar-dasar mentoring dan fasilitasi, serta tips-tips mentoring Cara Berpikir Sistem. Meski berlangsung seharian, peserta tampak masih bersemangat dan justru mengeluhkan waktu yang terbatas.


Pelatihan ini merupakan ajang berbagi. Rekan-rekan dari KAIL berbagi pengalaman menjadi mentor pelatihan Cara Berpikir Sistem. Sementara beberapa peserta yang memiliki pengalaman sebagai fasilitator, membagikan pengalaman mereka. Peserta pun tidak segan untuk memberikan masukan dan evaluasi bagi KAIL di sesi ini.

Tidak kalah penting, peserta juga berbagi snack di antara mereka. Ada pempek dari Bu Tini (Tini Martini Tapran), cakue dari Kang Dwi (Dwi Yulianto), dan kopi dari Kang Jenal (Jenal Mustofa).

Dengan semakin banyak mentor Pelatihan Cara Berpikir Sistem, KAIL berharap semakin luas ilmu CBS ini tersebar, dan semakin terjangkau bagi para pemburu ilmu. Serta agar CBS mampu memenuhi tantangan zaman ketika banyak dijangkau dan dipraktekkan oleh lebih banyak orang
Peserta berlatih kembali




.

[LIPUTAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 11 Februari 2018


Peserta, trainer dan mentor berfoto bersama

Minggu 11 Februari 2018 Perkumpulan KAIL menyelenggarakan pelatihan “Cara Berpikir Sistem” angkatan ke-33 yang bertempat di Rumah Kail. Dalam pelatihan ini, terdapat lima trainer atau mentor yang terlibat, yaitu Kukuh Samudra, Fransiska Damarratri, Melly Amalia, Farhad Zamani, dan Muhammad Rushdi. Terlibat di hari-H adalah tim konsumsi yang terdiri dari Didit Indriani dan Teh Euis sehingga saat pelatihan para peserta bisa dengan lancar mengikuti pelatihan tanpa takut kelaparan.

Lusi, peserta dari Surabaya meyampaikan kesan mengenai Rumah KAIL dan hidangannya, “Seneng banget, di Rumah KAIL kita dijamu dengan dengan makanan sehat, buah-buahan, dan jamur-jamuran yang aku aku percaya itu sehat banget tanpa micin.”

Animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem kali ini cukup besar. Tercatat lebih dari tiga puluh pendaftar. Menimbang kapasitas maksimal Rumah KAIL yang terbatas untuk menampung dua puluh lima peserta, kali ini panitia pun membuka formulir waiting list bagi pendaftar yang mendaftar di waktu akhir. Bagi pendaftar yang masuk  waiting list, Tim Cara Berpikir Sistem akan memberikan prioritas slot pendaftaran pelatihan berikutnya yang rencana akan diselenggarakan bulan April 2018.

Para peserta pelatihan Cara Berpikir Sistem datang dari berbagai latar belakang dan organisasi. Ada yang mendaftar secara pribadi, ada pula yang mendaftar karena secara khusus mewakili organisasi. Beberapa organisasi yang terlibat antara lain: Pematang, GAMAIS ITB, Koperasi Pendidikan Ura-Ura, Himpunan Mahasiswa Teknik Bioenergi “Rinuva” ITB, dan Turun Tangan Bandung. Catatan khusus peserta dari Koperasi Pendidikan Ura-Ura, mereka secara khusus datang jauh dari Surabaya.

Pelatihan hari itu dimulai pukul 08:30 dengan sesi perkenalan antar peserta dan tim fasilitator. Pelatihan dimulai dengan ceramah tentang perkenalan dan contoh kebijaksanaan cara berpikir sistem. Tidak hanya mendengar ceramah, dalam pelatihan ini peserta justru lebih banyak berlatih secara mandiri atau berkelompok.

Peserta bekerja di dalam kelompok


Dua puluh peserta pelatihan dibagi ke dalam lima kelompok. Di kelompok, peserta diminta untuk berpikir dan menetapkan satu kesepakatan yang menggambarkan visi mengenai dunia, kegiatan, dan capaian. Peserta diminta untuk menggambarkan harapan, impian, kegelisahaan, dan persoalan yang ingin dipecahkan dalam lima tahun mendatang. Visi kelompok ini yang selanjutnya menjadi landasan masing-masing kelompok dalam berproses selama satu hari.

Setelah menentukan visi masing-masing peserta diperkenalkan dengan instrumen cara berpikir sistem seperti indikator, perilaku terhadap waktu (behaviour over time), hingga diagram sebab-akibat (causal loop diagram).

Metode belajar dengan permainan diterapkan agar proses belajar lebih menyenangkan. Melalui permainan “segitiga idola” dan “living loops”, peserta belajar memahami leverage point.

Permainan living loop membantu peserta memahami Cara Berpikir Sistem


Setelah peserta berhasil memperluas CLD dan menemukan leverage point, proses berlanjut hingga peserta dapat menyusun rencana kegiatan strategis. Pelatihan yang semula direncanakan selesai pukul 18.00 ternyata mulur hingga 45 menit. Hal ini disebabkan para peserta sangat bersemangat untuk menceritakan hasil belajar-visi, diagram sebab-akibat, dan rencana kegiatan strategis-masing-masing kelompok.

Berikut beberapa testimoni dari beberapa peserta pelatihan:

“Kompleks banget, kita bisa berpikir secara lebih luas. Biasanya kita hanya berpikir satu aspek yaitu perspektif kita sendiri, tapi di sini kita betul-betul harus melihat korelasi dan jembatan dari tiitk itu. Dengan mengetahui titik lain, jadi lebih berdampak.” – Lusi dari Koperasi Pendidikan Ura-Ura


“Sesuatu hal yang baru bagi saya. Dari sini dapat banyak insight, kita tidak bisa parsial melihat masalah, ada banyak sudut pandang dan dialog dari berbagai stakeholder. Sintesis solusi harus melibatkan seluruh stakeholder.” – Nadine Afriza

“Aku sebetulnya ikut ini ingin melihat cara pandangku selama ini apakah sudah sesuai atau belum? Ini sangat berkesan, jadi seperti selama ini aku banyak berasumsi. Untuk Rumah Kail sendiri, aku ingin jadi relawan boleh, tidak? Karena Rumah Kail dan permakulturnya inspiratif sekali.” – Dania Sundari

“Hari ini kami berprogress dalam menentukan arah gerak sedikit-demi sedikit. Sebetulnya ini sangat bermanfaat, materi yang harus diterima oleh mahasiswa baik itu aktivis atau bukan. Karena dapat diaplikasikan untuk membuat program himpunan, tugas akhir, atau pengembangan masyarakat” – Pematang Indonesia

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem (Angkatan 33) - 11 Februari 2018



Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-33

"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Minggu, 11 Februari 2018
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak
RT 03/RW 12 No. 37,
Desa Girimekar
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Peta: bit.ly/rumahkail)

Kontribusi:
Rp 100.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 200.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.


Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0218
paling lambat tanggal 7 Februari 2017, kuota terbatas.

Informasi:

0813-9429-0336(SMS/WA)
kail.informasi@gmail.com



Mari kita belajar berpikir sistem bersama untuk menghadapi tantangan-tantangan dunia. Sampai berjumpa di Rumah KAIL.

Salam,
Perkumpulan KAIL

[LIPUTAN] Kegiatan Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 30 September 2017

Liputan Kegiatan Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 30 September 2017
Oleh: Navita Kristi Astuti


Berfoto bersama di Kebun KAIL

Lokakarya Cara Berpikir Sistem diadakan pada tanggal 30 September 2017. Lokakarya ini merupakan lokakarya ketiga yang diadakan dalam tahun 2017 ini setelah sebelumnya diadakan di bulan Februari dan Mei.

Staf Kail yang terlibat sebagai mentor maupun trainer dalam kegiatan pelatihan ini adalah: Melly, Debby, Deta, dan Vita. Relawan Kail yang turut mendukung sebagai trainer adalah Kukuh Samudera. Tidak ketinggalan, satu staf Kail lainnya yaitu ibu Didit mendukung di bagian konsumsi dan keuangan.

Kegiatan lokakarya dimulai dengan sesi perkenalan antar peserta yang dibawakan oleh Debby, kemudian perkenalan KAIL, dibawakan oleh Melly. Sesi Pengantar Cara Berpikir Sistem dibawakan oleh Kukuh Samudra. Pada sesi ini, Kukuh memulai dengan memberikan pertanyaan awal tentang apa definisi sistem. Peserta menjawab dengan berbagai jawaban, sambil sesekali diberi pertanyaan pancingan oleh Kukuh, hingga akhirnya diskusi mengerucut pada definisi sistem menurut Cara Berpikir Sistem. Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain, serta memiliki perilaku tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Dalam presentasi tersebut, Kukuh menerangkan tentang perilaku sistem dan apa akibatnya jika seseorang mengabaikan perilaku sistem. Bila seseorang mengabaikan salah satu elemen di dalam sistem, maka akan terjadi unintended consequences. Hal ini dicontohkan oleh Kukuh dengan kisah tentang komitmen Pemerintah Jakarta untuk membasmi tikus. Pemerintah berniat memberikan insentif berupa uang yang cukup banyak apabila tikus berhasil dibasmi. Namun apa yang terjadi? Bukannya berkurang, populasi tikus justru semakin banyak. Ini diakibatkan oleh karena masyarakat mengharap uang dari insentif pembayaran tikus tersebut. Agar tetap mendapatkan uang hasil insentif tersebut, sekelompok orang justru beternak tikus, supaya selalu ada tikus yang dibasmi.


Sesi visioning di kelompok

Setelah Pengantar Cara Berpikir Sistem, sesi berikutnya adalah belajar menerapkan teknik-teknik Cara Berpikir Sistem. Tahap awal yang dilakukan adalah Visioning yang dibawakan oleh Debby. Di dalam Sesi Visioning ini, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan minat atau organisasi. Ke-17 peserta yang hadir dibagi dalam kelompok sebagai berikut:
1. Kelompok BUMDES
2. Kelompok PMII
3. Kelompok Sacita Muda
4. Kelompok JBM (Jaringan Buruh Migran)
5. Kelompok Umum (terdiri dari peserta dengan minat yang beragam)


Pada saat visioning, setiap kelompok diharapkan menggambar harapan mereka dalam 5 tahun ke depan tentang organisasi mereka serta bagaimana keadaan masyarakat yang dipengaruhi oleh gerakan organisasi mereka.






Membuat indikator dan BOT

Setelah peserta membuat visi mereka dalam 5 tahun ke depan, maka peserta belajar merumuskan indikator. Indikator adalah suatu peristiwa atau tindakan yang dapat terukur, dan merupakan bagian dari perwujudan visi yang telah digambarkan dalam sesi sebelumnya. Indikator dapat dibuat sebanyak-banyaknya sesuai keadaan yang dialami oleh tiap-tiap kelompok. Setelah indikator dibuat, setiap kelompok belajar membuat hubungan sebab akibat antara satu indikator dengan indikator lainnya, yang disebut sebagai causal loop diagram (CLD). Hubungan sebab akibat ini diberi tanda panah. Anak panah yang keluar dari suatu indikator artinya indikator tersebut mempengaruhi indikator lainnya.


Permainan Leverage Points

Setelah CLD setiap kelompok dibuat, peserta belajar tentang leverage point. Leverage Points adalah indikator-indikator di dalam sistem yang apabila diintervensi, akan cukup besar mempengaruhi indikator-indikator lainnya. Hal ini ditandai dengan adanya loop (kumpulan indikator yang membentuk hubungan sebab akibat melingkar) serta jumlah panah keluar terbanyak dari indikator tersebut.

Menjelang akhir pelatihan, peserta belajar tentang cara menyusun strategi intervensi sistem yang dibawakan oleh Deta.

Sesi ini kemudian diakhiri dengan ungkapan kesan-kesan yang dialami peserta selama pelatihan.

[LIPUTAN] Workshop Cara Berpikir Sistem di Rumah Kail - 7 Mei 2017


oleh Kukuh Samudra

 Saling berbagi indikator dan hubungan sebab akibat bersama-sama

Minggu (7/5/2017), KAIL kembali mengadakan kegiatan lokakarya Cara Berpikir Sistem di Rumah KAIL, di Kampung Cigarugak, Kelurahan Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Peserta lokakarya kali ini berjumlah 9 orang yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan pendidikan. Untuk mempermudah proses belajar, para peserta dibantu oleh tiga orang trainer, yaitu Fransiska Damarratri, Debby Josephine, dan Kukuh Samudra serta tiga orang rekan-belajar yang terdiri dari Melly Amalia, Terra Kurnia, dan Zaenal. Rekan-belajar ini tidak lain adalah para alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem yang ingin berproses kembali bersama peserta lokakarya.

Salute to the sun sebelum memulai kegiatan

Tema Cara Berpikir Sistem kali ini cukup unik, yaitu “Pluralisme”. Untuk tema yang spesial, KAIL kali ini mempersiapkan metode dan proses yang berbeda dibandingkan kegiatan-kegiatan Cara Berpikir Sistem, yang sebelumnya lebih banyak dibawakan dengan format pelatihan. Jika di pelatihan-pelatihan sebelumnya para peserta biasanya dibagi ke dalam beberapa kelompok/individu yang menghasilkan diagram-sebab-akibat masing-masing, kali ini seluruh peserta diproses untuk dapat menghasilkan sebuah diagram-sebab-akibat kolektif.

Menuangkan visi NKRI bersama

Berfoto bersama setelah sharing visi dan misi

Di awal proses masing-masing peserta diminta untuk menceritakan kegiatan sehari-hari, visi mengenai NKRI yang ideal, ciri-ciri yang menunjukkan kondisi ideal tersebut, dan kondisi-kondisi yang menjadi kekhawatiran mereka saat ini. Para peserta ternyata memiliki bermacam-macam visi yang unik. Ada yang memiliki kepedulian di bidang sandang, energi, pertanian-pemuda, air bersih, hingga kekayaan alam laut. Setelah itu peserta diminta untuk menggambarkan visi mereka sehingga tercipta sebuah gambar kolektif. Para peserta sepakat untuk memberi judul gambar tersebut dengan “Visi NKRI Kita”.


Penjelasan tentang Cara Berpikir Sistem oleh trainer Debby
Trainer Kukuh menjelaskan tentang Leverage Points

Peserta berlatih membuat indikator

Permainan sebab-akibat untuk menghindari lompatan logika
Untuk tema yang spesial, KAIL tidak ketinggalan mempersiapkan menu istimewa. Konsumsi yang dipersiapkan oleh Deta Ratna Kristanti dan Didit Indriati turut memeriahkan tema pluralisme. Hal ini tercermin dari keberagaman menu makanan yang dihidangkan. Pagi hari peserta telah disuguhi dengan pisang rebus. buah pepaya segar, serta kolak berisi pisang, labu, dan ubi. Menu makan siang peserta memiliki pilihan tiga macam karbohidrat berupa nasi putih, nasi merah, dan nasi jagung dengan lauk tahu-jamur dan capcay aneka sayuran. Sementara pada sore hari peserta dapat menikmati wedhang bandrek, beberapa jenis kacang rebus beserta colenak. Seolah telah menjadi andalan untuk tiap pelatihan KAIL, para peserta mengaku puas dengan makanan KAIL yang sehat dan lezat.

Makan siang sehat yang disiapkan oleh Rumah KAIL
Pelatihan hari itu berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal pukul 18.00. Di akhir kegiatan, peserta diminta untuk menyampaikan kesan-kesan selama pelatihan. Feliciana, mahasiswa Jurusan Kriya Tekstil berpendapat metode Cara Berpikir Sistem ini dapat membantunya untuk menyelesaikan tugas akhir. “Metode ini saya yakin sangat berguna untuk bekal hidup saya di masa depan”, tutur Ishlah yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Perminyakan.  

Memulai Causal Loop Diagram dengan bekerja dari indikator pribadi

Permainan Living Loop untuk memahami sistem tertutup

Rehat dengan peregangan sejenak sebelum sesi terakhir
Causal Loop Diagram bersama dari berbagai indikator dan isu yang menjadi keprihatinan peserta

[TESTIMONI] Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL

oleh: Andy Sutioso dari Rumah Belajar Semi Palar

Menyusul teman-teman KPB (Kelompok Petualang Belajar) yang sudah terlebih dahulu berkesempatan belajar dari KAIL mengenai CBS (Cara Berpikir Sistem), kali ini 6 personil Semi Palar berangkat ke Rumah KAIL di Cigarugak (daerah Cijambe – Ujung berung) untuk belajar soal ini.

Berpikir Sistem bukan sesuatu yang terlalu asing buat Semi Palar karena pembelajaran di Semi Palar berpijak di atas pendekatan yang sejalan dengan ini. Kalau soal pemahaman, tentunya kami masih harus terus belajar/ System Thinking atau kerap juga disebut Holistic Thinking adalah cara pandang atau pola pikir yang memandang segala sesuatu sebagai serba terkait atau terkoneksi. Bahwa perubahan di satu komponen sedikit banyak akan memengaruhi komponen lain, sub-sistem lain atau sistem besar secara keseluruhan. Pendidikan Holistik berpijak di atas cara pandang/paradigma ini (paradigma holistik).

Di luar itu masih sangat banyak yang belum juga kami ketahui atau betul-betul kami pahami. Karenanya Sabtu, 2 April lalu, 6 personel Semi Palar berangkat ke Kail, untuk memperdalam pemahaman kami tentang hal ini. Kali ini yang mengikuti pelatihan adalah kak Ome, kak Fikri, kak Ine, Kak Lyn, Kak Danti dan kak Andy. Satu kakak lain (kak Koben) yang direncanakan ikut tidak jadi hadir karena kesehatan tidak mengijinkan.

Menyusun indikator dalam Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL
 (Dokumentasi Pribadi)
Ada 23 peserta di pelatihan kali ini. Selain 6 orang dari Semi Palar, Ray dan Kevin yang berhalangan di pelatihan KPB juga hadir, lalu beberapa teman dari Universitas Padjajaran dan ITB.

Banyak hal yang kami peroleh di pelatihan ini. Yang jelas pelatihan kali ini melengkapi kepingan-kepingan penting dari proses kami memahami berbagai hal mengenai pendidikan holistik juga tentang bagaimana berpikir holistik. Yang sangat kami dapatkan di sini adalah sistematisasi berpikir sistem/berpikir holistik. Apa yang dibagikan teman-teman KAIL sangat melengkapi pemahaman kami dan memberi gambaran lebih jelas bagaimana menerapkan berpikir sistem atau berpikir holistik sampai ke tataran teknis dan strategi.

Mulai jam 9 pagi hingga matahari terbenam, kami menjalani sesi demi sesi. Paparan, workshop, permainan, simulasi dan tanya jawab. Setiap kelompok didampingi satu fasilitator yang membantu kelompok dalam diskusi mulai dari visi dan misi hingga memetakan langkah2 strategis yang diharapkan bisa berdampak paling maksimal setelah memahami konektivitas antar komponen / elemen. Keren! Seru! Yang agak mengganggu hanya satu – kebetulan tetangga dekat KAIL sedang hajatan, sehingga seharian penuh kami disuguhi live music yang berkumandang keras oleh pengeras suara dengan berbagai jenis sajian musik




Sesi demi sesi Pelatihan Cara Berpikir Sistem diikuti oleh peserta(Dokumentasi Pribadi)
Rehat siang hari diisi makan siang spesial yang disiapkan tim KAIL. Sebagian bahan adalah hasil kebun permakultur yang dibudidayakan keluarga besar KAIL. Spesial!

Sekitar waktu Maghrib, kegiatan ditutup dengan pesan dari mbak Any (founder KAIL) agar apa yang didapatkan bisa diterapkan di kegiatan kita semua di tempat masing-masing. Mbak Any juga menitipkan untuk mengundang teman-teman lain dari berbagai lembaga ataupun individu untuk ikut serta dalam pelatihan ini.

Masalah-masalah yang timbul di masyarakat mulai dari isu lingkungan hidup, sosial, teknologi, kebudayaan, ekonomi dan lain sebagainya berakar dari ketidakmampuan kita untuk memandang fenomena secara tepat dan melihat situasi secara utuh (holistik).

Pendidikan yang kita terima selama ini ternyata hanya membuat kita mampu memandang segala sesuatu secara parsial atau secara sempit. Bisa dipahami karena sejak kita kecil–bertahun-tahun kita belajar di dalam berbagai kotak. Ruang kelas, mata pelajaran, buku-buku paket, jadwal pelajaran, penjurusan, dan masih banyak lagi. Padahal segala sesuatu di alam semesta ini bekerja secara sistemik dan saling terhubung. Jadi, kita perlu belajar lagi…

Salam.

[TESTIMONI] System Thinking?

oleh: Ayu Medina Lestari
Peserta Pelatihan CBS 2 April 2017


Tidak, saya tidak akan mengajarkan apa itu system thinking dan segala penerapannya di sini.

Jadi hari minggu ini kegiatan saya berbeda, bukan mengajar gambar, melainkan mengikuti sebuah workshop bernama Cara Berpikir Sistem. Workshop ini diadakan oleh sebuah organisasi non-profit bernama KAIL, Kuncup Padang Ilalang. Organisasi ini memang fokus kepada pengembangan masyarakat, dan workshop dengan topik tersebut memang rutin diadakan.

Pagi ini saya dan teman-teman saya berkunjung ke Rumah KAIL untuk mengikuti workshop yang terletak di Kampung Cigarugak, Kabupaten Bandung. Ya, saya tidak tahu persis jalan menuju ke sana bahkan hingga saat ini karena sepanjang perjalanan saya tertidur, hahaha, maafkan. Sesampainya kami di rumah KAIL, workshop pun langsung dibuka dengan perkenalan dari tiap peserta.

Kemudian topik awal yang dibahas adalah pengantar sistem, bahkan dimulai dengan definisi dari sistem itu sendiri. Setelah pemaparan pengantar, peserta diminta untuk menggambarkan visi dari lembaga yang diwakilkan. Saya dan teman-teman saya pun mewakili salah satu unit di kampus saya. Materi selanjutnya yaitu cara berpikir sistem itu sendiri dengan langkah awal berupa penjabaran indikator atau elemen suatu lembaga, serta diagram bernama behaviour over time (BOT).

Intinya, hal tersebut menjadi alat untuk melihat realita yang ada dalam suatu lembaga. Setelah itu ada pula penjelasan mengenai causal loop diagram (CLD), dan menurut saya inilah bagian yang sangat menarik karena penerapannya cukup jelas. Diagram ini menjelaskan bahwa setiap indikator dari lembaga yang telah disebutkan memiliki hubungan sebab akibat yang cukup kompleks. Hubungannya pun bisa berbanding lurus atau terbalik. Sekadar info, CLD memiliki dua tipe, yaitu reinforcing loop, yang berarti hubungan sebab akibat yang menyebabkan terus naiknya atau turunnya sebuah indikator, lalu yang satunya adalah balancing loop, yang berarti hubungan tersebut kian naik turun seperti gelombang namun pada akhirnya seimbang. Membingungkan? Tidak juga, sebenarnya. Setelah memahami itu semua, barulah kita bisa benar-benar melihat realita dan masalah yang ada, lalu bisa menyimpulkan intervensi yang harus dilakukan.

Pada dasarnya system thinking mengajarkan kita untuk melihat segala hal secara holistik dan kompleks, tidak hanya dengan sudut pandang tertentu. Ibarat gunung es, apa yang kita lihat langsung dengan kasat mata adalah sebuah kejadian, padahal sebenarnya ada pola perilaku, struktur dan model mental yang tidak terlihat secara langsung. Hal itulah yang membuat system thinking ini sangat berguna dan bisa diterapkan untuk berbagai hal, dari hal yang sederhana hingga sistem kompleks dalam suatu lembaga.

Memang yang menarik dari workshop ini adalah, segalanya dijelaskan dari hal yang paling mendasar, lalu bertahap hingga pada akhirnya bisa diterapkan secara langsung. Pendampingan mentor yang dilakukan pun cukup jelas, bahkan ada pula materi yang tersampaikan dengan games.


Ada beberapa hal lain yang juga menarik di Rumah KAIL ini. Ya, saya baru pertama kali ke sana dan saya langsung menyukainya, karena ini adalah rumah kayu, terletak lumayan jauh dari padatnya kota Bandung, dengan pemandangan yang cukup menenangkan. Di halaman belakang rumah ini ada kebun yang ditanami oleh berbagai jenis sayur dan buah, sehingga orang-orang KAIL terbiasa memasak sendiri dengan bahan yang dipanen langsung dari halaman belakang. Ada pula ternak bebek dan marmut yang melengkapi halaman belakang tersebut. Penghawaan dan pencahayaan rumah ini pun juga alami, banyak bukaan yang digunakan.

Dan yang paling menarik bagi saya adalah, rumah ini tergolong zero waste. Rumah ini tidak memiliki tempat sampah, sehingga segala sampah yang anorganik harus dibawa keluar dari rumah ini. Kalau sampah organik seperti sisa makanan? Mudah, cukup kumpulkan sampahnya lalu bisa dijadikan makan ternak. Sangat ramah lingkungan? Jelas. Satu hal lagi, berbagai makanan dan minuman yang disajikan sangat rumahan. Saya jadi ingin pulang ke rumah, hahaha.


Walaupun workshop ini diadakan dari pagi hingga senja tadi, walau diajak berpikir hingga lelah, saya cukup senang, banyak sekali hal yang bisa didapatkan. Bagi saya, cara berpikir seperti ini membuat kita bisa benar-benar melihat realita dan masalah yang ada, serta menentukan solusi yang tepat.

Terima kasih, KAIL!


Diterbitkan pertama kali oleh Ayu Medina di http://dinamakan.tumblr.com/post/159113225334/system-thinking