Berdonasi yuuuukkkk...




Dalam rangka HUT KAIL dan juga Perayaan Kemerdekaan Indonesia yang akan kami adakan pada 28 Agustus 2016, KAIL mengajak teman-teman untuk berdonasi bagi warga di sekitar Rumah KAIL, Desa Cigarugak, Bandung, Jawa Barat.

Donasi akan digunakan untuk penjualan di bazaar dengan harga murah, dan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan di bazaar akan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan KAIL bagi pemberdayaan masyarakat.

Pengumpulan donasi paling lambat Kamis 25 Agustus 2016

contact person: Navita Kristi Astuti (08112209896).

Kebun KAIL : Buah Waluh di Pohon Pete

Oleh: Any Sulistyowati

Sekitar setahun yang lalu, kami (staff KAIL) menanam pohon waluh di halaman belakang Rumah KAIL. Kami membuat rambatan dari bambu berbentuk segitiga yang menghubungkan pohon pete, pohon suren dan pohon tisuk. Kami juga memberikan pagar kawat sebagai pelindung dari ayam-ayam tetangga yang berkeliaran. Intinya pohon waluh tersebut kami jaga baik-baik agar tumbuh subur dan berbuah banyak.

Hari demi hari berlalu. Waluh sempat merambat di rambatan segitiga itu. Musim berganti. Musim penghujan berganti dengan kemarau. Daun-daun waluh berguguran. Tinggallah batangnya yang kering. Tak ada daun tersisa di rambatan segitiga. Tinggal batang yang tampak merana, tak berdaun. Sedih!


Pohon waluh yang kering

Tapi ternyata… kalau kita telusuri batang itu, maka… kita akan menemukan bahwa batang itu naik lurus, tinggi sekali, memanjat pohon pete yang menjadi rambatannya. Naik terus melampaui daun-daun pete teratas. Mencari matahari. Kemungkinan besar tingginya lebih dari enam meter karena tampak jauh lebih tinggi dari atap lantai dua Rumah KAIL. Di antara daun-daun pete yang tinggi itu tampaklah buah-buah waluh bergantungan. Banyak sekali. Yang kelihatan dari bawah dan sudah besar ada lebih dari tiga belas buah. Wah… indah sekali. Tetapi bagaimana cara panennya, ya?

Waluh di pohon pete

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Kisah Sendal Rumah Mak Isah


Ada apa dengan Sendal rumah Mak Isah???

Yuk ikut menelusurinya di Hari Belajar Anak KAIL, yang akan diadakan:

Hari/tanggal: Minggu, 24 Juli 2016 
Waktu: Pukul 9.00-12.00WIB 
Tempat: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. 
Peta lokasi: http://bit.ly/rumahkail 

Kontribusi: Rp20.000,-/anak (Sudah termasuk snack sehat)

Informasi dan pendaftaran: Debby 081224261972

Ditunggu kedatangannya di Rumah KAIL...!!

Bunga-bunga kertas di Kebun KAIL

Oleh: Any Sulistyowati 


Tahun lalu, ketika mengantar anak saya mengikuti kegiatan Membatik for Peace, saya berjalanj-jalan di sekitar lokasi kegiatan tersebut. Di pinggir jalan, tumbuhlah bunga kertas aneka warna. Indah sekali. Bunga kertas yang mengering penuh dengan biji yang bisa ditanam lagi.

Nah biji-biji itu kemudian disebar di kebun KAIL. Mula-mula di bed belakang. Tetapi berhubung bed belakang kurang mendapat sinar matahari, maka tunas-tunas pohon bunga kertas tidak tumbuh maksimal alias kerdil-kerdil. Akhirnya, beberapa tunas dipindahkan ke bed depan yang lebih banyak mendapatkan sinar matahari. Tumbuhlah beberapa pohon bunga kertas.


Sekarang pohon-pohon itu mula berbunga. Ada yang putih dan ada yang merah. Ada yang mahkotanya sebaris, ada yang mahkotanya susun bertumpuk-tumpuk. Bagus sekali mewarnai bed depan. Sebentar lagi, bunga-bunga itu akan mengering. Bijinya tentu bisa ditanam lagi dan menghasilkan lebih banyak lagi bunga-bunga kertas di Kebun KAIL.


Panen Kopi dari Kebun KAIL

Oleh: Any Sulistyowati

Di kebun KAIL ada beberapa pohon kopi. Dua di antaranya mulai berbuah dan buahnya mulai masak. Hari ini, 9 Juli 2016, kami memanen kopi-kopi yang sudah masak. Lumayan dapat satu piring. Kopi-kopi ini rencananya dijemur, kemudian disangrai dan ditumbuk dan kemudian diseduh menjadi minuman kopi.

Pohon-pohon kopi tersebut ditanam tiga tahun yang lalu, saat Rumah KAIL masih dibangun. Bibitnya disumbangkan oleh Pak Nas, tukang kayu yang membangun Rumah KAIL. Semua kurang lebih ada lima puluh pohon. Sayangnya, pertumbuhan pohon kopi tersebut tidak seragam. Ada yang tumbuh pesat karena berada di panas matahari, ada yang tumbuh sangat lambat karena berada di bawah kerindangan pohon dan di sela semak-semak. Kopi-kopi ini ditanam tanpa pupuk kimia dan pestisida. Jadi bisa dibilang kopi di Kebun KAIL termasuk kopi organis.