Tampilkan postingan dengan label Hari Belajar Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Belajar Anak. Tampilkan semua postingan

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 17 Maret 2019: Bermain Ular Tangga Kebun Kail

Pada hari Minggu pagi, tanggal 17 Maret 2019, lima belas anak Kampung Cigarugak berkumpul di Rumah KAIL untuk mengikuti Hari Belajar Anak (HBA). Pada kegiatan HBA kali ini, anak-anak diajak berkegiatan di Kebun KAIL. Kegiatan ini dipandu oleh Kak Melly Amalia, Kak Fransiska Damarratri, Kak Any Sulistyowati dan Kak Sally Anom Sari.

Pertama-tama, Kak Melly mengajak anak-anak berkumpul di labirin dan membuka kegiatan dengan olah raga bersama. Setelah itu, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok dipandu oleh Kak Siska dan satu kelompok oleh Kak Melly. Mereka kemudian diajak berkeliling Kebun KAIL untuk mengenal berbagai jenis tanaman yang ada di sana dan manfaatnya.


Mengenal jenis dan manfaat tanaman di Kebun KAIL bersama Kak Siska

 
Mengenal jenis dan manfaat tanaman di Kebun KAIL bersama Kak Melly 

Setelah berjalan-jalan di Kebun KAIL, anak-anak masuk ke kelas. Setiap anak duduk bersama kelompoknya masing-masing. Mereka kemudian menggambar tanaman yang tadi mereka lihat sewaktu berkeliling Kebun KAIL. Setelah selesai menggambar, mereka saling menceritakan gambar masing-masing di kelompoknya.

Menggambar tanaman yang dilihat di Kebun KAIL

Kumpulan hasil karya anak-anak

 
Berbagi gambar anak-anak

Setelah itu anak-anak dikelompokkan ulang menurut usia atau kelas sekolahnya. Anak-anak yang besar masuk ke kelompok Kak Siska, sementara anak-anak kecil ikut kelompok Kak Melly. Mereka kemudian bermain ular tangga Kebun KAIL di kelompok masing-masing. Permainan ular tangga Kebun KAIL ini mirip dengan permainan ular tangga biasa. Hanya saja, tangganya adalah pohon bunga sementara ularnya adalah sulur tanaman merambat. Ketika sampai di kotak berisi akar pohon atau pangkal tanaman sulur, anak-anak besar perlu menjawab pertanyaan seputar jenis-jenis tanaman yang ada di Kebun KAIL dan manfaatnya. Jika pertanyaan dapat dijawab, maka anak-anak dapat memanjat pohon atau tidak perlu menuruni sulur tanaman rambat. Sebaliknya apabila pertanyaan tidak dapat dijawab, maka mereka harus menuruni sulur tanaman rambat atau tidak bisa naik ke pohon. Untuk anak-anak kecil, mereka hanya perlu menyebutkan nama tanaman yang ada di dalam gambar dan kemudian Kak Melly menceritakan manfaat dari tanaman tersebut.

Bermain ular tangga Kebun KAIL di kelompok anak besar

 
Bermain ular tangga Kebun KAIL di kelompok anak kecil

Tidak terasa hari menjelang tengah hari. Anak-anakpun diajak menikmati snack sehat buatan Teh Ida, yaitu bolu wortel. Cara pembuatan kue bolu ini mirip seperti bolu kukus pandan yang dikonsumsi anak-anak pada Hari Belajar Anak bulan sebelumnya. Bedanya hanya air sari pandannya diganti dengan wortel yang diblender. Anak-anak sangat menikmati makan bolu wortel ini.

Bolu wortel

Anak-anak menikmati bolu wortel

Selesai makan kue, anak-anak diajak menghitung jumlah uang yang terkumpul untuk kegiatan HBA kali ini. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk membeli bahan konsumsi untuk kegiatan HBA bulan April yang akan datang. Beberapa anak juga menceritakan secara singkat apa yang paling mereka sukai hari ini. Setelah selesai bercerita, acara ditutup dengan berfoto bersama.

Sampa jumpa lagi, anak-anak!



***

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 17 Februari 2019: Yuk, Bermain di Kebun

Pada hari Minggu pagi, tanggal 17 Februari 2019, jam Sembilan pagi, dua belas anak Kampung Cigarugak berkumpul di Rumah KAIL. Mereka ingin mengikuti Hari Belajar Anak (HBA). Pada kegiatan HBA kali ini, anak-anak diajak berkegiatan di Kebun KAIL. Kegiatan ini dipandu oleh Kak Melly Amalia.

Pertama-tama, Kak Melly mengajak anak-anak berkumpul di labirin dan membuka kegiatan dengan gerak badan. Pada beberapa putaran pertama, anak-anak mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh Kak Melly. Setelah itu, anak-anak secara bergantian membuat contoh gerakan untuk ditiru oleh teman-temannya.


Gerak badan pagi dipandu Kak Melly

Setelah itu, anak-anak diajak untuk melihat sekelilingnya untuk mengamati apa saja yang ada di kebun KAIL. Anak-anak kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Pepaya dan Kelompok Jambu. Kedua kelompok ini kemudian berbaris berhadapan. Bu Melly mencontohkan sebuah lagu, “Lihat apa di kebun”. Setiap kelompok kemudian secara bergantian bertanya dan menjawab “Lihat apa di kebun”. Benda-benda yang disebutkan di antaranya adalah pohon, daun, bambu, jamur, jahe dan ginseng.

Kelompok Jambu menyanyi “Lihat apa di kebun”.


Membahas “daun” yang dilihat di kebun.

 Kelompok Pepaya dan Jambu bersama-sama melihat ‘pohon’.

Setiap benda maupun makhluk yang disebutkan kemudian benar-benar dilihat bersama dengan lebih baik dan dibahas lebih lanjut. Sebagai contoh, ketika membahas daun, Ibu Melly bertanya kepada kelompok yang menjawab daun, “daun mana yang kamu lihat?”. Ketika anak tersebut menunjuk daun yang dimaksud, maka semua anak mendekati daun tersebut, melihatnya dengan lebih seksama dan mambahas nama tumbuhan yang memiliki daun tersebut, ciri-cirinya serta manfaatnya. Karena masing-masing anggota kelompok melihat daun yang berbeda, maka pembahasan terus berlanjut sampai semua daun yang dilihat oleh anggota kelompok dilihat dan dibahas bersama. Demikian juga proses untuk benda yang dilihat lainnya. Sayangnya, belum semua jenis tanaman yang ada di Kebun KAIL diketahui namanya. Misalkan ketika kelompok menunjuk jamur, ternyata tidak satupun Kakak dari KAIL yang mengetahui nama jamur tersebut. Teh Ida yang merawat Kebun KAIL pun hanya mengatakan bahwa itu jamur beracun (mungkin karena tidak dikonsumsi di Kampung ini), tetapi namanya tidak tahu.

Mengamati ‘jamur'

‘Jamur’ yang diamati.

Setelah proses melihat kebun, anak-anak masuk ke kelas. Kedua kelompok diajak untuk duduk berhadapan. Bu Melly kemudian mengajak anak-anak untuk bermain ABC Kebun KAIL. Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengingat-ingat apa saja yang ada di Kebun KAIL. Setiap anak dari setiap kelompok secara bergantian maju ke depan. Mereka kemudian menunjukkan jarinya. Kemudian anak-anak bersama-sama menyebutkan A,B,C, D dan seterusnya sejumlah jari yang ditunjukkan oleh perwakilan kelompok. Setiap kelompok kemudian menyebutkan nama tanaman atau nama benda yang ada di KAIL yang diawali dengan huruf yang disebutkan terakhir. Huruf-huruf yang keluar pada permainan ini di antaranya adalah G, H, J, T, L; sementara nama tanaman yang disebutkan antara lain adalah Ginseng, Handeleum, Jahe, Jambu, Jagung dan Jambu, Talas dan Terong, serta Lengkuas. Untuk setiap tanaman yang disebutkan anak-anak membahasnya lebih lanjut.


Menyebutkan alfabet di jari perwakilan kelompok. 


Mengamati ‘handeleum’.


Mengamati ‘handeleum’.


Setelah bermain ABC Kebun KAIL, anak-anak diajak untuk memilih daun yang disukai. Daun yang dipilih ada bermacam-macam bentuk, ukuran dan warnanya. Mereka kemudian menggambar daun yang mereka sukai di kertas yang dibagikan oleh Kakak-kakak. Anak-anak dapat mencontoh atau menjiplak daun yang mereka pilih dan mewarnainya dengan krayon atau pensil warna. Setelah selesai menggambar, setiap anak kemudian menceritakan gambarnya kepada anak-anak yang lain.

Menggambar daun yang dipilih.

Menggambar daun yang dipilih.

Tidak terasa hari menjelang tengah hari. Anak-anakpun diajak menikmati snack sehat buatan Teh Ida, yaitu bolu kukus. Berbeda dengan bolu kukus yang dijual di warung atau pasar yang dibungkus kertas, bolu ini langsung dikukus di loyang besar dan kemudian dipotong-potong dan disajikan di piring kecil. Teknik pembuatan bolu kukus dan penyajiannya seperti ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang dihasilkan. Selain itu warna hijau yang ada pada bolu kukus ini juga bukan pewarna sintetis, tetapi dihasilkan dari sari warna hijau yang dibuat dari daun pandan yang diblender. Hmmm, rasanya enak dan baunya pun harum. Semua anak menikmati kue bolu kukusnya sampai habis.

Makan bolu kukus bersama.

Selesai makan kue, anak-anak diajak menghitung jumlah uang yang terkumpul untuk kegiatan HBA kali ini. Semua terkumpul Rp. 25.000,-. Uangnya akan digunakan untuk membeli bahan konsumsi untuk kegiatan HBA bulan Maret yang akan datang. Terima kasih, anak-anak!


Foto bersama gambar masing-masing.

Kegiatan HBA kali ini ditutup dengan berfoto bersama di Kebun KAIL. Sampai bertemu di HBA bulan depan!

***





[LIPUTAN] Kunjungan Hari Belajar Anak ke Festival Anak Bertanya 2018: “Mengayunkan Langkah, Meniti Masa Depan”

Pagi hari Sabtu, 12 Mei 2018, dua puluh anak di Cigarugak tak sabar menanti keberangkatan mereka ke Festival Anak Bertanya (FAB) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung. Acara tersebut diselenggarakan satu kali dalam setahun oleh Komunitas Anak Bertanya. Tahun ini adalah tahun kedua kegiatan Hari Belajar Anak (HBA) Kail mengagendakan kunjungan adik-adik ke festival tersebut. Sebelum kegiatan kunjungan ini, kakak-kakak dari KAIL mengajak anak-anak untuk menabung dari awal biaya keikutsertaan mereka dengan selama dua bulan sebelum hari pelaksanaan. Biaya keikutsertaan tersebut sebesar Rp 15.000 untuk mendukung kegiatan kunjungan ini.

Persiapan keberangkatan dari Rumah KAIL

Briefing di depan Gedung Sabuga

Dengan menyewa dua buah angkutan umum, adik-adik berangkat didampingi para kakak relawan, termasuk tiga orang ibu perwakilan orang tua di Cigarugak. Pukul 8:30, rombongan adik-adik HBA Kail pun tiba di Gedung Sabuga. Rombongan dibagi menjadi tiga kelompok dengan kakak pendamping Siska, Didit dan Ayu. Masing-masing kelompok juga didampingi oleh ibu dari adik-adik Cigarugak; ada Ibu Ani, Ibu Cucun dan Ibu Neng. Sebelum berkegiatan di dalam FAB, anak-anak dibekali dengan tanda pengenal Kail, serta buku paspor dan pin Festival Anak Bertanya. Buku tersebut berisi lembar-lembar isian tentang komunitas yang berpartisipasi di FAB. Setiap anak yang memegang buku tersebut dapat melakukan pencatatan tentang apa saja hal-hal yang ditemukan di setiap komunitas yang dikunjungi dan menuliskan informasi yang ia peroleh di buku tersebut.

Untuk masuk ke acara FAB, adik-adik tidak dibebani biaya apapun. Sedangkan kakak yang sudah dewasa dibebani biaya tiket sebesar Rp 20.000,- per orang. Namun tiket tersebut dapat ditukarkan dengan makanan dan minuman yang setara dengan biaya. Setiap kelompok pun menukarkan tiket dengan minuman segar untuk dinikmati bersama. Karena sudah membawa botol dari rumah, minuman segar tersebut dibeli tanpa menggunakan kemasan plastik sekali pakai.

Berfoto bersama sebelum berkeliling



Setiap lembaga atau komunitas yang berpartisipasi di FAB, mengisi satu stan yang dapat dikunjungi oleh anak-anak. Lembaga dan komunitas tersebut memiliki fokus kegiatan pada pendidikan dan perkembangan anak-anak. Oleh karena itu, di setiap stand yang dikunjungi, sesuai fokus masing-masing, setiap lembaga/komunitas menunjukkan pameran foto, karya bahkan menawarkan anak-anak untuk mencoba aktivitas tertentu di stand mereka.


Melihat iguana di BDG-Reptil

Berkunjung ke stan Serat Pena

Beberapa di antara stan komunitas yang dihadiri oleh anak-anak antara lain: Komunitas Reptil Bandung, mengajak anak-anak untuk berkenalan dan bersahabat dengan hewan-hewan reptil seperti ular, tokek, biawak dan iguana. Di stand tersebut, anak-anak dapat mencoba memegang, merasakan tekstur permukaan kulit hewan-hewan tersebut, hingga meletakkan hewan-hewan tersebut di bahu mereka.

Di stand yang lain, Semesta Tari, anak-anak belajar mengenai seni olah tubuh. Berlanjut ke Temali, anak-anak belajar memilah sampah berdasarkan karakteristik materialnya. Di stand Bengkimut, anak-anak mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh para pengasuh Bengkimut secara menarik dan atraktif. Di stand Pahlawan Bencana, dilangsungkan penyebaran pengetahuan tentang kebencanaan yang dikemas dalam sebuah drama. Di stand Bengkel Sains Unpar, anak-anak dipandu untuk melakukan berbagai percobaan sains, antara lain membuat es krim dan simulasi pembakaran gas butana di permukaan kulit yang diselubungi oleh gelembung sabun.

Mendengarkan dongen di stan Bengkimut

Terdapat sekitar 28 stand yang diisi oleh komunitas-komunitas pendidikan dan perkembangan anak, yang menyebar di sepanjang koridor Sabuga. Di bagian tengah Sabuga, terdapat dua buah panggung, panggung depan dan panggung dalam. Panggung depan diisi dengan talkshow dari komunitas-komunitas pendukung FAB yang melibatkan anak-anak maupun orang tua. Sedangkan panggung dalam yang berbentuk auditorium, diisi dengan pertunjukan film anak dan pertunjukan seni tari maupun nyanyi dari berbagai komunitas yang ada di Bandung.

 
Kiri: Seorang adik yang semangat sekali mencoba teropong. Kanan: Mendengarkan penjelasan di stan Pahlawan Bencana

 
Kiri: Bertemu kakak-kakak dari Bandung Homeschoolers. Kanan: Adik-adik mendengarkan penjelasan pemilahan sampah

Kegiatan penjelajahan anak-anak Hari Belajar Anak  di FAB diistirahatkan pada pukul 12:00 untuk makan siang bersama di halaman luar Sabuga, sambil saling berbagi cerita pengalaman satu sama lain saat mengeksplorasi FAB. Menu makan siang bersama yang dibawa dari Kail adalah nasi bakar, tumis jamur, bala-bala, dengan buah pisang dan jeruk.

Kegiatan kunjungan lalu ditutup dengan bersama-sama menonton pertunjukan tari “Cita-Cita Manta” yang dipersembahkan oleh Semesta Tari. Kemudian, di pukul 14:30 semua anak dijemput kembali oleh angkutan umum yang disewa untuk melakukan perjalanan pulang ke Cigarugak. Senyum riang dan gembira menghiasi wajah mereka ketika kendaraan membawa mereka pergi dari pelataran Festival Anak Bertanya. Senyum puas karena mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman baru dari penjelajahan di FAB 2018. Sampai jumpa lagi di FAB tahun mendatang!

Setelah melihat pertunjukan tari, adik-adik lalu pulang dengan ceria

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 25 Maret 2018


Kegiatan Hari Belajar Anak (HBA) diadakan pada tanggal 25 Maret 2018 di Rumah Kail, dengan tema salah satu kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan. Sesuai dengan temanya, kegiatan HBA pada hari itu adalah membuat Asinan Bogor.

Foto bersama

Kegiatan dihadiri oleh sebanyak 16 (enam belas) anak warga Cigarugak. Para peserta didampingi oleh para pendamping, yaitu Siska, Didit, dan Ayu. Narasumber yang berbagi keterampilan memasak tersebut adalah Debby.

Berolahraga pagi

Kegiatan pembukaan diisi dengan pendaftaran peserta, mengukur berat dan tinggi badan masing-masing, dan berolahraga pagi. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan cerita Asinan Bogor.

Setelah mendengarkan cerita, anak diajak untuk membuat Asinan Bogor. Langkah pertama adalah merebus air untuk menjadi kuah asinan. Sambil menunggu air matang, adik memotong buah dan sayuran, seperti nanas, kedondong, jambu air, bengkuang, mentimun, dan wortel. Selesai memotong buah dan sayur, anak diajak untuk melihat cara membuat kuah asinan dengan cara memasukkan garam, gula, dan potongan cabai (sudah diambil bijinya) ke dalam air yang baru mendidih dan mengaduknya sampai rasanya dirasa pas.

  

  


Langkah-langkah membuat asinan Bogor

Kemudian, kuah asinan disiramkan pada potongan buah dan sayur sehingga jadilah Asinan Bogor yang dinikmati bersama-sama. Sisa Asinan Bogor dibawa pulang oleh peserta dengan menggunakan tempat bekal yang mereka bawa sendiri. 

Kegiatan hari ini diakhiri dengan mengisi jurnal jejak waktu pribadi dan menghitung bersama kontribusi peserta pada hari itu, yaitu sejumlah Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah), yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan HBA berikutnya.

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 18 Februari 2018



Kegiatan Hari Belajar Anak (HBA) diadakan pada tanggal 18 Februari 2018 di Rumah Kail, dengan tema salah satu kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan. Sesuai dengan temanya, kegiatan HBA pada hari itu adalah memasak di atas tungku. Menu yang dimasak pada saat itu adalah nasi goreng.

 
Kegiatan dihadiri oleh sebanyak 8 (delapan) anak warga Cigarugak. Jumlah adik yang hadir lebih sedikit dari biasanya, disebabkan adanya kegiatan pencak silat di Desa Cigarugak. Karena itu, kakak pendamping juga membentuk kelompok yang turut belajar cara memasak menggunakan tungku kayu. 

Kakak-kakak pendamping adik yang mengikuti kegiatan adalah Melly, Novi, Debby, Didit dan Siska. Narasumber yang berbagi keterampilan memasak adalah Didit. Sementara Bapak Enjang dari Cigarugak berbagi keterampilan membuat api menggunakan kayu bakar dan genteng tanah liat sebagai tungku.


Pak Enjang mencontohkan cara memilih kayu bakar dan menaruhnya di tungku.

  
Adik-adik memilih kayu bakar setelah mendengarkan penjelasan Pak Enjang


Kegiatan pembukaan diisi dengan pendaftaran peserta, mengukur berat dan tinggi badan masing-masing, dan bermain bersama. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan tungku dan praktek memasak nasi goreng. Kelompok memasak terbagi menjadi dua, yaitu kelompok adik-adik dan kelompok kakak-kakak.


Api tungku pun menyala


 
Setelah api menyala adik dan kakak memasak bersama

Setelah nasi goreng matang, seluruh adik dan kakak makan bersama hasil masakan mereka. Tidak lupa masing-masing mencuci piring secara mandiri. Kegiatan ini pun diakhiri dengan mengisi jurnal pribadi dan menghitung bersama kontribusi peserta pada hari itu, yaitu sejumlah Rp 24.000,- (Dua puluh empat ribu rupiah), yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan HBA berikutnya.

 
Makan nasi goreng bersama-sama

 
Mencuci piring lalu melanjutkan mengisi jurnal hari itu



[LIPUTAN RELAWAN] Apa yang Membuatmu Bahagia? Hari Belajar Anak 21 Januari 2018

"APA YANG MEMBUATMU BAHAGIA"
Hari Belajar Anak 21 Januari 2018
oleh Ceu Fitta





Hari Belajar Anak di minggu pagi yang cerah di Rumah KAIL kali ini dimulai dengan permainan kejar-kejaran yang dimulai oleh salah satu peserta cilik di HBA. Seperti biasa, kak Debby memimpin acara ice breaking ini. Semua peserta terlihat sangat antusias bermain kejar-kejaran dengan sangat seru.

 



Setelah menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk bermain di luar, kak Debby pun mengajak semua adik2 untuk naik ke lantai atas Rumah KAIL.


Sesi 1 dibuka dengan kegiatan melengkapi jurnal Jejak Waktu masing-masing peserta. Semua anak diminta untuk menuliskan penanda tahun 2018 di halaman terbaru dengan tulisan yang kemudian dihias. Lalu mereka menulis nama, dan mengukur tinggi badan serta berat badan.

  


Di dalam sesi ini anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok yang didampingi oleh 1 kakak untuk masing-masing kelompok. Tentunya kelompok-kelompok ini dibagi sesuai dengan jenjang kelas dan usia. Semua anak terlihat dengan tertib, sambil bercanda sana sini secara bergiliran mengukur tinggi badan masing-masing dan juga menimbang berat badan.

Setelah semuanya selesai, anak anak secara tertib menuju lantai bawah untuk melanjutkan sessi berikutnya. Di lantai bawah, kakak mengawali kegiatan dengan mengingat kembali kegiatan di tahun sebelumnya.

Adik-adik peserta HBA diajak mengingat ingat kembali bagaimana mimpi mimpi mereka tentang kampung cigarukgak. Lalu adik adik diajak untuk membuat kolase dari majalah mengenai hal apa saja yang bisa membuat mereka bahagia.



 

Adik adik pun mulai sibuk membuka buka majalah, untuk mencari gambar gambar yang bisa mengilustrasikan atau mewakili apa saja yang bisa membuat mereka bahagia.

Di antara mereka ada yg menempel gambar rumah, baju, aksesoris, kolam renang, makanan, minuman, tanaman, taman, kegiatan-kegiatan seperti orang sedang berolah raga, orang sedang tidur, dll.

Selagi berkegiatan membuat kolase, kakak fasilitator juga menanyakan mengapa mereka memilih gambar-gambar itu, dan seberapa penting gambar-gambar itu dalam kehidupan mereka.

 


PENUTUP

Setelah adik adik menyelesaikan kolasenya, merekapun becerita tentang apa-apa saja yang menurut mereka penting untuk dihadirkan dalam kehidupan keseharian mereka dan tentu saja itu yang membuat mereka bahagia.

Di akhir kegiatan kakak merangkum dari rangkaian kegiatan, dengan menulis apa saja yang sudah dipilih oleh adik adik untuk ditempelkan dalam kolase mereka. Hal-hal yang adik-adik pilih antara lain merupakan kebutuhan dasar adik-adik untuk bisa hidup dengan bahagia.

Kegiatan lalu diakhiri dengan makan snack sehat bersama yang sudah dihidangkan di meja kelompok masing masing.