[LIPUTAN] Hari Belajar Anak Manusia dan Alam - 10 Desember 2017

Kegiatan Hari Belajar Anak (HBA) diadakan pada tanggal 10 Desember 2017 di Rumah Kail, dengan tema “Manusia dan Alam”. Kegiatan HBA pada hari itu adalah menceritakan bagaimana pengalaman bercocok tanam pada bulan yang lalu kemudian masak bihun goreng bersama.

Kegiatan dihadiri oleh sebanyak 16 (enam belas) anak warga Cigarugak. Para peserta didampingi oleh para pendamping, yaitu Deta, Didit, Rara, Debby, Tirra, Sena,dan  Ayu. Narasumber yang berbagi keterampilan memasak tersebut adalah Deta dan Didit.

Kegiatan pembukaan diisi dengan pendaftaran peserta dan berolahraga pagi. Kemudian, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagi cerita di dalam kelompok tentang pengalaman bercocok tanam, kemudian mengisi buku jurnal dengan foto kegiatan dan mengukur tinggi dan berat badan pada bulan itu.

Setelah selesai, anak diajak mempersiapkan bahan-bahan memasak bihun dan membuat teh sereh. Untuk membuat teh sereh, anak memanen langsung sereh dari kebun Kail.

Pertama-tama Ibu Didit mengajak adik untuk membersihkan sereh hasil panen dan bersama-sama memasukkan sereh yang telah siap dimasak ke dalam satu panci air yang besar. Sambil menunggu teh sereh selesai, Kak Deta mengajak anak untuk memasak bihun goreng dimulai dari mempersiapkan alat dan bahan. Setiap kelompok terdiri dari berbagai jenis umur adik sehingga pembagian tugas berbeda-beda, misalnya adik kelas kecil menggunting sayuran dan adik kelas besar memecahkan telur.

Setelah bihun goreng dan teh sereh matang, seluruh peserta menikmati bersama hasil masakan mereka. Ada kejutan di akhir kegiatan dengan memakan es krim yang merupakan jenis konsumsi yang diminati adik setiap bulan dan akhirnya terwujud pada Hari Belajar Anak bulan itu. Es krim ini merupakan donasi dari Kak Rara dan Kak Debby.

Kegiatan hari itu diakhiri dengan mengisi jurnal pribadi dan menghitung bersama kontribusi peserta pada hari itu, yaitu sejumlah Rp 28.000,- (Dua puluh delapan ribu rupiah), yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan HBA berikutnya.

[LIPUTAN] Kegiatan Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 30 September 2017

Liputan Kegiatan Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 30 September 2017
Oleh: Navita Kristi Astuti


Berfoto bersama di Kebun KAIL

Lokakarya Cara Berpikir Sistem diadakan pada tanggal 30 September 2017. Lokakarya ini merupakan lokakarya ketiga yang diadakan dalam tahun 2017 ini setelah sebelumnya diadakan di bulan Februari dan Mei.

Staf Kail yang terlibat sebagai mentor maupun trainer dalam kegiatan pelatihan ini adalah: Melly, Debby, Deta, dan Vita. Relawan Kail yang turut mendukung sebagai trainer adalah Kukuh Samudera. Tidak ketinggalan, satu staf Kail lainnya yaitu ibu Didit mendukung di bagian konsumsi dan keuangan.

Kegiatan lokakarya dimulai dengan sesi perkenalan antar peserta yang dibawakan oleh Debby, kemudian perkenalan KAIL, dibawakan oleh Melly. Sesi Pengantar Cara Berpikir Sistem dibawakan oleh Kukuh Samudra. Pada sesi ini, Kukuh memulai dengan memberikan pertanyaan awal tentang apa definisi sistem. Peserta menjawab dengan berbagai jawaban, sambil sesekali diberi pertanyaan pancingan oleh Kukuh, hingga akhirnya diskusi mengerucut pada definisi sistem menurut Cara Berpikir Sistem. Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain, serta memiliki perilaku tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Dalam presentasi tersebut, Kukuh menerangkan tentang perilaku sistem dan apa akibatnya jika seseorang mengabaikan perilaku sistem. Bila seseorang mengabaikan salah satu elemen di dalam sistem, maka akan terjadi unintended consequences. Hal ini dicontohkan oleh Kukuh dengan kisah tentang komitmen Pemerintah Jakarta untuk membasmi tikus. Pemerintah berniat memberikan insentif berupa uang yang cukup banyak apabila tikus berhasil dibasmi. Namun apa yang terjadi? Bukannya berkurang, populasi tikus justru semakin banyak. Ini diakibatkan oleh karena masyarakat mengharap uang dari insentif pembayaran tikus tersebut. Agar tetap mendapatkan uang hasil insentif tersebut, sekelompok orang justru beternak tikus, supaya selalu ada tikus yang dibasmi.


Sesi visioning di kelompok

Setelah Pengantar Cara Berpikir Sistem, sesi berikutnya adalah belajar menerapkan teknik-teknik Cara Berpikir Sistem. Tahap awal yang dilakukan adalah Visioning yang dibawakan oleh Debby. Di dalam Sesi Visioning ini, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan minat atau organisasi. Ke-17 peserta yang hadir dibagi dalam kelompok sebagai berikut:
1. Kelompok BUMDES
2. Kelompok PMII
3. Kelompok Sacita Muda
4. Kelompok JBM (Jaringan Buruh Migran)
5. Kelompok Umum (terdiri dari peserta dengan minat yang beragam)


Pada saat visioning, setiap kelompok diharapkan menggambar harapan mereka dalam 5 tahun ke depan tentang organisasi mereka serta bagaimana keadaan masyarakat yang dipengaruhi oleh gerakan organisasi mereka.






Membuat indikator dan BOT

Setelah peserta membuat visi mereka dalam 5 tahun ke depan, maka peserta belajar merumuskan indikator. Indikator adalah suatu peristiwa atau tindakan yang dapat terukur, dan merupakan bagian dari perwujudan visi yang telah digambarkan dalam sesi sebelumnya. Indikator dapat dibuat sebanyak-banyaknya sesuai keadaan yang dialami oleh tiap-tiap kelompok. Setelah indikator dibuat, setiap kelompok belajar membuat hubungan sebab akibat antara satu indikator dengan indikator lainnya, yang disebut sebagai causal loop diagram (CLD). Hubungan sebab akibat ini diberi tanda panah. Anak panah yang keluar dari suatu indikator artinya indikator tersebut mempengaruhi indikator lainnya.


Permainan Leverage Points

Setelah CLD setiap kelompok dibuat, peserta belajar tentang leverage point. Leverage Points adalah indikator-indikator di dalam sistem yang apabila diintervensi, akan cukup besar mempengaruhi indikator-indikator lainnya. Hal ini ditandai dengan adanya loop (kumpulan indikator yang membentuk hubungan sebab akibat melingkar) serta jumlah panah keluar terbanyak dari indikator tersebut.

Menjelang akhir pelatihan, peserta belajar tentang cara menyusun strategi intervensi sistem yang dibawakan oleh Deta.

Sesi ini kemudian diakhiri dengan ungkapan kesan-kesan yang dialami peserta selama pelatihan.

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak Bercocok Tanam - 19 November 2017

Bercocok Tanam, itulah tema Hari Belajar Anak (HBA) pada bulan ini, Minggu 19 November 2017. Kegiatan dimulai sekitar pukul 9 pagi, tetapi anak-anak sudah antusias dan datang lebih pagi, secara tertib dan antri mereka mengisi buku absensi kegiatan, Wow, ternyata hari ini yang datang ada 33 anak!

Kegiatan diawali dengan olahraga terlebih dahulu, yang dipandu oleh Kak Debby, dan dengan penuh semangat mereka mengikuti seluruh gerakan yang dicontohkan. Setelah berolahraga, anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama yang usianya dibawah 8 tahun bersama Kak Rara dan kelompok kedua yang berumur lebih dewasa bersama Kak Debby. Setiap kelompok akan menuju kedua pos yang berbeda secara bergantian, yaitu pos media tanam dan pos regrow.

Anak-anak usia kecil menuju pos media tanam terlebih dulu, dan anak-anak yang berusia lebih dewasa di pos regrow. Di pos media tanam mereka dijelaskan media tanam apa saja yang diperlukan untuk menanan. Penjaga pos ini adalah Pak Enjang, yang mengurus kebun di Rumah Kail. Pak Enjang menjelaskan bahwa harus ada campuran antara tanah, pupuk kandang dan sekam, ini akan menjadi perpaduan yang pas untuk menanam. Anak-anak diminta untuk merasakan tekstur dari masing-masing, awalnya ada keraguan, karena mereka harus memegang tanah atau kotoran kambing.

Anak-anak mendapatkan masing-masing satu plastik sebagai polybag dan mereka mengisinya dengan campuran tanah, pupuk kandang dan sekam. Anak-anak juga bebas memilih tanaman apa yang akan ditanam, ada yang memilih bayam merah atau gingseng. Selain menanam di polybag anak-anak juga diminta menanam di salah satu bed kebun Kail.

Di Pos regrow, penjaga posnya adalah Kak Deta, di sini dijelaskan tenatang media tanam yang lain, yaitu menggunakan air. Ternyata ada yang biasanya dianggap sebagai sampah dapur tetapi masih dapat ditumbuhkan kembali dengan cara menumbuhkan akar pada media kemasan gelas yang telah diisi air. Anak-anak diminta memilih salah satu tanamannya, yaitu Sawi HIjau, Daun Bawang, Seledri dan Sereh.  Setelah memilih tanaman, anak-anak dibagikan masing-masing satu kemasan gelas, mereka mengisi dengan air, cukup sedikit air saja tidak perlu sampai penuh terisi. Tanaman-tanaman yang sudah dipilih tadi dipotong bagian yang mendekati akar, kemudian dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Anak-anak diminta memberi nama masing-masing tanaman dan berjanji untuk merawat serta memindahkan ke media tanam tanah setelah hari keempat.

Dua pos telah dilewati, tiba saatnya menyantap hidangan yang telah disediakan. Setelah mencuci tangan, secara bergiliran mereka mengambil kue dan minum untuk disantap bersama-sama. Senangnya hari ini bisa bercoocok tanam sendiri. Anak-anak diminta merawat dan menjaga tanaman yang tadi ditanam, karena akan dibawa di kegiatan HBA bulan depan yang bertema memasak.



[LIPUTAN] Hari Belajar Anak: Mengamati Habitat Alam - 29 Oktober 2017

oleh: Eugenia Rakhma

Selamat pagi! Selamat bertemu kembali di kegiatan Hari Belajar Anak! HBA kali ini kembali diadakan pada tanggal 29 Oktober 2017 bersama Kak Debby, Kak Melly, Kak Siska, Kak Rara, dan Kak Terra. Pada pagi hari sebelum kegiatan dimulai, Kak Melly memimpin senam kesehatan jasmani agar adik-adik Cigarugak sehat dan bersemangat.

Setelah berolahraga, adik-adik pun diajak melihat habitat alam di sekitar rumah KAIL yang terletak di Kampung Cigarugak. Kakak-kakak pendamping telah menyiapkan tiga buah pos untuk dikunjungi. Nah, apa saja pos-pos tersebut, ya? Yuk, ikuti keseruan bermain sambil belajar di rumah KAIL kali ini!

Sebelum mulai berkegiatan, adik-adik dibagi ke dalam tiga buah kelompok berdasarkan usia. Masing-masing kelompok secara bergantian akan mengunjungi setiap pos yang ada, yaitu pos habitat udara, habitat di atas tanah, dan habitat di dalam tanah. Setiap kelompok pun memiliki alur rute sendiri-sendiri agar semua bisa mendapatkan pengalaman di setiap pos tanpak kecuali.

Pos habitat udara


Pos pertama adalah pos habitat udara. Bersama Kak Siska, adik-adik diajak mengamati area udara rumah KAIL dengan menggunakan teropong. Dengan antusias, mereka menyebutkan setiap hewan yang terlihat melalui teropong. Ternyata di habitat udara rumah KAIL ada kupu-kupu, capung, lebah, lalat, nyamuk, bahkan sampai tupai di atas pohon! Adik-adik lalu diajak menggambarkan apa saja yang berhasil mereka temukan melalui pengamatan tadi. 

Menarik garis-garis hubungan di dalam kelompok


Pos kedua terletak di dekat kolam KAIL. Adik-adik diajak mengamati apa saja yang ada di atas tanah Kail bersama Kak Vita. Ada pohon, bunga, kucing, juga ikan. Setelah menggambarkan benda hidup dan tak hidup tersebut, adik-adik diajak menarik garis hubungan. Misalnya, pohon memerlukan sinar matahari untuk bertumbuh, kupu-kupu membantu bunga untuk berkembang, dan seterusnya.

Pos habitat tanah


Di pos ketiga, adik-adik diajak menggali tanah untuk mencari tahu, siapakah yang tinggal di dalam sana? Ya, cacing! Selain cacing, adik-adik juga menemukan semut beserta lubang-lubang tempat tinggal mereka. Kak Terra lalu mengajak adik-adik mendengarkan cerita tentang proses “memasak” yang terjadi di daun. Hal ini yang memungkinkan pohon menghasilkan udara segar yang kita hirup atau oksigen. Tak hanya itu, Kak Terra juga mengajak adik-adik mengamati bagian akar tanaman dengan alat yang bernama mikroskop. Wah, seru sekali pengalaman hari ini, ya!

Bercerita bersama tentang garis-garis hubungan dari pengamatan habitat alam

Menikmati snack bersama sebelum pulang

Setelah berjalan-jalan, mengamati habitat alam di ketiga pos, menggambar, dan menarik garis-garis jaring hubungan, adik-adik diajak menikmati snack. Mereka sangat senang ketika mengetahui snack hari ini adalah pizza. Yummy! Semua adik makan dengan lahap dan menghabiskan bagiannya.

Tanpa terasa, hari sudah semakin siang. Sebelum berpisah, adik-adik kembali ke kelompoknya. Mereka diajak membandingkan lingkungan di sekitar KAIL dengan lingkungan lain yang pernah mereka datangi, yaitu area Cijambe bawah dan alun-alun kota Bandung. Mereka diajak bertanya jawab seputar hewan dan tumbuhan apa saja yang ada di kedua lingkungan tersebut, kondisi lingkungan, sampai kesegaran udaranya. Di akhir diskusi, adik-adik serempak mengatakan bahwa mereka lebih suka berada di Cigarugak yang masih memiliki banyak pohon, kupu-kupu, cacing, sampai kodok. Udaranya pun masih segar.

Nah, sekian cerita Hari Belajar Anak kali ini.  Tunggu keseruan HBA berikutnya, ya!

 


[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL "Self-Healing for Healthy & Happy Life"


Banyak kerja keras dilakukan oleh seorang aktivis untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Kelelahan dan stress, atau burning out, adalah persoalan yang kemudian banyak dihadapi. Hal tersebut tentu dialami semua aktivis di berbagai bidang garap.


Lalu ketiadaan ruang dan waktu untuk memikirkan diri sendiri pun menghabiskan energi. Jika kita kehabisan energi, lalu bagaimana harapan-harapan kita dapat dicapai?

Hari Belajar KAIL "Self-Healing for Healthy & Happy Life" menyediakan ruang bagi siapa saja yang rindu memulihkan dan menyegarkan dirinya.


Kegiatan ini akan diadakan pada
Sabtu, 28 Oktober 2017
Pukul 08:00-16:00

di Rumah Kail
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(bit.ly/rumahkail)

Anda bisa bergabung dan menemukan cara-cara kreatif dan mandiri untuk recharging diri Anda. Termasuk menemukan kawan-kawan untuk berbagi makna kesehatan dan kebahagian.

Bergabunglah dengan mendaftar di
bit.ly/HBK1710 (Paling lambat 26 Okt 2017)

dengan kontribusi Rp 35.000
(Termasuk makan siang & snack sehat)

Mari bergabung, semua diundang.

[INFO KEGIATAN] Cara Berpikir Sistem 30 September 2017



Selamat pagi rekan-rekan sekalian. Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan

Pelatihan Cara Berpikir Sistem Angkatan ke-32
“Pengembangan Organisasi dan Masyarakat”

Sabtu, 30 September 2017
Pukul 08:00-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Peta: bit.ly/rumahkail)

Kontribusi:
Rp 100.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 200.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/CBS1709
paling lambat tanggal 25 Sep. 2017, kuota terbatas

Informasi: 0813-9429-0336 (SMS/WA) /  kail.informasi@gmail.com

Mari kita belajar berpikir sistem bersama untuk menghadapi tantangan-tantangan dunia. Sampai berjumpa di Rumah KAIL.

Salam hangat.

[LIPUTAN] Syukuran peringatan Ulang Tahun KAIL 2017

Pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017, KAIL menyelenggarakan syukuran ulang tahun KAIL yang ke-15. Syukuran ini dihadiri oleh para staff, relawan dan para undangan dari perwakilan mitra KAIL dan Karang Taruna Cigarugak. Kegiatan berlangsung di kebun KAIL, mulai jam 10 sampai dengan jam 1 siang dan dipandu oleh Debby Josephine sebagai fasilitator.

Ketika tiba di Rumah KAIL, para undangan diajak untuk menikmati hidangan minuman selamat datang dan kudapan sehat berupa nagasari dan ketan kelapa buatan Emak Entis, tetangga sebelah Rumah KAIL. Sambil menikmati hidangan, para undangan dapat berkeliling melihat-lihat Rumah dan Kebun KAIL atau bersantai duduk-duduk di halaman sambil mengobrol dengan undangan lainnya.


Acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Didit Indriati, Koordinator Rumah KAIL. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan para peserta yang hadir. Mereka saling berbagi nama dan keterlibatan di organisasi atau kegiatan mereka sehari-hari.  Mayoritas peserta adalah para relawan KAIL, yang terdiri dari 24 orang, di antaranya merupakan pegiat individu maupun yang aktif di berbagai organisasi dan komunitas sosial seperti YPBB, Bandung Heritage, dan ASF-ID. Turut hadir pula peserta dari Karang Taruna Kampung Cigarugak sebanyak sekitar 10 orang.

Setelah itu peserta berproses bersama untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang KAIL dan kegiatan-kegiatannya.  Dalam proses ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mendapatkan pemahaman tentang KAIL dari aspek yang berbeda-beda, yaitu: Kelompok pertama mendapatkan penjelasan mengenai Rumah KAIL, kelompok dua mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan KAIL, kelompok ketiga mendapatkan penjelasan mengenai terbitan-terbitan KAIL dan kelompok terakhir mendapatkan penjelasan mengenai kebun KAIL.  Setiap peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai ke-4 aspek di atas secara bergantian.

Untuk memahami Rumah KAIL lebih lanjut para peserta diajak menjelajahi Rumah KAIL mulai dari parkiran, kemudian masuk ke rumah, baik di lantai atas maupun lantai bawah. Kelompok ini dipandu oleh Didit Indriati, koordinator Rumah KAIL.

Rumah KAIL dirancang dengan menggunakan prinsip keberlanjutan seperti penggunaan bahan dari sumber daya terbarukan (termasuk bahan daur ulang) sebanyak mungkin dan menggunakan sesedikit mungkin sumber daya tak terbarukan. Desain semua ruangan dengan bukaan jendela untuk mendapatkan cahaya alami dari matahari, menghemat penggunaan listrik dan juga desain semua ruangan dengan ventilasi maksimal untuk mendapatkan udara segar. Rumah KAIL juga memasang biodigester di toilet yang mendukung sebagian kecil bahan bakar untuk memasak. Rumah KAIL membuat sistem penampungan air hujan untuk menyiram kebun selama musim kemarau.

Kebun KAIL mengunakan konsep permakultur. Diisi dengan tanaman pangan yang memasok sebagian kebutuhan dapur Rumah KAIL, mempromosikan penggunaan tanaman-tanaman dari spesies asli dan juga melestarikan sebanyak mungkin spesies asli satwa liar dan tumbuhan.

Setelah itu peserta diajak untuk mendengarkan presentasi mengenai kegiatan KAIL di perpustakaan anak. Kelompok ini dipandu oleh Fransiska Damarratri, koordinator kegiatan rutin KAIL. Di kelompok ini, Siska memutarkan video 15 tahun Kail dan selayang pandang kegiatan Hari Belajar Anak. Video tersebut telah diramu dengan apik oleh relawan Umbu Justin dari berbagai kumpulan dokumentasi Kail. Lalu para peserta, yang merupakan relawan yang baru mengenal Kail maupun yang sudah lebih dahulu mengenal. membagikan kesan dan pesan mereka terutama terkait bagaimana Kail mempengaruhi kehidupan mereka. Siska juga bercerita tentang berbagai program Kail berkembang dan bagaimana Kail mengembangkan organisasi dengan berbagai nilai yang dieksplor dan dijunjung bersama.

Untuk memahami terbitan KAIL, para peserta diajak untuk melihat, membaca dan browsing terbitan online KAIL. Kegiatan ini bertempat di kebun KAIL di bangku-bangku seputar api unggun. Kegiatan ini dipandu oleh Navita Kristi Astuti, penanggung jawab Proaktif Online dan terbitan KAIL. Secara khusus dijelaskan mengenai sejarah Proaktif Online dari masa ke masa, alur persiapan Proaktif Online dari pembuatan TOR hingga pengunggahan artikel ke blog dan pembuatan zine. Dalam kesempatan ini, diberitahukan pula mengenai peluang keterlibatan sebagai relawan di Pro:aktif Online, yaitu sebagai relawan penulis, relawan illustrasi dan relawan tata letak zine

Untuk memahami kebun KAIL, para peserta diajak untuk berkeliling kebun KAIL sambil mendengarkan sejarah, prinsip-prinsip dan apa saja yang ada di kebun KAIL. Kelompok ini dipandu oleh Melly Amalia dan Pak Enjang, penanggung jawab kebun  KAIL. Penjelasan dan diskusi berlangsung padat dan singkat, seputar tentang sistem zonasi pada konsep Permakultur yang diterapkan di kebun Kail, bagaimana pengelolaan material yang dihasilkan dan dikelola oleh kebun, peran ternak (bebek, marmut, kelinci) dalam pengelolaan kebun, jenis-jenis tanaman dan manfaatnya untuk keseharian Kail dan terakhir melihat bed semaian yang berada di belakang dan samping Rumah Kail.  Sambil berkeliling, peserta ikut merasakan panen buah berry yang tersebar di sekitar Rumah Kail.

Setelah mengenal KAIL lebih lanjut, peserta kembali berkumpul di labirin. Acara selanjutnya adalah penyerahan penghargaan kepada para relawan KAIL. Pertama-tama, Vita, PJ Proaktif Online memberikan penghargaan kepada para penulis Proaktif Online edisi Agustus 2017. Penyerahan penghargaan ini sekaligus merupakan launching Proaktif Online Edisi Agustus 2017. Putaran kedua adalah penyerahan kenang-kenangan bagi seluruh relawan kegiatan termasuk kegiatan ulang tahun ini. Setiap peserta dapat memilih bibit dan benih tanaman apa yang ingin mereka bawa pulang dan tanam di rumah masing-masing. Penyerahan kenang-kenangan ini dilakukan oleh Melly Amalia.



Tahap selanjutnya adalah penyerahan penghargaan bagi para relawan dengan jam relawan terbanyak. Untuk tahun ini, penghargaan ini diserahkan kepada 3 orang, yaitu Sally Anom Sari, Kukuh Samudra dan Usie Fauzia Anniza. Sally adalah relawan yang banyak melakukan dokumentasi kegiatan dalam bentuk video. Video-video ini kemudian diolah menjadi klip-klip video untuk bahan-bahan pembelajaran KAIL baik versi online maupun di kelas. Sally mendapatkan hadiah CD koleksi lagu dari Sandra Fay, seorang seniman aktivis dari Bali yang mempromosikan platform gerakan perubahan sosial dengan Bahasa Hati.Kukuh adalah relawan dengan jam relawan terbanyak tahun sebelumnya. Tahun ini Kukuh mengurangi keterlibatan di KAIL karena kesibukan untuk menyelesaikan skripsi S1nya di Jurusan Teknik Elektro ITB. Meskipun demikian jam relawan Kukuh masih tetap salah satu yang terbanyak. Kukuh mendapatkan hadiah sedotan stainless yang diserahkan oleh Melly Amalia. Kail memberikan hadiah dalam bentuk sedotan stainless, dengan harapan Kukuh bisa berkontribusi mengurangi penggunaan sedotan sekali pakai dan buang. Harapannya sedotan stainless ini bisa menjadi salah satu peralatan penunjang gaya hidup ramah lingkungan yang selalu menemani Kukuh kemana pun dia pergi. Usie adalah relawan mentor pelatihan Cara Berpikir Sistem, relawan fotografi dan relawan notulen dalam kegiatan-kegiatan Kail. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur, Usie aktif berkegiatan di beberapa organisasi terkait yang bergerak di bidang sosial.

Setelah penyerahan penghargaan, dilakukan pemotongan dan pembagian AWUG oleh para relawan dengan JK terbanyak. Awug ini dibuat oleh seorang penjual Awug d.ari Desa Giri Mekar, tempat Rumah KAIL berada. Awug ini merupakan makanan kudapan tradisional Sunda yang pada kesempatan ini dibuat dalam bentuk tumpeng.  Disekeliling tumpeng awug disajikan berbagai kue trasidinal, seperti klepon, nagasari, putri noong dan getuk.


Setelah menikmati awug bersama, tibalah acara yang ditunggu-tunggu, yaitu makan bersama. Makanan yang disajikan kali ini adalah nasi timbel, masakan Teh Euis, pengurus Rumah KAIL ditemani dengan aneka lauk buatan Ibu Apon, pemilik warung nasi di Kampung Cigarugak, dekat Rumah KAIL.  Lauk-lauk yang dipilih adalah tempe bacem, pepes tahu dan belado ikan tongkol. Tentu saja tidak lupa dilengkapi dengan dua jenis sambal dan aneka lalapan. Berbeda dengan cara makan di Rumah KAIL yang biasanya prasmanan, makan siang kali ini kami semua duduk lesehan di labirin Rumah KAIL, berkeliling menghadap daun pisang yang telah disusun melingkar. Nasi liwet beserta lauk pauknya disajikan di atas bentangan daun pisang. Para peserta syukuran Ultah KAIL menikmati makan siang tersebut bersama-sama dari sajian daun pisang tersebut.

Semua menikmati kebersamaan ini. Mensyukuri nikmat yang telah diberikan-NYA dan peran-peran yang telah dan akan kami jalani untuk keberlangsungan bumi beserta mahluk hidup didalamnya.


Terima kasih.

[LIPUTAN] Bazaar meriahkan Peringatan HUT RI dan HUT KAIL 2017 di Rumah KAIL



Setiap bulan Agustus, KAIL merayakan ulang tahun sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI. Dalam kesempatan tersebut KAIL menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berguna bagi masyarakat sekitar Rumah KAIL, khususnya warga Kampung Cigarugak. Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan terjalin silaturahmi yang erat antara KAIL dengan warga, yang dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan kampung Cigarugak. Salah satu kegiatan utama adalah bazaar untuk menyediakan kebutuhan anak-anak Kampung Cigarugak dengan harga yang terjangkau.
 

Bazaar ini merupakan kegiatan tahunan yang secara rutin dilakukan KAIL untuk warga Cigarugak sejak tahun 2014. Untuk tahun 2017 ini, bazaar diselenggarakan pada hari Sabtu siang, 26 Agustus 2017 dan mengangkat tema “Saling berbagi dan maju bersama dalam semangat persatuan Indonesia”. 


Sejak pukul dua siang anak-anak dan orang tua telah berkumpul untuk mengantri kupon bazaar. 
Dengan kupon tersebut mereka dapat membeli barang-barang yang mereka inginkan. Barang-barang pada bazaar ini adalah barang bekas dan baru hasil sumbangan dari berbagai pihak, yaitu: Playgroup-TK-SD Gagas Ceria, TK-SD-SMP Santo Yusup, Wanita Katolik Cabang Katedral Bandung, Penerbit Mizan serta sumbangan perorangan yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu. Untuk pengumpulan donasi, KAIL bekerja sama dengan Gagas Ceria, Santo Yusup dan Pustakalana sebagai titik pengumpulan barang-barang donasi dari para donatur.




Barang-barang yang dijual di dalam bazaar ini terutama adalah barang-barang bekas layak pakai yang dikumpulkan dari para donatur. Penggunaan barang bekas bertujuan untuk memperpanjang umur pakai barang, sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi barang baru. Pengurangan konsumsi akan mengurangi eksploitasi sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan.



Kegiatan bazaar ini berlangsung di halaman, lantai bawah dan atas Rumah KAIL. Berbagai jenis barang dijual di bazaar ini. Ada perlengkapan sekolah seperti buku tulis, penghapus, pena, penggaris, pensil warna dan rautan. Ada juga seragam sekolah dan aneka baju anak-anak. Ada beragam mainan untuk anak-anak, mulai dari boneka berbagai ukuran, bola, karet, balok-balok kayu dan berbagai model mobil-mobilan. Di halaman Rumah KAIL tersedia barang-barang seperti baju anak-anak, buku bacaan, peralatan sekolah, mainan, sepatu, tas  dengan harga jual Rp 1.000,-. Sementara di lantai bawah tersedia barang-barang pakaian, buku, mainan, peralatan makan dan minum,  dengan harga Rp 5.000,- dan Rp 10.000,-; dan di lantai atas tersedia barang sama dengan yang di lantai bawah dengan harga Rp 2.000,- .

Pada kegiatan bazaar ini hadir dan memberi sambutan yaitu tokoh masyarakat yang mewakili warga Kampung Cigarugak, Bapak Mislah dan Kang Marna, Ketua Karang Taruna RW 12 Cigarugak. Dilanjutkan sambutan dari Koordinator Bazar Kail 2017 yaitu Melly Amalia. Selama bazar berlangsung, acara ini dipandu oleh duo pembawa acara yaitu Debby Yosephine dan Vanya Febriyantie.

Para relawan individu dan dari berbagai organisasi, termasuk Karang Taruna Cigarugak, berkontribusi besar dalam kegiatan bazaar ini mulai dari pengumpulan barang, memilah dan memberi harga, mengatur barang-barang di ruangan, melayani pembeli saat bazaar berlangsung dan membereskan kembali ruangan dan barang yang tersisa setelah kegiatan.

Sesuai dengan tema kegiatan, melalui proses ini, diharapkan terjalin silaturahmi antara mereka yang memiliki barang berlebih dengan mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, relawan dan jaringan KAIL dapat berkontribusi untuk mendorong proses berbagi dan maju bersama untuk kualitas kehidupan yang lebih baik. Seluruh hasil penjualan bazaar akan digunakan untuk mendanai kegiatan anak di Cigarugak di Rumah KAIL tahun yang akan datang.



Acara bazaar ini dimeriahkan dengan door prize untuk anak-anak dengan hadiah berbagai barang menarik ditambah buku cerita untuk setiap anak yang terlibat. Selain itu dilakukan juga lelang barang-barang istimewa dari koleksi barang-barang donasi. Beberapa mainan anak usia balita juga didonasikan untuk Paud Cemerlang, yang juga berada di RW 12 Cigarugak.


 

Yang membuat kegiatan ini lebih meriah lagi adalah penampilan grup penyanyi dan musik dari Karang Taruna Cigarugak. Mereka menyanyikan lagu-lagu anak dan lagu bertema kemerdekaan Republik Indonesia untuk menghibur para pengunjung.  Penampilan yang tidak kalah menarik adalah dari Kang Adew (Ade Hermawan) yang menghibur pengunjung dengan lagu-lagu anak-anak dan lagu-lagu kebangsaan. Anak-anak Cigarugak turut diberi kesempatan untuk menyanyi bersama. Tersedia hadiah hiburan bagi anak-anak yang mau menyanyi di panggung.

Tidak terasa sore hari pun tiba. Semua pengunjung dan panitia sudah pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak pulang dengan wajah bahagia karena telah mendapatkan barang-barang yang mereka perlukan.

Terima kasih untuk semua relawan yang terlibat.

Sampai jumpa di bazaar KAIL di tahun-tahun mendatang.


Selamat Ulang Tahun KAIL, Selamat Ulang Tahun Indonesia.

[INFO KEGIATAN] Perayaan 15 Tahun KAIL & Dirgahayu 72 Tahun Indonesia "Berbagi dan Maju Bersama"




Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperingati ulang tahun KAIL dan HUT RI, dengan ini kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk menghadiri

Perayaan 15 Tahun KAIL & Dirgahayu 72 Tahun Indonesia
"Berbagi dan Maju Bersama"

Sabtu, 26 Agustus 2017
Pukul 09:30-17:00 WIB

di Rumah KAIL,
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta: bit.ly/rumahkail

Rangkaian Acara
09:30-13:00
Ramah Tamah dan Syukuran
Berbagi 15 Tahun KAIL,
Penghargaan bagi Relawan,
Peluncuran Pro:aktif Online.

14:00-17:00
Bazar untuk Anak-Anak
Warga Kp. Cigarugak, Hiburan

Mohon mengisi form konfirmasi di bit.ly/ultahkail2017,
selambat-lambatnya 24 Agustus 2017

Informasi lebih lanjut:
0813-9429-0336 (SMS/WA)
x

[INFO KEGIATAN] Mari Berdonasi untuk Bazar Ultah KAIL ke-15


Mari Berdonasi!

Dalam rangka HUT KAIL ke-15 dan HUT RI ke-72, KAIL kembali mengadakan Bazaar murah yang menjual kebutuhan anak-anak untuk warga Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung.

KAIL mengajak kawan-kawan untuk mendonasikan barang (diutamakan bekas) untuk berbagai kebutuhan anak. Donasi dapat berupa: buku bacaan (non-pelajaran), majalah, mainan, perlengkapan sekolah, alat gambar/warna, alat olahraga, perlengkapan kebersihan, peralatan makan dan minum, pakaian dan aksesoris anak, serta alat musik.

Batas akhir pengumpulan donasi:
Minggu, 20 Agustus 2017

Donasi dapat dikumpulkan di beberapa titik pengumpulan, antara lain:
  1. Rumah KAIL: Kp. Cigarukgak, Desa Giri Mekar,  Kec. Cilengkrang,  Kab. Bandung (daerah Bandung Timur)
  2. Simpul Library Pustakalana: Jalan Taman Cibeunying Selatan No. 5
  3. Perpustakaan Elmuloka
  4. SD Gagas Ceria,  Jalan Malabar 61
  5. Rumah Navita K.: Jalan Imperial II no 2, kompleks Dago Asri, Bandung 40135
  6. Rumah Deta: Jalan Rereng Suliga No. 1, Sukaluyu, Bandung 40123

Narahubung:
Deta 0813 211 93234 (WA/SMS)

* Barang yang didonasikan harus layak pakai.
** Penggunaan barang bekas untuk memperpanjang umur pakai barang.
** Hasil penjualan di Bazaar akan digunakan untuk mendukung kegiatan anak di Kampung Cigarugak.

Mohon dukungan kawan-kawan untuk menyebarkan informasi ini.
Terima kasih.


***



[LIPUTAN] Hari Belajar Kail: Mencapai Kehidupan Holistik melalui Pola Hidup Sehat Alami

oleh Rilis Eka Perkasa



Cerahnya cuaca menghiasi suasana pagi akhir pekan itu. Matahari pagi seolah menyemarakkan jalannya Hari Belajar KAIL (HBK) pada Sabtu, 29 Juni 2017. HBK yang mengambil tajuk “Pola Hidup Sehat Alami – Hidup Sehat dan Penyembuhan Diri Berdasarkan Ilmu Medis” ini dihadiri oleh 7 orang peserta dari berbagai latar belakang. Enam peserta ini nantinya akan mengikuti presentasi tentang pola hidup sehat dan workshop praktik olah napas yang dibawakan oleh dr. Rini Damayanti, DCN. Dengan keahliannya sebagai praktisi olah napas dan olah gerak Bio Energy Power (BEP), Ibu Rini meningkatkan wawasan peserta mengenai pengaturan pola hidup selama 3 jam ke depan dengan dipandu oleh relawan moderator Okie Fauzi Rachman.


Kesehatan mungkin memang bukan segalanya sehingga banyak orang yang tidak benar-benar merasakan kehadirannya. Demikian pendapat dr. Rini saat membuka pemaparannya. Namun Beliau menekankan bahwa tanpa kesehatan segala hal menjadi tiada artinya. Beruntunglah manusia, karena manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Secara alami, tubuh manusia dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya apabila ditunjang dengan pola hidup yang tepat, mulai dari berpola pikir positif, mengkonsumsi makanan yang baik dan benar, berolahraga secara rutin, hingga memastikan tubuh menerima sinar matahari dan udara segar.

Sesekali, pemaparan diselingi oleh diskusi dengan para peserta. Diskusi paling seru berlangsung saat membicarakan masalah makanan yang baik. Berbagai persoalan dalam pengolahan makanan dibahas, mulai dari rasio yang tepat antara sayuran dalam makanan sehari-hari, buruknya memasak ulang atau memanasi makanan, hingga bahwa sebenarnya labu tidak perlu dikupas untuk dikonsumsi. Semua dilakukan untuk memaksimalkan kandungan gizi dan serat dari makanan yang disantap sehari-hari. Pola istirahat juga harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Menurut Ibu Rini, hati manusia bekerja maksimal di malam hari, kira-kira antara pukul 11 hingga 1 malam. Oleh karenanya, sebaiknya di saat-saat itu seseorang tidur agar hatinya dapat bekerja dengan baik.

Menginjak pembahasan mengenai pernapasan, dr. Rini mengajak peserta untuk memahami metode yang tepat untuk melatih pernapasan. Beliau menganjurkan untuk menggunakan hidung untuk menarik napas dan menggunakan mulut untuk membuangnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan organ-organ pernapasan dan meningkatkan kualitas udara yang dihirup. Selanjutnya, Ibu Rini mengajarkan gerakan-gerakan untuk melatih pernapasan. Menariknya, latihan pernapasan ala BEP tidak melulu memperhatikan unsur fisiologis dalam pernapasan. Unsur chi atau energi tubuh, yang disentuh secara mendalam pada pengobatan alternatif Asia Timur, juga turut dijadikan perhitungan. Oleh karenanya, gerakan-gerakan yang dilakukan juga ditujukan untuk mengoptimalkan peredaran chi dalam tubuh. Jadilah gerakan latihan pola pernapasan ini layaknya gerakan-gerakan dalam seni bela diri Tai Chi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan workshop olah napas. Para peserta diajak duduk melingkar dengan nyaman di atas kursi. Pertama-tama, para peserta mempraktikkan metode bernapas yang baik. Sembari berkelakar, dr. Rini menyampaikan, “Tidak perlu kuatir muka jadi jelek waktu latihan olah napas.” Memang, ketika menarik napas dalam-dalam dengan metode yang benar wajah terlihat seolah-olah seperti sedang manyun atau cemberut. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan mempraktikkan gerakan dasar yang sebelumnya sudah dicontohkan dan memadukannya dengan gerakan-gerakan lain sehingga didapat tiga jenis pola gerak. Untuk melatih pernapasan, ketiga pola gerak tadi dilakukan sebanyak lima set. Untuk menutup latihan pernapasan, dilakukanlah gerakan penutup. Di akhir sesi workshop, dr. Rini menyebutkan bahwa sebaiknya latihan ini dilakukan secara rutin sebanyak 10-20 set tiap harinya untuk menjaga kesehatan tubuh.


Mentari yang terus bersinar cerah hari itu menggambarkan keceriaan HBK yang berlangsung hingga lewat tengah hari. Setelah acara ditutup, para peserta bersama Ibu Rini berfoto bersama di taman belakang Rumah KAIL. Di akhir acara, menepati nasihat Ibu Rini mengenai makanan, para peserta bersantap siang bersama dengan sajian nasi karedok, buah-buahan, dan jamu tradisional. Secara keseluruhan, acara berlangsung ceria dan cair dengan banyak selingan tawa dan canda. Dr. Rini yang cukup senior rupanya mampu membawa acara dengan ringan dan santai di depan peserta.

Hidup sehat rupanya cukup mudah diperoleh dengan konsisten menerapkan pola hidup sehari-hari yang positif. Melalui dr. Rini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengaturan makanan hingga pelatihan bernapas untuk mengaktifkan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Latihan olah napas ini pun dapat dilakukan dengan sangat mudah. Format gerakan berseri pun memudahkan kita untuk melakukan olah napas dalam sesi-sesi pendek sepanjang hari di sela-sela kesibukan.

Pada akhirnya, sesuai dengan harapan yang disampaikan oleh para peserta di awal acara, pengetahuan yang diperoleh selama seminar dan workshop diharapkan dapat diterapkan secara konsisten untuk dapat menjaga kesehatan tubuh secara holistik.

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 23 Juli 2017

Pagi di hari Minggu yang cerah, 23 Juli 2017, waktu yang sempurna untuk berkegiatan Hari Belajar Anak (HBA) di Rumah Kail. Pukul 9 pagi, anak-anak sudah berkumpul menantikan kegiatan bersama itu dilangsungkan.

Kak Debby mengawali kegiatan pagi dengan melakukan olah tubuh di tengah-tengah labirin di kebun Kail. Anak-anak diajak berpose menirukan bentuk-bentuk makhluk hidup maupun benda-benda alam yang ada di lingkungan sekitar, serta membuat suara-suara yang kiranya menjadi representasi suara benda-benda alam tersebut. Misalnya, berpose seperti bunga, dengan menyuarakan “bik, bik, bik” atau berpose seperti kayu dengan menyuarakan “duk, duk, duk”

Setelah sesi olah tubuh, Kak Debby membuat suasana kegiatan seolah-olah merupakan sebuah acara kumpul warga di sebuah kelurahan. Anak-anak dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok tersebut merupakan kelompok lanjutan dari membuat peta kampung Cigarugak yang diselenggarakan bulan yang lalu.

Kelompok ini seolah-olah merupakan kelompok RT di bawah kelurahan Kail yang dipimpin oleh Kak Lurah, yaitu Kak Debby. Setelah dibagi ke dalam kelompok, masing-masing kelompok yang didampingi oleh Kak Vita, Kak Siska dan Kak Novi mengadakan pemilihan nama RT, ketua RT serta yel-yel RT. Berdasarkan hasil kesepakatan RT, maka nama-nama RT yang dihasilkan adalah: RT Pohon, RT Bersih, RT Es Krim Rasa Mangga dan Pepaya.

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke kegiatan menggambar di papan. Kegiatan menggambar di papan terdiri dari dua sesi. Sesi pertama, anak-anak diajak menggambar benang kusut di papan, sesi kedua, anak-anak diajak untuk berunding di dalam kelompok menentukan apa yang akan digambar secara berkelompok. Metodenya, anak-anak diminta berbaris, setiap 3 detik anak-anak diberi kesempatan menggambar di papan, sesuai kesepakatan di kelompok.

Setelah sesi menggambar bersama, setiap kelompok diminta untuk melakukan pengecekan gambar kampung yang bulan sebelumnya telah dibuat. Pengecekan dilakukan sambil melihat ke lokasi aslinya.

Setelah pengecekan selesai dilakukan, anak-anak diarahkan untuk menggabungkan peta kampung tiap-tiap kelompok ke peta kampung besar dari bahan kain blacu. Anak-anak menggunting kain-kain perca untuk merepresentasikan rumah-rumah, pohon-pohon, warung maupun Posyandu yang ada di peta kampung dan ditempelkan di kain blacu tersebut.

Akhirnya peta kampung Cigarugak yang disusun bersama oleh 27 anak peserta HBA pun selesai juga. Sebelum kegiatan berakhir, Kak Debby menghitung udunan bersama yang diperoleh dari anak-anak HBA hari itu. Jumlah udunan mencapai Rp 81.000,-

Kegiatan ini diakhiri dengan menyantap snack, memperbaharui buku kegiatan kemudian berfoto bersama peta buatan mereka sendiri!

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Kail 29 Juli 2017 - Pola Hidup Sehat Alami


Mengajak rekan-rekan yang ingin mengulik dan mengetahui tentang pola hidup sehat, mari bertemu kembali di Hari Belajar KAIL:

Pola Hidup Sehat Alami
'Hidup Sehat dan Penyembuhan Alami Berdasarkan Ilmu Medis'

bersama
dr. Rini Damayanti, DCN
(Praktisi Natural Healing)

Dokter Rini telah berpraktik di RS Dustira Cimahi selama 20 tahun hingga 2002, setelah menimba ilmu di FK Unpad dan Community Nutrition di SEAMEO-UI Jakarta. Beliau juga pernah menjadi konsultan kesehatan pertanian organik Yayasan TIDUSANY. Kini dr. Rini aktif sebagai pelatih olah nafas dan gerak BEP Indonesia.

Mari bergabung bersama pada tanggal:

Sabtu, 29 Juli 2017
Pukul 09:00-12:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe. bit.ly/rumahkail)

Kontribusi peserta:
Rp 25.000
(Termasuk snack sehat dan praktik olah nafas)

Pendaftaran:
0813-9429-0336
(SMS, Whatsapp)
Paling lambat Kamis, 27 Juli 2017

[UNDANGAN] Mari Berkontribusi di Pro:aktif Online!



Di pertengahan tahun 2017 ini, ada beberapa ruang untuk berkontribusi bagi rekan-rekan aktivis di Majalah Pro:aktif Online

1. Undangan Menulis Artikel: Edisi 17/Agustus 2017"Berjejaring dalam Keberagaman di Negara Kesatuan Republik Indonesia" 





Beragam tantangan dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mempertahankan kesepakatan untuk tetap bersatu. Beragam upaya pun telah dilakukan. Keragaman upaya ini tidak lepas dari pengaruh keragaman latar belakang budaya, agama, pendidikan, suku, profesi, aliran politik dan kondisi alam. Memasuki usianya yang ke-72 tahun di Agustus mendatang, tantangan keberagaman di dalam negara kesatuan Republik Indonesia itu masih terlihat nyata. Meskipun banyak upaya telah dilakukan untuk memanfaatkan keragaman sebagai kekuatan bangsa, tetap saja masih ada segelintir pihak yang memanfaatkan isu ini untuk memecah belah bangsa demi memenangkan kepentingan pribadi atau kelompok. 


Bagaimana pendapat para aktivis mengenai hal ini? Apakah ini merupakan sebuah persoalan penting? Jika ya, bagaimana usulan cara untuk menyelesaikannya? Melalui edisi kali ini, Pro:aktif Online akan mengangkat tema "Berjejaring dalam Keberagaman di Negara Kesatuan Republik Indonesia".
Kami mengundang teman-teman aktivis untuk menyumbangkan tulisannya. Tulisan dari kawan-kawan akan menjadi sumbangsih kita bersama dalam mendukung Bhinneka Tunggal Ika di dalam negara kita tercinta. 

Terms of Reference selengkapnya dapat diunduh di: bit.ly/Pro_1717

Untuk informasi dan pendaftaran lebih lanjut, silakan kontak:
Vita di 0811-220-9896 (SMS/WA)
e: kail.navitaastuti@gmail.com
e: proaktif.online@gmail.com


2. Rekrutmen Relawan Tata Letak dan Konten VisualPro:aktif Online Edisi 2012-2016


Dalam rangka mendorong tercapainya perkembangan masyarakat transformatif melalui materi-materi penerbitan majalah Pro:aktif dari dahulu hingga kini, KAIL merencanakan penerbitan ulang Pro:aktif Online dalam bentuk zine. Istilah zine sendiri merupakan kependekan dari magazine (majalah) yang khususnya terkait publikasi bersifat antara lain nonkomersial, swakarya, dan online yang membahas isu-isu alternatif (disarikan dari Merriam-Webster Dictionary). Dalam perjalanannya, sudah terdapat dua edisi zine Pro:aktif yang diterbitkan yakni Edisi Desember 2016 dan Edisi April 2017. Kedua terbitan tersebut dapat ditilik di link berikut.

Rekrutmen Relawan Tata Letak dan Ilustrasi Pro:aktif Online kali ini membuka kesempatan bagi siapa saja yang memiliki pengalaman dan kemampuan menata letak serta membuat karya ilustrasi untuk menjadi Relawan Pro:aktif Online. Terdapat total 16 edisi yang telah diterbitkan dengan berbagai tema yang didukung oleh tulisan dari beragam aktivis yang akan ditata letak ulang dalam kesempatan ini. Dari 16 edisi tersebut, 14 edisi akan ditata letak oleh para relawan dalam kesempatan ini.

Form Pendaftaran: bit.ly/TataLetakProaktif


Informasi lebih lanjut mohon hubungi:

Fransiska M. Damarratri (Siska)
T: 0813-9429-0336 (SMS, Whatsapp)



[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 18 Juni 2017 - Ngabuburit di Rumah KAIL

Berikut liputan dari Hari Belajar Anak Ngabuburit di Rumah KAIL bersama adik-adik dari Kp. Cigarugak (Minggu, 18/06). Kegiatan kali ini diikuti oleh 18 orang anak. Pertama-tama kegiatan dimulai bersama Kak Debby dengan tepuk konsentrasi, sambil setiap adik bergantian menyebutkan nama-nama buah, hewan, dan kota.


Kali ini sambil Ngabuburit, adik-adik pun diajak memetakan kampung bersama-sama. Sebelumnya, adik-adik membayangkan lingkungan yang ideal alias yang bagus menurut adik adik Cigarugak. "Ada apa saja ya di Cigarugak impian?" Jawaban pertama: ada bunga. Jawaban 2&3: Pohon dan rumput. Baru menyusul ada perumahan, MCK, dan lain-lainnya.


Setelah itu, adik-adik beserta kakak-kakak pendamping melihat lingkungan sekitar... Memetakan kampung Cigarugak dengan menjelajah sambil melengkapi peta dengan simbol-simbol baru! 


 



Kelompok 1, 2, dan 3 pun menceritakan hasil peta yang sudah dilengkapi bersama.


 


Di sesi terakhir, adik-adik berbuka bersama dengan menu takjil martabak yang sudah disepakati di HBA bulan lalu. Kegiatan Ngabuburit lalu dipungkasi dengan sholat berjamaah yang diimami oleh Kakak Sena.




Terima kasih untuk semua adik-adik Cigarugak, kakak pendamping Rabu Pon, Ibu RT dan 2 ibu orangtua adik, serta kakak Relawan Kak Rara dan Kak Sena yang telah berkontribusi di kegiatan Hari Belajar Anak Kail.

Oh iya, tadi juga ada oleh-oleh susu dari "Peternakan Sapi kak Rara!" Terima kasih kak Rara..

Sampai jumpa di Hari Belajar Anak KAIL bulan depan, ya!

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL - Seluk Beluk Berpuasa


Mari belajar dan berbuka puasa bersama di Rumah KAIL!

Hari Belajar KAIL
"Seluk Beluk Berpuasa"
Tips dan manfaat berpuasa bagi diri dan aktivisme

bersama dr. Rini Damayanti, DCN
Praktisi Natural Healing, Nutrition

Minggu, 11 Juni 2017
Pukul 15:30-18:30
di Rumah KAIL,
Kp. Cigarugak, Ds. Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/rumahkail

Kontribusi Peserta:
1) Membawa takjil untuk berbagi dengan kawan peserta,
dengan syarat: panganan sehat & bebas sampah
dan atau
2) Iuran sukarela

Pendaftaran dan Informasi:
0813-9429-0336 (SMS, Whatsapp)

Sampai jumpa dan selamat beribadah puasa bagi rekan-rekan yang menunaikan.
Salam hangat dari KAIL.

[LIPUTAN] Workshop Cara Berpikir Sistem di Rumah Kail - 7 Mei 2017


oleh Kukuh Samudra

 Saling berbagi indikator dan hubungan sebab akibat bersama-sama

Minggu (7/5/2017), KAIL kembali mengadakan kegiatan lokakarya Cara Berpikir Sistem di Rumah KAIL, di Kampung Cigarugak, Kelurahan Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Peserta lokakarya kali ini berjumlah 9 orang yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan pendidikan. Untuk mempermudah proses belajar, para peserta dibantu oleh tiga orang trainer, yaitu Fransiska Damarratri, Debby Josephine, dan Kukuh Samudra serta tiga orang rekan-belajar yang terdiri dari Melly Amalia, Terra Kurnia, dan Zaenal. Rekan-belajar ini tidak lain adalah para alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem yang ingin berproses kembali bersama peserta lokakarya.

Salute to the sun sebelum memulai kegiatan

Tema Cara Berpikir Sistem kali ini cukup unik, yaitu “Pluralisme”. Untuk tema yang spesial, KAIL kali ini mempersiapkan metode dan proses yang berbeda dibandingkan kegiatan-kegiatan Cara Berpikir Sistem, yang sebelumnya lebih banyak dibawakan dengan format pelatihan. Jika di pelatihan-pelatihan sebelumnya para peserta biasanya dibagi ke dalam beberapa kelompok/individu yang menghasilkan diagram-sebab-akibat masing-masing, kali ini seluruh peserta diproses untuk dapat menghasilkan sebuah diagram-sebab-akibat kolektif.

Menuangkan visi NKRI bersama

Berfoto bersama setelah sharing visi dan misi

Di awal proses masing-masing peserta diminta untuk menceritakan kegiatan sehari-hari, visi mengenai NKRI yang ideal, ciri-ciri yang menunjukkan kondisi ideal tersebut, dan kondisi-kondisi yang menjadi kekhawatiran mereka saat ini. Para peserta ternyata memiliki bermacam-macam visi yang unik. Ada yang memiliki kepedulian di bidang sandang, energi, pertanian-pemuda, air bersih, hingga kekayaan alam laut. Setelah itu peserta diminta untuk menggambarkan visi mereka sehingga tercipta sebuah gambar kolektif. Para peserta sepakat untuk memberi judul gambar tersebut dengan “Visi NKRI Kita”.


Penjelasan tentang Cara Berpikir Sistem oleh trainer Debby
Trainer Kukuh menjelaskan tentang Leverage Points

Peserta berlatih membuat indikator

Permainan sebab-akibat untuk menghindari lompatan logika
Untuk tema yang spesial, KAIL tidak ketinggalan mempersiapkan menu istimewa. Konsumsi yang dipersiapkan oleh Deta Ratna Kristanti dan Didit Indriati turut memeriahkan tema pluralisme. Hal ini tercermin dari keberagaman menu makanan yang dihidangkan. Pagi hari peserta telah disuguhi dengan pisang rebus. buah pepaya segar, serta kolak berisi pisang, labu, dan ubi. Menu makan siang peserta memiliki pilihan tiga macam karbohidrat berupa nasi putih, nasi merah, dan nasi jagung dengan lauk tahu-jamur dan capcay aneka sayuran. Sementara pada sore hari peserta dapat menikmati wedhang bandrek, beberapa jenis kacang rebus beserta colenak. Seolah telah menjadi andalan untuk tiap pelatihan KAIL, para peserta mengaku puas dengan makanan KAIL yang sehat dan lezat.

Makan siang sehat yang disiapkan oleh Rumah KAIL
Pelatihan hari itu berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal pukul 18.00. Di akhir kegiatan, peserta diminta untuk menyampaikan kesan-kesan selama pelatihan. Feliciana, mahasiswa Jurusan Kriya Tekstil berpendapat metode Cara Berpikir Sistem ini dapat membantunya untuk menyelesaikan tugas akhir. “Metode ini saya yakin sangat berguna untuk bekal hidup saya di masa depan”, tutur Ishlah yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Perminyakan.  

Memulai Causal Loop Diagram dengan bekerja dari indikator pribadi

Permainan Living Loop untuk memahami sistem tertutup

Rehat dengan peregangan sejenak sebelum sesi terakhir
Causal Loop Diagram bersama dari berbagai indikator dan isu yang menjadi keprihatinan peserta