[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 22 September 2019



Permasalahan, fenomena-fenomena, dan pola-pola dunia termuat dalam struktur sistem yang kompleks. Untuk memahami sistem yang kompleks, dibutuhkan cara berpikir yang tidak reduksionis dan tidak linear.

Cara Berpikir Sistem dapat membantu kita melihat realitas lebih utuh dan menganalisisnya untuk merancang perubahan yang mendasar ke arah lebih baik.

Mari mengikuti kesempatan:

Angkatan ke-40
Pelatihan Cara Berpikir Sistem
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat"

Minggu, 22 September 2019
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Pendaftaran:
bit.ly/CBS1909
Paling lambat tanggal Kamis, 19 September 2019 (kuota terbatas)

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL


[UNDANGAN] Berbagi Jejak Bersama, 17 Tahun KAIL - Perayaan HUT RI ke-74 dan #17TahunKAIL


Dalam rangka merayakan HUT RI ke-74 dan #17TahunKAIL, kami mengundang semua alumni, relawan, donatur dan mitra @kail_bandung dalam kegiatan

Berbagi Jejak Bersama, 17 Tahun KAIL

Minggu, 25 Agustus 2019

di Rumah KAIL
Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang,
Kab. Bandung
(bit.ly/Lokasi_RumahKail)

Mari hadir dalam rangkaian kegiatan
-
• Festival Permainan Anak (Pukul 09:00-11:30)
• Syukuran Ulang Tahun KAIL (Pukul 12:00-13:30)
• Bazaar Kebutuhan Anak (Pukul 14:30-16:30)

Untuk informasi & konfirmasi kehadiran, silakan menghubungi admin di 081394290336 (SMS/WA).
-
-
Terima kasih sudah berbagi jejak selama 17 Tahun usia KAIL. Berbagi jejak perjuangan & pergerakan untuk cita-cita kehidupan yang lebih baik bagi semua ciptaan.

Salam hangat,
KAIL

[INFO KEGIATAN] Cara Berpikir Sistem Lanjut - 31 Agustus-1 September 2019



Di beragam kasus dan konteks, sistem berperilaku mengejutkan. Akibatnya, kita sering salah langkah atau terlambat melakukan antisipasi. Sebetulnya perilaku-perilaku tersebut memiliki pola-pola berulang yang dapat lebih mudah dikenali jika kita memahami Systems Archetypes. Bersama dengan pendalaman pemahaman mengenai 12 jenis leverage points, pemahaman akan Systems Archetypes akan melengkapi koleksi tools anda untuk membuat strategi perubahan radikal di dalam kehidupan pribadi, profesional dan sosial.

CARA BERPIKIR SISTEM LANJUT
Mendalami Systems Archetype & Leverage Points

2 DAYS TRAINING
Sabtu-Minggu, 31 Agustus & 1 September 2019
Pukul 08:00-17:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarukgak RT 03/RW 12, No. 37,
Girimekar, Cilengkrang, Kab. Bandung
(bit.ly/Lokasi_RumahKail)

Kontribusi:
Rp 1.000.000/orang

# Peserta berkesempatan mendapatkan 2 kali coaching pasca-training
# Pendaftar early bird yang memberikan kontribusi sebelum 17 Agustus 2019 mendapatkan diskon 20%
# Pendaftaran berkelompok 4 orang mendapatkan kursi gratis untuk 1 peserta tambahan

Pendaftaran:
bit.ly/CBSLanjut1908

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA)

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 21 Juli 2019



Permasalahan kompleks dalam realitas yang juga kompleks, membutuhkan cara pandang dan berpikir yang berbeda. Sebuah cara berpikir yang bisa membantu kita melihat realitas lebih holistik dan menganalisis permasalahan demi sebuah perubahan yang lebih baik.

Kesempatan terbuka kembali bagi kawan-kawan untuk mengikuti:

Angkatan ke-39
Pelatihan Cara Berpikir Sistem
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat"

Minggu, 21 Juli 2019
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Pendaftaran:
bit.ly/CBS1907
Paling lambat tanggal Senin, 15 Juli 2019 (kuota terbatas)

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL

[TELAH TERBIT] Pro:aktif edisi 21/April 2019 "Ekonomi Baru: Peluang dan Tantangannya"

Pro:aktif edisi 21/April 2019
 "Ekonomi Baru: Peluang dan Tantangannya"

Ekonomi berakar dari "oikonomia", yang sesungguhnya berarti: seni mengatur rumah tangga. Sebuah seni mengelola sumber daya untuk mencapai kesejahteraan. Namun, di masa kini makna itu seakan bergeser menjadi upaya pertukaran barang dalam sistem finansial semata, atau penumpukan aset tertentu yang dinilai berdasar sistem mata uang. Pesatnya perkembangan teknologi, turut berkontribusi dalam pergeseran makna ekonomi saat ini.⁣
Simak majalah Pro:aktif edisi 21/April 2019 yang mengupas persoalan tersebut, dengan tema "Ekonomi Baru: Peluang dan Tantangannya"⁣

Klik di judul-judul berikut:

 


















Perpanjang Usia dan Manfaat Barang! Ajakan Donasi untuk Bazaar Kampung Cigarukgak



🌏 Berbagi Tak Harus Barang Baru! 🌏

Mari memperpanjang usia barang. Kumpulkan barang-barang di rumah yang sudah tidak digunakan tetapi masih layak pakai dan donasikan melalui KAIL. Masih ada sesama kita yang bisa memanfaatkannya, lho!

Hasil donasi barang bekas dikumpulkan untuk Bazaar di acara Ulang Tahun Kail Minggu, 25 Agustus 2019.

Hasil penjualan dari bazaar akan digunakan untuk mendukung kegiatan anak di Kampung Cigarukgak.

Barang-barang yang dapat didonasikan:
🌏 Buku cerita dan pengetahuan anak (tidak menerima buku pelajaran sekolah)
🌏 Mainan, permainan tradisional dan edukatif
🌏 Perlengkapan sekolah: alat tulis (bolpoin, pensil, penggaris, penghapus, serutan, dll), alat warna (spidol, crayon, pensil warna, cat air, dll), buku tulis dan buku gambar, tas sekolah, tempat pensil, kertas origami.
🌏 Alat makan: tempat minum, tempat bekal, tas bekal
🌏 Baju dan sepatu anak
🌏 Perlengkapan bayi dan balita

Jika ada yg ingin menyumbang dalam bentuk lain, silakan menghubungi panitia terlebih dahulu.

Batas waktu pengumpulan donasi:
Minggu, 18 Agustus 2019

Titik-titik pengumpulan donasi:
Hubungi kontak tertera

Kontak Informasi & Donasi:
Deta - 0813 21193234 (WA)
KAIL - 0813 94290336 (WA)

Terima kasih atas perhatian yang diberikan! 🙏

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Surakarta - Sabtu, 20 April 2019


Untuk kawan-kawan yang ada di Solo, Jawa Tengah dan sekitarnya!

Dalam mewujudkan harapan kita akan dunia yang lebih baik, kita seringkali dihadapkan dengan realitas yang kompleks. Untuk memahami realitas kompleks tersebut, dibutuhkan cara pandang yang bisa membantu kita menangkap dan menganalisis kompleksitas tersebut

Berikut kesempatan bagi kawan-kawan untuk mengikuti

Pelatihan Cara Berpikir Sistem

Sabtu, 20 April 2019
Pukul 08:00-18:00

di @yadisinispace | YADISINI Public Space, Jl. Yosodipuro No.122 Mangkubumen SOLO
(Timur Kimia Farma Solo Paragon Mall)
Lokasi: bit.ly/YADISINI

Patungan:
Umum: Rp 150.000,00/orang
Mahasiswa S1: Rp 75.000/orang
(Termasuk makan siang dan snack)

Pendaftaran: bit.ly/CBS1904
Maks 17 April 2019, pukul 12.00

Informasi:
085725344197 (SMS/WA) / kukuhsamudra.kail@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 17 Maret 2019: Bermain Ular Tangga Kebun Kail

Pada hari Minggu pagi, tanggal 17 Maret 2019, lima belas anak Kampung Cigarugak berkumpul di Rumah KAIL untuk mengikuti Hari Belajar Anak (HBA). Pada kegiatan HBA kali ini, anak-anak diajak berkegiatan di Kebun KAIL. Kegiatan ini dipandu oleh Kak Melly Amalia, Kak Fransiska Damarratri, Kak Any Sulistyowati dan Kak Sally Anom Sari.

Pertama-tama, Kak Melly mengajak anak-anak berkumpul di labirin dan membuka kegiatan dengan olah raga bersama. Setelah itu, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok dipandu oleh Kak Siska dan satu kelompok oleh Kak Melly. Mereka kemudian diajak berkeliling Kebun KAIL untuk mengenal berbagai jenis tanaman yang ada di sana dan manfaatnya.


Mengenal jenis dan manfaat tanaman di Kebun KAIL bersama Kak Siska

 
Mengenal jenis dan manfaat tanaman di Kebun KAIL bersama Kak Melly 

Setelah berjalan-jalan di Kebun KAIL, anak-anak masuk ke kelas. Setiap anak duduk bersama kelompoknya masing-masing. Mereka kemudian menggambar tanaman yang tadi mereka lihat sewaktu berkeliling Kebun KAIL. Setelah selesai menggambar, mereka saling menceritakan gambar masing-masing di kelompoknya.

Menggambar tanaman yang dilihat di Kebun KAIL

Kumpulan hasil karya anak-anak

 
Berbagi gambar anak-anak

Setelah itu anak-anak dikelompokkan ulang menurut usia atau kelas sekolahnya. Anak-anak yang besar masuk ke kelompok Kak Siska, sementara anak-anak kecil ikut kelompok Kak Melly. Mereka kemudian bermain ular tangga Kebun KAIL di kelompok masing-masing. Permainan ular tangga Kebun KAIL ini mirip dengan permainan ular tangga biasa. Hanya saja, tangganya adalah pohon bunga sementara ularnya adalah sulur tanaman merambat. Ketika sampai di kotak berisi akar pohon atau pangkal tanaman sulur, anak-anak besar perlu menjawab pertanyaan seputar jenis-jenis tanaman yang ada di Kebun KAIL dan manfaatnya. Jika pertanyaan dapat dijawab, maka anak-anak dapat memanjat pohon atau tidak perlu menuruni sulur tanaman rambat. Sebaliknya apabila pertanyaan tidak dapat dijawab, maka mereka harus menuruni sulur tanaman rambat atau tidak bisa naik ke pohon. Untuk anak-anak kecil, mereka hanya perlu menyebutkan nama tanaman yang ada di dalam gambar dan kemudian Kak Melly menceritakan manfaat dari tanaman tersebut.

Bermain ular tangga Kebun KAIL di kelompok anak besar

 
Bermain ular tangga Kebun KAIL di kelompok anak kecil

Tidak terasa hari menjelang tengah hari. Anak-anakpun diajak menikmati snack sehat buatan Teh Ida, yaitu bolu wortel. Cara pembuatan kue bolu ini mirip seperti bolu kukus pandan yang dikonsumsi anak-anak pada Hari Belajar Anak bulan sebelumnya. Bedanya hanya air sari pandannya diganti dengan wortel yang diblender. Anak-anak sangat menikmati makan bolu wortel ini.

Bolu wortel

Anak-anak menikmati bolu wortel

Selesai makan kue, anak-anak diajak menghitung jumlah uang yang terkumpul untuk kegiatan HBA kali ini. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk membeli bahan konsumsi untuk kegiatan HBA bulan April yang akan datang. Beberapa anak juga menceritakan secara singkat apa yang paling mereka sukai hari ini. Setelah selesai bercerita, acara ditutup dengan berfoto bersama.

Sampa jumpa lagi, anak-anak!



***

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 24 Maret 2019


Pelatihan #systemsthinking kembali diadakan di Rumah Kail! Mari belajar dan berpraktek bersama, untuk mengasah kemampuan dalam memahami dan mempengaruhi kompleksitas di sekitar kita.

Angkatan ke-38
Pelatihan Cara Berpikir Sistem
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Minggu, 24 Maret 2019
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0319
Paling lambat tanggal Kamis, 21 Maret 2019 (pukul 12:00, kuota terbatas). Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com

Salam,
Perkumpulan KAIL

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 17 Februari 2019: Yuk, Bermain di Kebun

Pada hari Minggu pagi, tanggal 17 Februari 2019, jam Sembilan pagi, dua belas anak Kampung Cigarugak berkumpul di Rumah KAIL. Mereka ingin mengikuti Hari Belajar Anak (HBA). Pada kegiatan HBA kali ini, anak-anak diajak berkegiatan di Kebun KAIL. Kegiatan ini dipandu oleh Kak Melly Amalia.

Pertama-tama, Kak Melly mengajak anak-anak berkumpul di labirin dan membuka kegiatan dengan gerak badan. Pada beberapa putaran pertama, anak-anak mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh Kak Melly. Setelah itu, anak-anak secara bergantian membuat contoh gerakan untuk ditiru oleh teman-temannya.


Gerak badan pagi dipandu Kak Melly

Setelah itu, anak-anak diajak untuk melihat sekelilingnya untuk mengamati apa saja yang ada di kebun KAIL. Anak-anak kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Pepaya dan Kelompok Jambu. Kedua kelompok ini kemudian berbaris berhadapan. Bu Melly mencontohkan sebuah lagu, “Lihat apa di kebun”. Setiap kelompok kemudian secara bergantian bertanya dan menjawab “Lihat apa di kebun”. Benda-benda yang disebutkan di antaranya adalah pohon, daun, bambu, jamur, jahe dan ginseng.

Kelompok Jambu menyanyi “Lihat apa di kebun”.


Membahas “daun” yang dilihat di kebun.

 Kelompok Pepaya dan Jambu bersama-sama melihat ‘pohon’.

Setiap benda maupun makhluk yang disebutkan kemudian benar-benar dilihat bersama dengan lebih baik dan dibahas lebih lanjut. Sebagai contoh, ketika membahas daun, Ibu Melly bertanya kepada kelompok yang menjawab daun, “daun mana yang kamu lihat?”. Ketika anak tersebut menunjuk daun yang dimaksud, maka semua anak mendekati daun tersebut, melihatnya dengan lebih seksama dan mambahas nama tumbuhan yang memiliki daun tersebut, ciri-cirinya serta manfaatnya. Karena masing-masing anggota kelompok melihat daun yang berbeda, maka pembahasan terus berlanjut sampai semua daun yang dilihat oleh anggota kelompok dilihat dan dibahas bersama. Demikian juga proses untuk benda yang dilihat lainnya. Sayangnya, belum semua jenis tanaman yang ada di Kebun KAIL diketahui namanya. Misalkan ketika kelompok menunjuk jamur, ternyata tidak satupun Kakak dari KAIL yang mengetahui nama jamur tersebut. Teh Ida yang merawat Kebun KAIL pun hanya mengatakan bahwa itu jamur beracun (mungkin karena tidak dikonsumsi di Kampung ini), tetapi namanya tidak tahu.

Mengamati ‘jamur'

‘Jamur’ yang diamati.

Setelah proses melihat kebun, anak-anak masuk ke kelas. Kedua kelompok diajak untuk duduk berhadapan. Bu Melly kemudian mengajak anak-anak untuk bermain ABC Kebun KAIL. Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengingat-ingat apa saja yang ada di Kebun KAIL. Setiap anak dari setiap kelompok secara bergantian maju ke depan. Mereka kemudian menunjukkan jarinya. Kemudian anak-anak bersama-sama menyebutkan A,B,C, D dan seterusnya sejumlah jari yang ditunjukkan oleh perwakilan kelompok. Setiap kelompok kemudian menyebutkan nama tanaman atau nama benda yang ada di KAIL yang diawali dengan huruf yang disebutkan terakhir. Huruf-huruf yang keluar pada permainan ini di antaranya adalah G, H, J, T, L; sementara nama tanaman yang disebutkan antara lain adalah Ginseng, Handeleum, Jahe, Jambu, Jagung dan Jambu, Talas dan Terong, serta Lengkuas. Untuk setiap tanaman yang disebutkan anak-anak membahasnya lebih lanjut.


Menyebutkan alfabet di jari perwakilan kelompok. 


Mengamati ‘handeleum’.


Mengamati ‘handeleum’.


Setelah bermain ABC Kebun KAIL, anak-anak diajak untuk memilih daun yang disukai. Daun yang dipilih ada bermacam-macam bentuk, ukuran dan warnanya. Mereka kemudian menggambar daun yang mereka sukai di kertas yang dibagikan oleh Kakak-kakak. Anak-anak dapat mencontoh atau menjiplak daun yang mereka pilih dan mewarnainya dengan krayon atau pensil warna. Setelah selesai menggambar, setiap anak kemudian menceritakan gambarnya kepada anak-anak yang lain.

Menggambar daun yang dipilih.

Menggambar daun yang dipilih.

Tidak terasa hari menjelang tengah hari. Anak-anakpun diajak menikmati snack sehat buatan Teh Ida, yaitu bolu kukus. Berbeda dengan bolu kukus yang dijual di warung atau pasar yang dibungkus kertas, bolu ini langsung dikukus di loyang besar dan kemudian dipotong-potong dan disajikan di piring kecil. Teknik pembuatan bolu kukus dan penyajiannya seperti ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang dihasilkan. Selain itu warna hijau yang ada pada bolu kukus ini juga bukan pewarna sintetis, tetapi dihasilkan dari sari warna hijau yang dibuat dari daun pandan yang diblender. Hmmm, rasanya enak dan baunya pun harum. Semua anak menikmati kue bolu kukusnya sampai habis.

Makan bolu kukus bersama.

Selesai makan kue, anak-anak diajak menghitung jumlah uang yang terkumpul untuk kegiatan HBA kali ini. Semua terkumpul Rp. 25.000,-. Uangnya akan digunakan untuk membeli bahan konsumsi untuk kegiatan HBA bulan Maret yang akan datang. Terima kasih, anak-anak!


Foto bersama gambar masing-masing.

Kegiatan HBA kali ini ditutup dengan berfoto bersama di Kebun KAIL. Sampai bertemu di HBA bulan depan!

***





[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Minggu, 24 Februari 2019


Dalam dunia yang semakin kompleks, dibutuhkan kemampuan untuk melihat realita secara lebih holistik. Kemampuan tersebut dapat membantu kita memahami persoalan dan menyusun rencana yang lebih strategis dalam aksi-aksi kita mendorong perubahan.

Untuk mempelajari maupun meningkatkan kemampuan tersebut, mari mengikuti:

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-37

"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”
Minggu, 24 Februari 2019
Pukul 08:00-18:00


di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/Lokasi_RumahKail


Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.


Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0219
Paling lambat tanggal Kamis, 21 Februari 2019 (Pukul 12:00), kuota terbatas.


Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA) / kail.informasi@gmail.com


Salam,
Perkumpulan KAIL


[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 20 Oktober 2018



Dalam keseharian kita sering mendengar istilah sistem. Mulai dari sistem pencernaan, sistem pendidikan, hingga sistem alam semesta. Sistem adalah kumpulan elemen yang saling terhubung, dengan fungsi dan tujuan tertentu.

Dengan berlatih Cara Berpikir Sistem, kita akan memiliki cara pandang yang lebih holistik untuk memahami realita sebagai sistem kompleks. Penerapan Cara Berpikir Sistem dapat membantu kita menganalisis persoalan dan menyusun rencana yang lebih strategis.

Mari belajar dan berlatih bersama di kegiatan:

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-36
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Sabtu, 20 Oktober 2018
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, RT 03/RW 12, No. 37,
Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta: bit.ly/rumahkail

Kontribusi:
> Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
> Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS1810
Paling lambat tanggal Rabu, 17 Oktober 2018 (Pukul 09.00), kuota terbatas.

Informasi lebih lanjut:
0813-9429-0336 (SMS/WA)
kail.informasi@gmail.com

Terima kasih atas perhatian yang diberikan.

[INFO KEGIATAN] Klub Cara Berpikir Sistem: Systems Archetype



Bagaimana perasaan Anda setelah mengikuti pelatihan CBS dasar?
Masih punya pertanyaan? Masih ingin belajar & mengulik?

Tahukah Anda jika pelatihan CBS dasar hanya sebagian kecil mengenai semesta cara berpikir sistem? Bagi yang masih bersemangat belajar, mari belajar bersama di kegiatan:

Klub CBS September 2018
Systems Archetype
Trainer: Any Sulistyowati

Hari: Sabtu, 22 September 2018
Waktu: 13.00-18.00

Tempat: Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, RT 03/RW 12 No. 37,
Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung (bit.ly/rumahkail)

Biaya Kontribusi: Rp 25.000,00/peserta
(Peserta akan mendapatkan snack sore. KAIL juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menyumbang secara sukarela atau berbagi makanan sehat-tidak bersampah untuk dibawa saat pelatihan. Kami berusaha agar klub ini dapat disokong bersama-sama para anggota sehingga kegiatan ini dapat terus berlanjut.)

Pendaftaran:
(Kegiatan ini terbatas untuk alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL semua angkatan.)

Informasi:
0813-9429-0336 (SMS/WA)

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 15 September 2018


Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-35
"Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Sabtu, 15 September 2018
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta: bit.ly/rumahkail

Kontribusi:
Rp 125.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 250.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS0918
Paling lambat tanggal 13 September 2018 (pukul 09.00), kuota terbatas.

Informasi:
0813-9429-0336(SMS/WA)
kail.informasi@gmail.com

Mari kita belajar berpikir sistem bersama untuk menghadapi tantangan-tantangan dunia. Sampai jumpa di Rumah KAIL.

Salam,
Perkumpulan KAIL

#systemsthinking #KailBandung #caraberpikirsistem #bandung #workshop #workshopbandung

[INFO KEGIATAN] Donasi Barang Kebutuhan Anak untuk Bazaar Ultah KAIL 2018


Donasikan barang bekas layak pakai Anda!

Dalam rangka perayaan HUT KAIL ke-16 dan HUT RI ke-73, KAIL kembali mengadakan Bazaar murah kebutuhan anak-anak untuk warga Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung.

KAIL mengajak kawan sekalian mendonasikan barang (diutamakan bekas) untuk berbagai kebutuhan anak.

Donasi dapat berupa:
buku bacaan (non-pelajaran), majalah, mainan, perlengkapan sekolah, alat gambar/warna, alat olahraga, perlengkapan kebersihan, peralatan makan dan minum, pakaian dan aksesoris anak, serta alat musik.

Batas akhir pengumpulan donasi:
Rabu, 15 Agustus 2018.

Narahubung:
Kukuh 0857-2534-4197 (WA/SMS)

*Barang yang didonasikan harus layak pakai.
**Penggunaan barang bekas untuk memperpanjang umur pakai barang.
**Hasil penjualan di Bazaar akan digunakan untuk mendukung kegiatan anak di Kampung Cigarugak.

Mohon bantuan kawan-kawan untuk menyebarkan informasi ini dan mengajak orang lain untuk berdonasi juga!

Terima kasih 😊 🙏

#16tahunKAIL #kailbandung #bandung

[INFO KEGIATAN] Klub Cara Berpikir Sistem 28 Juli 2018: Mengenal Leverage Point



Dear alumni Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL,

Bagaimana perasaan rekan-rekan setelah mengikuti pelatihan CBS dasar? Merasa masih bingung atau ingin belajar lebih lanjut? 
Tahukah rekan, jika pada pelatihan dasar, kita hanya belajar beberapa dari 12 tipe leverage point?

Bagi rekan yang masih penasaran, mari belajar bersama di kegiatan:

Klub CBS Juli 2018:
Mengenal Leverage Point
(Trainer: Any Sulistyowati)

Hari: Sabtu, 28 Juli 2018
Waktu: 08.00-17.30
Tempat: Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, RT 03/RW 12 No. 37,
Girimekar, Cilengkrang,
Kab. Bandung (bit.ly/rumahkail)

Biaya Kontribusi:
Rp 50.000,00/peserta
(Termasuk makan siang dan snack. KAIL juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menyumbang secara sukarela agar kegiatan ini dapat terus berlanjut.)
.
Pendaftaran bit.ly/klubcbsleveragepoint
Maks. Rabu, 25 Juli 2018

(Kegiatan ini terbatas untuk alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL semua angkatan.) Informasi: 0813-9429-0336 (SMS/WA)

#systemsthinking #caraberpikirsistem #KlubCBS

[LIPUTAN] Hari Belajar KAIL: Mengambil Pilihan Pangan Berkesadaran 27 Mei 2018

Hari Belajar KAIL (HBK) bulan ini bertema “Mengambil Pilihan Pangan Berkesadaran”. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2018 ini menghadirkan dua narasumber utama: Susen Suryanto dari PIKPL Semanggi dan Angga Dwiartama, seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hayati, Institut Teknologi Bandung. Peserta dari kegiatan ini dihadiri oleh 9 orang peserta. Tidak kurang dari 3 relawan KAIL mendukung kegiatan ini , yaitu Fikri Amri dan Melly Amalia sebagai notulis serta Umbu Justin sebagai dokumentasi foto. Sedangkan 5 orang staf KAIL turut hadir sebagai relawan pada hari tersebut.

Foto bersama dengan peserta dan narasumber

Pembicara pertama, Susen Suryanto, mengawali kegiatan belajar bersama ini dengan membawakan topik “Kedaulatan Pangan Keluarga”. Ia memulai presentasinya dengan mengangkat hubungan pangan dengan kesehatan manusia. Pangan dibutuhkan oleh manusia untuk hidup dan berkembang. Namun, agar mencapai fungsinya yang optimal dan demi tercapainya kesehatan manusia yang mengonsumsi pangan tersebut, maka penting sekali untuk memperhatikan bagaimana memproses suatu makanan.

Susen juga mengajak peserta untuk mempertanyakan tentang kemandirian manusia dalam mengadakan bahan pangan itu dalam hidup kesehariannya. Apakah manusia, khususnya masyarakat di Indonesia telah berdaulat pangan? Apakah bedanya antara ketahanan pangan dan kedaulatan pangan? Sesungguhnya, suatu masyarakat mampu mencapai kedaulatan pangannya apabila ia mampu mengendalikan, mengadakan sendiri pangannya sejak dari pengadaan benih tanaman pangan itu sendiri.

Narasumber Susen Suryanto

Namun, pengadaan bahan pangan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh keaslian lingkungan asal dari tanaman pangan. Sehingga tanaman pangan yang khas tumbuh di suatu daerah, belum tentu memiliki rasa yang sama apabila ditumbuhkan di daerah lain. Susen memberi contoh ubi cilembu yang merupakan tanaman khas dari desa Cilembu, di kaki gunung Kareumbi, Jawa Barat. Apabila ubi cilembu ditumbuhkan di Papua misalnya, maka rasa manis ubi yang ditanam di Papua, tidak sama dengan rasa manis ubi yang tumbuh di daerah asalnya. Oleh karena itu, Susen mempercayai bahwa faktor genetik, lingkungan dan interaksi antara genetik dan lingkungan sangat besar pengaruhnya pada rasa dan penampilan suatu bahan pangan.

Susen menutup presentasinya dengan menekankan kepada pentingnya pertanian dalam seluruh kehidupan manusia. Oleh karena itu, jika selama ini para petani dan bidang pertanian itu sendiri, seolah-olah menjadi inferior dibandingkan aspek-aspek kehidupan lainnya, maka perlu untuk mengubah paradigma tersebut.

Materi belajar yang kedua pada HBK ini dibawakan oleh Angga Dwiartama. Angga membawakan materi berjudul “Menelusuri Jejak Pangan Kita”. Ia mengawali materinya dengan ajakan kepada para peserta untuk merefleksikan tentang makanan yang dikonsumsi selama satu minggu terakhir. Apa saja yang sudah dimakan? Dari mana makanan tersebut didapat? Dari mana penjual mendapatkan makanan tersebut? Sejauh mana kita bisa menelusuri rantai pangan kita sendiri?
Makalah yang dibawakan Angga ini mengacu pada buku yang ditulis oleh Michael Carolan, berjudul “No One Eats Alone”. Michael meyakini bahwa, ketika seseorang makan, ia tidak makan sendirian. Ia berinteraksi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan bahan pangan tersebut.

Narasumber Angga Dwiartama

Maka, pangan itu sendiri memiliki sebuah sistem. Sebuah sistem pangan adalah sistem yang menghubungkan pelaku pangan mulai dari pihak yang memproduksi, pihak yang memasarkan hasil produksi hingga kepada pihak yang mengonsumsi pangan tersebut.

Lebih jauh lagi, Angga mengajak untuk turut mempertimbangkan satu faktor dalam sistem pangan, yaitu ecological footprint (jejak ekologi) di dalam sistem pangan kita. Jejak ekologi di dalam sistem pangan mengukur dampak langsung serta tidak langsung dari mekanisme pengadaan bahan pangan yang dikonversi ke dalam jumlah karbon yang dihasilkan dari pengadaan pangan tersebut. Angga memberi contoh perbandingan bahan pangan yang diperoleh dari pasar lokal terdekat dengan bahan pangan yang diperoleh secara impor yang dibeli di supermarket yang jaraknya sekian kilometer jauhnya dari rumah kita sendiri. Jejak karbon yang dihasilkan dari bahan pangan impor tentunya lebih besar daripada jejak karbon yang dihasilkan dari bahan pangan yang dibeli di pasar lokal terdekat. Bahan pangan yang diambil dari kebun sendiri, tentu tidak memiliki jejak karbon sama sekali.

Paralel dengan pertimbangan jejak ekologi dalam pengadaan pangan, terdapat pula perhitungan Life Cycle Analysis (LCA) sebuah produk pangan. Dalam LCA ini, per unit produk diukur dampaknya terhadap lingkungan dari pengadaan sampai setelah pemakaian.

Mempertimbangkan jejak ekologi serta LCA dalam pengadaan bahan pangan, kita tentu akan lebih mempertimbangkan lokalitas makanan yang kita peroleh. Dengan memilih pangan lokal, maka terdapat beberapa kontribusi kita terhadap ekologi (mengurangi terbentuknya karbon di udara) dan secara ekonomi kita lebih memenangkan sistem ekonomi moral dibandingkan ekonomi pasar. Angga menutup materinya dengan memaparkan aktor-aktor yang sudah bergerak di bidang pangan lokal dengan jejak ekologis rendah. Ia

Materi yang dibawakan oleh kedua narasumber ini mengundang banyak pendapat dan pertanyaan. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, yang sedianya berlangsung kurang dari setengah jam, akhirnya memanjang sampai lebih dari satu jam. Diskusi berlangsung hangat di mana semua yang hadir dapat bertanya dan memberikan pendapat. Topik-topik sistem pangan yang muncul dalam diskusi antara lain adalah indikator carbon footprint, dampak lingkungan, genetic bank, tanaman perennial, kalender pangan, dan lain-lain.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dengan hangat

Sesi diskusi dan tanya jawab diakhiri dengan pernyataan yang membawa perenungan mendalam dari Susen, tentang betapa kayanya keanekaragaman sumber daya alam dan pengetahuan pangan di Indonesia. Namun saat ini kekayaan tersebut masih kurang diolah oleh generasi masa kini. Putusnya kekayaan dan pengetahuan tersebut penting untuk disambung kembali. Tugas tersebut berada di pundak generasi muda Indonesia masa kini.

Setelah sesi tanya jawab, peserta HBK mulai praktek menubuhkan pilihan pangan berkesadaran dengan merumuskan menu makanan dan cara pengolahan, yang bahannya akan dipanen bersama langsung dari kebun KAIL. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Setiap kelompok akan membuat pilihan menu: kelompok satu membuat makanan ringan dan minuman segar, serta kelompok dua membuat pendamping nasi.


Merumuskan dan mempresentasikan menu makanan yang akan dibuat

Hasil perumusan menu pun dipresentasikan antar dua kelompok, yaitu antara lain:

1. Kelompok makanan ringan dan minuman segar, membuat: sop buah beri, setup buah jambu, wedang sereh-jahe, talas dan singkong panggang, serta sambal cabe-bawang putih-bawang merah-daun jeruk-markisa
2. Kelompok makanan pendamping nasi, yaitu : telur bebek dadar dengan daun ginseng dan kenikir, saus tomat dari campuran papaya, tomat ceri, markisa, dan talas), perkedel talas, serta tumis pepaya muda dan bunga pepaya.

Selama 2.5 jam, dari pukul 15:00 - 17:30 para peserta, staf dan relawan yang hadir melakukan panen di kebun KAIL, kemudian mengolahnya menjadi makanan dan minuman yang siap disantap bersama. Keramahtamahan dan diskusi lebih lanjut pun terjalin di sesi panen, pengolahan, hingga santap bersama.

 

 

 
Sesi panen dan mengolah pangan bersama

Acara diakhiri pada pukul 19:00 dengan refleksi bersama dari semua yang hadir. Secara umum, semua peserta termasuk panitia senang dan puas dengan keseluruhan diskusi dan praktek yang telah terlaksana sepanjang satu hari ini. Banyak pengetahuan dan kepedulian yang dibagikan bersama, untuk pilihan pangan yang lebih berkesadaran.


Refleksi akhir setelah santap bersama-sama