INFO KEGIATAN: [HARI BELAJAR KAIL] Membuat Fermentasi Rumahan

Apa itu Fermentasi? Apa manfaatnya buat saya? 



Ingin tahu?? Mari datang ke:

Hari Belajar KAIL edisi perdana di tahun 2016

yang akan diadakan pada:
hari Minggu 6 Maret 2016, jam 09.00-12.00

Tema : Membuat Fermentasi Rumahan
Narasumber: Dhila Baharudin

Tempat: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kab. Bandung (Masuk dari Jalan Cijambe)
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw 
Informasi dan pendaftaran:
Melly Amalia 0821 2600 3635
email: kail.informasi@gmail.com
fb:: https://www.facebook.com/kuncuppadang.ilalang
twitter: @kail_bandung


INFO KEGIATAN: [HARI BELAJAR ANAK] Mengungkap Rahasia Terpendam di Rumah KAIL



Ada rahasia apa di Rumah KAIL??
Yuk, datang ke HARI BELAJAR KAIL. Kita akan bersama-sama 
MENGUNGKAP RAHASIA TERPENDAM DI RUMAH KAIL!
Catat waktunya ya..
Hari/tanggal: Minggu, 28 Februari 2015
Waktu: Pukul 9.00- 13.00 WIB
Tempat: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kab. Bandung (Masuk dari Jalan Cijambe)
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw
Info dan Pendaftaran: Deta Ratna Kristanti 0813 2119 3234 (SMS/WA)
Kontribusi: Rp15.000/anak (sudah termasuk snack sehat)
Ditunggu kedatangannya di Rumah KAIL..!!

PELATIHAN CARA BERPIKIR SISTEM: PENGEMBANGAN DIRI

Oleh: Debby Josephine


Pelatihan Cara Berpikir Sistem: Pengembangan Diri
Pada tanggal 13 Februari 2016 yang lalu, KAIL menyelenggarakan pelatihan Cara Berpikir Sistem dengan tema Pengembangan Diri, bertempat di Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Pelatihan ini diikuti oleh 19 orang peserta pelatihan dari berbagai organisasi, sekolah menengah, universitas, dan perorangan di Bandung dan Jakarta serta 4 staf KAIL yang mendampingi para peserta. Kegiatan pelatihan dibuka dengan perkenalan KAIL oleh Deta, dan dilanjutkan dengan materi cara berpikir sistem oleh Agustein dan Melly.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para peserta bahwa berbagai persoalan di dunia ini terhubung satu dengan lainnya membentuk satu jalinan hubungan yang kompleks. Hal ini termasuk memperkenalkan para peserta akan materi cara berpikir sistem yang dapat mendukung pengembangan diri peserta dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial dan lingkungan serta mencari penyelesaiannya dengan memperhitungkan dampak yang ditimbulkan secara jangka panjang.

Pendekatan yang dilakukan dimulai dari envisioning visi misi diri pribadi 5 tahun kedepan. Kemudian perkenalan berbagai metodologi serta tools yang digunakan dalam cara berpikir sistem, yaitu: Behaviour Over Time Diagram (BOT), Causal Loop Diagram (CLD) dan Leverage Points. Peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan tools tersebut menurut kondisi peserta.

Visioning visi misi pribadi 5 tahun kedepan
Secara keseluruhan proses pelatihan berjalan lancar. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi, bahkan rasanya waktu yang disediakan sangat kurang untuk mewadahi semua pendapat peserta. Semua peserta bersemangat dan mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga sore hari.


Selain belajar di dalam kelas, para peserta juga diajak untuk memahami cara berpikir sistem lewat berbagai permainan dan simulasi. Lewat pembelajaran interaktif ini diharapkan peserta dapat memandang dan memahami kompleksitas permasalahan dengan lebih baik.

Pembelajaran interaktif dengan berbagai permainan

Pelatihan ini berlangsung selama satu hari dan dibawakan secara bergantian oleh staf Kail; Agustein Okamita, Deta Ratna Kristanti, Melly Amalia, dan Any Sulistyowati.

Staf Kail dan Peserta Pelatihan Cara Berpikir Sistem


Membuat Jurnal Kegiatan


Oleh: Deta R. Kristanti

Hari Belajar Anak KAIL (HBA) yang pertama di tahun 2016 dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Januari 2016. Kegiatan ini diikuti oleh 9 orang anak yang tinggal di sekitar Rumah KAIL. Pada kegiatan HBA kali ini, anak-anak diajak membuat Jurnal Penyemangat HBA KAIL. Tujuannya supaya anak-anak memiliki rekam jejak masing-masing setiap mereka mengikuti kegiatan HBA. Kegiatan HBA kali ini dipandu oleh Kak Deta, Kak Debby dan Kak Widya.



Tepat jam 10 pagi, Kak Debby mengajak anak-anak berkumpul di halaman depan Rumah KAIL. Kegiatan dibuka dengan bermain “Jempol Ajaib”. Anak-anak diminta untuk menempelkan jempol mereka pada benda-benda yang disebutkan oleh Kak Debby. Seru sekali. Anak-anak berlari-lari berusaha mencari benda yang dimaksud Kak Debby.

Setelah selesai bermain, anak-anak berkumpul membuat lingkaran dan berbincang bersama Kak Deta dan Kak Debby, tentang kegiatan-kegiatan HBA yang pernah mereka ikuti di tahun 2015. Beberapa masih mereka ingat dengan jelas, seperti kegiatan mempelajari jamur, membuat cap daun, membuat teropong serta membuat belalang dari daun kelapa. Anak-anak juga ingat pernah mendengar dongeng tentang Jack dan pohon kacang buncis yang sangat tinggi.


Hari itu anak-anak juga mendengar sebuah dongeng. Dongeng berjudul “Mengapa Binatang Mempunyai Ekor?” itu dibawakan oleh Kak Deta. Setelah mendengarkan dongeng, barulah anak-anak diajak untuk membuat jurnal. Kakak-kakak fasilitator telah menyiapkan sejumlah kertas, karton, spidol, gunting dan lem kertas untuk bahan membuat jurnal.

Mula-mula anak-anak dipersilahkan memilih kertas warna yang mereka inginkan untuk menjadi sampul jurnal mereka. Kertas warna tersebut kemudian ditempelkan pada sebuah kertas karton supaya sampul jurnal menjadi lebih keras dan kuat. Anak-anak juga dipersilahkan mengambil kertas-kertas polos, kertas bertuliskan “Jurnal Penyemangat”, “Hari Belajar Anak KAIL”, dan "logo KAIL ”. Anak-anak lalu menyusun kertas-kertas polos tersebut untuk menjadi halaman isi jurnal. Ternyata ada juga lho yang kesulitan menyusunnya. Namun, anak-anak pantang menyerah dan mau belajar. Beberapa anak juga belum berani berkreasi di luar contoh, namun sebagian berusaha membuat sampul jurnalnya menjadi menarik dan berbeda dari teman lainnya. Sekitar empat puluh menit kemudian, buku-buku Jurnal Penyemangat Hari Belajar Anak KAIL siap digunakan.

Seharusnya acara ditutup dengan kegiatan nonton film bersama. Namun karena kendala teknis, kegiatan nonton bersama ditunda dulu. Semoga anak-anak tetap senang dan bersemangat untuk bergabung lagi di HBA bulan Februari! 

[INFO KEGIATAN] PELATIHAN CARA BERPIKIR SISTEM


Situasi dunia yang makin mengglobal membawa umat manusia dan seluruh lingkungannya pada sebuah titik balik peradaban.  Kecanggihan, kepraktisan, kemakmuran, pembangunan dan degradasi serta krisis nilai dan identitas, yang diiringi ketidakpastian dan kebingungan massal, telah menantang sebuah kesadaran atas persoalan-persoalan besar yang saling terkait dan saling tergantung satu sama lain dalam jalinan yang kompleks.

Sejarah dunia telah membuktikan bahwa persoalan-persoalan sosial dan lingkungan ini tidak bisa diselesaikan dengan cara berpikir yang parsial, linier dan reduksionis. Kita membutuhkan cara pandang dan cara pikir yang lebih holistik, antara lain dengan Cara Berpikir Sistem.

Cara Berpikir Sistem membutuhkan para pemikir sistem yang dapat menerapkan cara berpikir ini untuk berbagai persoalan, baik di dalam maupun di luar dirinya. Dengan penerapan cara berpikir sistem, diharapkan kerja-kerja untuk membuat perubahan menjadi lebih efektif.

Menjawab persoalan di atas, KAIL (organisasi nirlaba yang salah satu misinya adalah mendukung kerja-kerja aktivis agar lebih efektif) mengundang anda semua, para aktivis dari berbagai tingkatan dan bidang kegiatan, untuk mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk Pengembangan Diri yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 13 Februari 2016,
Waktu: Pk. 08.30-18.00 WIB


Tempat:
Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang,
Kabupaten Bandung 40169, INDONESIA
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Info dan pendaftaran:
Melly Amalia 0821 2725 3087
email: kail.informasi@gmail.com

Tujuan:
- Memberikan wawasan kepada para aktivis bahwa berbagai persoalan di dunia ini terhubung satu sama lain membentuk satu jalinan hubungan yang kompleks.
- Memperkenalkan pentingnya dan manfaat Cara Berpikir Sistem.
- Memperkenalkan Cara Berpikir Sistem untuk pengembangan diri
- Membangun jaringan antar aktivis dengan kepedulian yang berbeda-beda.

Biaya pelatihan: Rp. 200.000,- per orang sudah termasuk makan siang dan snack, materi pelatihan, dan sertifikat. Biaya ini tidak termasuk biaya untuk fee fasilitator dan mentor. Biaya-biaya ini ditanggung oleh KAIL melalui mekanisme subsidi dari program lainnya.  Tersedia harga khusus untuk pekerja sosial, pelajar, mahasiswa S1 serta peserta yang mendaftar secara berkelompok.